<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284</id><updated>2011-07-31T00:52:48.998-07:00</updated><category term='Kisah Islami'/><category term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><category term='Fadilah Dzikir'/><category term='Fadilah Amal'/><category term='Rahasia Langit Dan Bumi'/><category term='Fadilah Sholat'/><category term='Fadilah Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>ALLAHUAKBAR</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-706716331757625090</id><published>2010-06-29T03:04:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T03:04:17.586-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>ABDULLAH BIN HUDZAFAH</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;ABDULLAH BIN HUDZAFAH Dan Siksaan yang Sangat Pedih&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia menjadi tawanan bangsa Romawi, dimasukkan ke dalam penjara oleh penguasa yang kejam. Di dalam penjara disediakan minuman yang dicampur arak dan daging babi panggang, untuk dimakan saat lapar dan minum khamar, ketiga macam suguhan itu sama sekali tidak disentuhnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu ia dikeluarkan dari penjara saat mereka mengkhawatirkan kematiannya. Dia berkata pada dirinya, "Demi Allah, sesungguhnya ini semua telah menjadi halal bagiku karena aku dalam kondisi terpaksa, hanya saja aku tidak ingin berbahagia di atas bencana yang menimpa kalian dengan sebab berpegang teguh pada Islam." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abu Rafi’ berkata, "Umar mengirim pasukan tentara ke Romawi. Kemudian musuh menangkap Abdullah bin Hudzafah sebagai tawanan perang, lalu dihadapkan kepada raja, mereka berkata, 'Orang ini termasuk sahabat dekat Muhammad.' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Raja bertanya, 'Maukah kamu masuk agama Nasrani dengan imbalan setengah kekuasaanku aku berikan kepadamu?'  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdullah bin Hudzafah menjawab, 'Sekiranya engkau berikan seluruh kekuasaanmu kepadaku, dan seluruh yang dimiliki bangsa Arab, aku tidak akan pernah meninggalkan agama Muhammad sekejap mata pun.' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Raja berkata, 'Jika demikian berarti kamu mesti dihukum mati!'  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdullah menjawab, 'Terserah kamu!' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian diperintahkan agar dilaksanakan hukuman mati atasnya, ia diletakkan dalam tiang salib. Raja berkata, 'Bidiklah ia dari dekat!' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Raja berkata demikian sambil menawarkan agama Nasrani kepadanya, namun ia tetap menolak. Lalu ia diturunkan dari tiang salib.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Raja kemudian meminta supaya ajudan merebus air hingga mendidih dan memanggil dua orang tawanan muslim. Salah satu dari mereka dilemparkan ke dalam periuk itu, kemudian raja menawarkan kepada Abdullah untuk pindah agama. Ia tetap menolak tawaran tersebut. Kemudian Abdullah menangis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena tangisan ini, ada seseorang yang menyampaikan kepada raja bahwa Abdullah menangis. Maka Raja pun mengira bahwa Abdullah telah berputus asa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Raja berkata, 'Bawalah kemari!'  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Raja bertanya, 'Apa yang menyebabkan kamu menangis?' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdullah menjawab, 'Karena aku hanya mempunyai satu nyawa yang apabila dilemparkan ke dalam periuk itu maka langsung akan musnah. Aku membayangkan, alangkah bahagia sekiranya aku mempunyai nyawa sebanyak jumlah rambutku yang merasakan siksaan seperti itu dalam rangka mempertahankan agama Allah.' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Raja berkata, 'Apakah kamu bersedia mencium kepalaku, agar kamu bebas?' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdullah menjawab, 'Bersama seluruh tawanan Muslim?' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Raja menjawab, 'Ya.'  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka Abdullah mencium kepala raja.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya para tawanan Muslim yang telah bebas itu menghadap Umar dan menceritakan semua yang terjadi.  &lt;/div&gt;Umar berkata, 'Adalah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mencium kepala Ibnu Hudzafah, dan akulah orang yang pertama yang akan memulainya.' Lalu Umar mencium kepala Abdullah." (&lt;i&gt;Usudul Ghabah,&lt;/i&gt; 3/212.)&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-706716331757625090?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/706716331757625090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/abdullah-bin-hudzafah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/706716331757625090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/706716331757625090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/abdullah-bin-hudzafah.html' title='ABDULLAH BIN HUDZAFAH'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-8494642725927809507</id><published>2010-06-05T23:10:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T23:10:50.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Sholat'/><title type='text'>Hukum Meremehkan Shalat</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Meremehkan shalat termasuk kemungkaran yang besar dan termasuk sifat orang-orang munafik, Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, &lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa’: 142), dalam ayat lain Allah berfirman, &lt;br /&gt;“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melain-kan dengan rasa enggan.” (At-Taubah: 54), Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِيْنَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِيْهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik daripada shalat Shubuh dan shalat Isya, dan seandainya mereka mengetahui apa yang terkandung pada keduanya, tentulah mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang wajib atas setiap Muslim dan Muslimah adalah meme-lihara shalat yang lima pada waktunya, melaksanakannya dengan thuma’-ninah, konsentrasi dan khusyu’ serta menghadirkan hati, karena Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, &lt;br /&gt;“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.” (Al-Mukminun: 1-2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berdasarkan riwayat dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, bahwa beliau memerin-tahkan kepada orang yang buruk dalam melakukan shalatnya karena tidak thuma’ninah agar mengulangi shalatnya. Dan kepada kaum laki-laki, hendaknya mereka memelihara shalat-shalat tersebut dengan berjama’ah di rumah-rumah Allah, yakni di masjid-masjid, hal ini berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Barangsiapa yang mendengar adzan tapi tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dikatakan kepada Ibnu Abbas , “Apa yang dimaksud dengan udzur itu?” ia menjawab, “Takut atau sakit.” Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , bahwa beliau didatangi oleh seorang laki-laki buta, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku pergi ke masjid. Apakah aku punya rukhshah untuk shalat di rumahku?” kemudian beliau bertanya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأَجِبْ.&lt;/div&gt;“Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat?” ia menjawab, “Ya”, beliau berkata lagi, “Kalau begitu, penuhilah.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ash-Shahihain dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda,&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً يَؤُمُّ النَّاسَ ثُمَّ أَنْطَلِقَ بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُوْنَ الصَّلاَةَ فَأَحْرِقَ عَلَيْهِمْ بُيُوْتَهُمْ بِالنَّارِ.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sungguh aku sangat ingin memerintahkan shalat untuk didirikan, lalu aku perintahkan seorang laki-laki untuk mengimami orang-orang, kemudian aku berangkat bersama beberapa orang laki-laki dengan membawa beberapa ikat kayu bakar kepada orang-orang yang tidak ikut shalat, lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api tersebut.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits shahih ini menunjukkan bahwa shalat jama’ah termasuk kewajiban kaum laki-laki dan merupakan kewajiban yang paling utama, dan bahwa yang menyelisihinya berhak mendapatkan siksaan yang menyakitkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kepada Allah, semoga memperbaiki kondisi seluruh kaum Muslimin dan memberi mereka petunjuk kepada jalan yang diridhai-Nya. &lt;br /&gt;Adapun meninggalkan shalat seluruhnya -ataupun hanya sebagian waktunya- maka ini adalah kekufuran yang besar walaupun tidak meng-ingkari kewajibannya, demikian menurut pendapat yang paling kuat di antara dua pendapat ulama, baik yang meninggalkan shalat itu laki-laki maupun perempuan, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barang-siapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan hadits-hadits lainnya yang berkenaan dengan masalah ini. &lt;br /&gt;Sedangkan mengenai orang yang mengingkari kewajibannya -baik laki-laki maupun perempuan- maka pengingkarannya itu telah menjadi-kannya kafir dengan kekufuran yang besar berdasarkan kesepakatan ahlul ilmi, bahkan sekalipun ia melaksanakan shalat. Kita memohon kepada Allah untuk kita dan semua kaum Muslimin agar senantiasa dibebaskan dari yang demikian, sesungguhnya Dia sebaik-baik tempat meminta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib bagi semua kaum Muslimin untuk saling menasehati dan saling berwasiat dengan kebenaran serta saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, di antaranya adalah dengan menasehati orang yang meninggalkan shalat jama’ah atau meremehkannya sehingga terkadang meninggalkannya, juga memperingatkannya akan kemurkaan dan siksaan Allah. Lain dari itu, hendaknya sang ayah, ibu dan saudara-saudaranya yang serumah, agar senantiasa menasehatinya, dan terus menerus mengingatkannya, mudah-mudahan Allah memberinya petunjuk sehingga ia menjadi lurus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga perempuan yang meninggal-kannya, mereka harus dinasehati dan diperingatkan akan murka dan siksa Allah, serta terus menerus diperingatkan. Selanjutnya, perlu mengambil tindakan dengan mengasingkan orang yang enggan dan memperlakukan-nya dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dalam masalah ini, karena hal ini semua termasuk dalam katagori tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, serta amar ma’ruf dan nahyi mungkar yang telah diwajibkan Allah kepada para hamba-Nya baik yang laki-laki maupun yang perempuan, berdasarkan firman-Nya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 71). &lt;br /&gt;Juga berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;مُرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.&lt;/div&gt;“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak melaksanakannya) saat mereka telah berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini dapat disimpulkan, bahwa anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, diperintahkan untuk shalat sejak berusia tujuh tahun, kemudian jika telah mencapai usia sepuluh tahun dan belum juga mau melaksanakannya maka mereka harus dipukul. Maka orang yang sudah baligh tentu lebih wajib lagi untuk diperintah shalat dan dipukul jika tidak melaksanakannya yang disertai dengan nasehat yang terus menerus serta wasiat dengan kebaikan dan kesabaran, Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, &lt;br /&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-Ashr: 1-3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang meninggalkan shalat setelah usia baligh dan enggan menerima nasehat, maka perkaranya bisa diadukan kepada mah-kamah syar’iyah sehingga ia diminta untuk bertaubat, jika tidak mau bertaubat maka dibunuh. Kita memohon kepada Allah agar memperbaiki kondisi kaum Muslimin dan menganugerahi mereka kefahaman tentang agama serta menunjukkan mereka untuk senantiasa saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, amar ma’ruf dan nahyi mungkar, serta saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran, sesungguhnya Dia Maha Baik lagi Maha Mulia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-8494642725927809507?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/8494642725927809507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/hukum-meremehkan-shalat.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/8494642725927809507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/8494642725927809507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/hukum-meremehkan-shalat.html' title='Hukum Meremehkan Shalat'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-5446955627204243176</id><published>2010-06-05T23:07:00.001-07:00</published><updated>2010-06-05T23:07:55.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Sholat'/><title type='text'>KEWAJIBAN MENYIMAK KHUTBAH</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Di antara kewajiban hadirin adalah mendengarkan khutbah, tidak boleh berbicara ketika imam sedang berkhutbah, hal ini menunjukkan bahwa khutbah Jum’at merupakan sesuatu yang sangat penting sehingga hadirin tidak patut menyibukkan diri dengan selainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;  &lt;br /&gt;إذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Jika kami berkata kepada teman di dekatmu pada hari Jum’at, ‘Diam’, sementara imam sedang berkhutbah maka kamu telah berbuat sia-sia.&lt;/i&gt;” Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna sabda Nabi saw, “&lt;i&gt;Kamu telah berbuat sia-sia.&lt;/i&gt;” Ada yang berkata, “Kamu telah gagal mendapatkan pahala.” Ada yang berkata, “Kamu telah berbicara.” Ada yang berkata, “Kamu telah melakukan kesalahan.” Ada yang berkata, “Shalat Jum’atmu batal.” Ada yang mengatakan, “Shalat Jum’atmu menjadi Zhuhur.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh al-Albani berkata, “Pendapat yang terakhir dan yang sebelumnya yang mirip dengannya adalah pendapat yang kami pegang, tafsir hadits terbaik adalah dengan hadits, dan Nabi saw telah bersabda, ‘Dan barangsiapa berbuat sia-sia dan melangkahi pundak orang-orang maka dia hanya mendapatkan pahala Zhuhur.’ Dan inilah yang dipastikan oleh Ibnu Khuzaemah dalam Shahihnya.” &lt;i&gt;Shahih at-Targhib wa at-Tarhib&lt;/i&gt; no. 716.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang disebutkan oleh Syaikh al-Albani di atas –dan beliau menyatakannya hasan shahih dan &lt;i&gt;Shahih at-Targhib wa at-Tarhib&lt;/i&gt; no. 721- diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Khuzaemah dari Abdullah bin Amru bin al-Ash. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang berkata kepada rekannya, “Diam.” dianggap telah &lt;i&gt;lagha&lt;/i&gt; padahal dia mengajak kepada yang baik, lalu bagaimana dengan ucapan lainnya?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini bermain-main dengan jari atau baju atau lainnya, berdasarkan sabda Nabi saw, “&lt;i&gt;Dan barangsiapa menyentuh kerikil maka dia telah lagha.&lt;/i&gt;” Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah. Termasuk dalam hal ini menggerakkan tasbih dengan jari sambil berdzikir. Termasuk dalam hal ini adalah menengok kanan-kiri, memperhatikan orang-orang yang hadir dan sebagainya, karena hal tersebut menyibukkan diri dari khutbah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang mengucapkan salam maka tidak dijawab saat itu, tetapi setelah khatib selesai dari khutbah pertama atau kedua, kembali kepada kapan dia mengucapkan salam. Jika bersin maka yang bersangkutan cukup tahmid dengan pelan dan yang mendengarnya tidak menjawab dengan &lt;i&gt;yarhamukallah&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mendengar nama Nabi saw disebut, maka cukup mengucapkan shalawat dengan suara pelan agar tidak mengganggu tetangganya. Jika neraka disebut maka memohon perlindungan kepada Allah darinya dengan pelan. Jika surga disebut maka memohonnya kepada Allah dengan suara pelan. Jika khatib berdoa maka mengamini doanya dengan suara pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang bertanya tentang sesuatu sekalipun tentang ilmu yang bermanfaat maka tidak perlu menjawabnya, Abu Dzar berkata, “Aku datang ke masjid sementara Nabi saw sedang berkhutbah, aku duduk di samping Ubay bin Kaab, Nabi saw membaca surat at-Taubah, aku bertanya kepada Ubay, ‘Kapan surat ini diturunkan?’ Ubay memandangku dengan muka masam dan tidak menjawabku, hal ini berulang tiga kali, selesai shalat aku menanyakan hal itu kepada Ubay, dia berkata, ‘Kamu tidak mendapatkan apa-apa dari shalatmu kecuali kesia-siaan yang telah kamu lakukan.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar berkata, “Lalu aku menceritakan hal ini kepada Nabi saw, maka beliau bersabda, ‘&lt;i&gt;Ubay benar&lt;/i&gt;.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaemah dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam &lt;i&gt;Shahih at-Targhib wa at-Tarhib&lt;/i&gt; no. 718. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan berbicara berlaku pada saat khatib berkhutbah, adapun sebelumnya atau sesudahnya atau di antara dua khutbah maka hal tersebut tidak mengapa, namun tidak patut kecuali berbicara dengan baik dan dalam perkara baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan berbicara tidak berlaku bagi siapa yang diajak berbicara oleh khatib, dan khatib boleh berbicara kepada sebagian hadirin begitu pun sebaliknya, sebagian hadirin boleh berbicara kepada khatib jika ada maslahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Anas bahwa seorang laki-laki masuk masjid di hari Jum’at sementara Rasulullah saw sedang berdiri berkhutbah, laki-laki itu berkata, “Ya Rasulullah, harta-harta binasa dan jalan-jalan terputus, berdoalah kepada Allah agar Dia menurunkan hujan kepada kami.” Ini berbicaranya orang yang hadir kepada imam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits laki-laki yang masuk masjid ketika Nabi saw berkhutbah dan Nabi saw bertanya kepadanya, “&lt;i&gt;Apakah kamu sudah shalat wahai fulan?”&lt;/i&gt; Dan dia menjawab, “Belum.” Ini pembicaraan antara khatib dengan sebagian yang hadir. Wallahu a’lam. &lt;br /&gt;(Izzudin Karimi)   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-5446955627204243176?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/5446955627204243176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/kewajiban-menyimak-khutbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5446955627204243176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5446955627204243176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/kewajiban-menyimak-khutbah.html' title='KEWAJIBAN MENYIMAK KHUTBAH'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-3002979347653049451</id><published>2010-06-05T23:06:00.001-07:00</published><updated>2010-06-05T23:06:44.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Sholat'/><title type='text'>KHUTBAH JUM'AT</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Khutbah Jum’at termasuk salah satu syarat sah shalat Jum’at, ia terdiri dari dari dua khutbah dan disampaikan sebelum shalat, hal ini berdasarkan perbuatan Nabi saw yang selalu melakukannya. Abdullah bin Umar berkata, “Nabi saw berkhutbah dengan dua khutbah dengan berdiri dan beliau memisahkan keduanya dengan duduk.” Muttafaq alaihi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk syarat sah khutbah Jum’at adalah: Hamdalah, pujian dan sanjungan kepada Allah Ta'ala, syahadatain, shalawat dan salam kepada Nabi saw, wasiat takwa, membaca al-Qur`an walaupun hanya satu ayat dan nasihat untuk hadirin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh khatib&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Berkhutbah di atas mimbar, hal ini berdasarkan perbuatan Nabi saw, di samping itu nasihat yang disampaikan khatib lebih mengena manakala hadirin menyaksikan khatib berbicara di depan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Khatib naik mimbar, menghadapkan wajahnya kepada hadirin dan mengucapkan salam kepada mereka lalu duduk menunggu adzan dari muadzin kemudian berkhutbah dengan berdiri. Jabir berkata, “Jika Rasulullah saw naik mimbar, beliau mengucapkan salam.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar berkata, “Rasulullah saw duduk ketika beliau naik mimbar sampai muadzin selesai adzan, kemudian beliau bangkit dan berkhutbah.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Mengawali khutbah dengan &lt;i&gt;Khutbatul Hajah&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;إِنَّ الحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِيْنُهُ ونَسْتَغْفِـرُهُ وَنَعُوذُ باِللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُـسِـنَا وَسَـيِّئاتِ أَعْـمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ، وأشهد أن لاإله إلا لله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمدا عـبده ورسوله . &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memujiNya, memohon pertolongan kepadaNya dan memohon ampunan kepadaNYa, kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan maka tidak ada yang memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.&lt;/i&gt;” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Baihaqi. Lalu membaca tiga ayat, 102 surat al Imran, 1 surat an-Nisa` dan 70 surat al-Ahzab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4- Mempersingkat khutbah dengan tetap memperhatikan sasaran dan tujuannya, berdasarkan sabda Nabi saw, &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;إنَّ طُوْلَ صَلاةِ الرَجُلِ وَقِصَرِ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Lamanya shalat seseorang dan pendeknya khutbah adalah salah tanda pemahamannya.&lt;/i&gt;” Diriwayatkan oleh Muslim dari Ammar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5- Hendaknya khatib berdoa untuk kaum muslimin, doa yang mengandung kebaikan dan kemaslahatan untuk mereka, juga berdoa untuk pemimpin dan ulil amri kaum muslimin, semoga Allah membimbing mereka kepada kebaikan, karena kebaikan pemimpin adalah kebaikan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6- Di antara yang dilakukan oleh Nabi saw di saat beliau berkhutbah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim dalam &lt;i&gt;Zadul Ma’ad&lt;/i&gt; 1/415 menyebutkan bahwa Nabi saw berhutbah dengan bersandar kepada tongkat atau busur sebelum beliau membuat mimbar, setelah mimbar ada maka beliau meninggalkannya, setelah hamdalah dan tasyahud beliau mengucapkan, “Amma ba’du.” Jika beliau berkhutbah maka kedua mata beliau memerah, suara beliau tinggi, seolah-olah beliau sedang memberi peringatan tentang serangan musuh, “Musuh akan menyerang kalian di pagi atau sore hari.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau memerintahkan orang yang masuk masjid untuk shalat dua rakaat, beliau memerintahkan orang yang melangkahi pundak untuk meninggalkan perbuatannya lalu duduk, beliau pernah turun dari mimbar untuk mengambil dua orang cucunya, al-Hasan dan al-Husain, lalu beliau membawa keduanya naik mimbar, beliau meminta hujan di atas mimbar ketika seorang laki-laki mengadukan kekeringan, beliau menunjuk dengan jari telunjuknya dalam khutbah pada saat menyebutkan nama Allah Ta'ala dan pada saat berdoa. Rasulullah saw mengajarkan dalam khutbahnya dasar-dasar Islam dan syariat-syariatnya kepada sahabat-sahabatnya, beliau memerintahkan dan melarang mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata, “Barangsiapa memperhatikan khutbah-khutbah Nabi saw dan para sahabatnya niscaya dia melihatnya berisi penjelasan tentang hidayah dan tauhid, menyebutkan sifat-sifat Allah Ta'ala, dasar-dasar iman yang menyeluruh, dakwah kepada Allah, mengingatkan nikmat-nikmatNya yang menjadikanNya dicintai oleh makhlukNya, memperingatkan mereka terhadap hari perjumpaan denganNya yang membuat mereka takut terhadap siksaNya, memerintahkan mereka untuk mengingatNya dan bersyukur kepadaNya yang membuat mereka dicintai olehNya, maka mereka mengingat kebesaran Allah, nama-nama dan sifat-sifatNya sehingga mereka pun menyintainya, sehingga hadirin bubar dalam keadaan menyintai Allah dan Dia menyintai mereka.” (&lt;i&gt;Zadul Ma’ad 1/409&lt;/i&gt;).  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-3002979347653049451?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/3002979347653049451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/khutbah-jumat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3002979347653049451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3002979347653049451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/khutbah-jumat.html' title='KHUTBAH JUM&apos;AT'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-2011775946933654618</id><published>2010-06-05T23:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T23:05:08.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Sholat'/><title type='text'>SHALAT JUM'AT</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Shalat Jum’at dua raka’at ba’da khutbah, imam disunnahkan membaca surat al-A’la di raka’at pertama dan surat al-Ghasyiyah di raka’at kedua, atau surat al-Jumu’ ah dengan surat al-Munafiqun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur Ulama termasuk tiga imam, Malik, asy-Syafi'i dan Ahmad berpendapat bahwa makmum masbuq mendapatkan shalat Jum’at manakala dia mendapatkan satu raka’at, jika tidak maka dia shalat Zhuhur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, makmum masuk ketika imam sedang membaca surat al-Ghasyiyah, maka setelah imam salam, dia bangkit untuk shalat satu raka’at karena dia mendapatkan Jum’at, seandainya dia masuk pada saat imam ‘Sami’allahu liman hamidah’ di raka’at kedua, maka setelah imam salam dia bangkit shalat Zhuhur empat raka’at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil pendapat ini adalah sabda Nabi saw,   &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصَّلاَةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلاَة . &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Barangsiapa mendapatkan satu rakaat dari shalat, maka dia telah mendapatkan shalat itu&lt;/i&gt;.” Muttafaq alaihi dari Abu Hurairah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa makmum masbuq mendapatkan Jum’at jika dia mendapatkan tasyahud imam, maka dia cukup shalat dua rakaat setelah salam imam dan shalatnya sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu Shalat Jum’at&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur ulama berpendapat bahwa waktu shalat Jum’at adalah waktu shalat Zhuhur berdasarkan hadits Anas bahwa Nabi saw shalat Jum’at manakala matahari telah condong ke barat. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ahmad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salamah bin al-Akwa’ berkata, “Kami shalat Jum’at bersama Rasulullah saw apabila matahari tergelincir, kemudian kami pulang menelusuri bayangan.” Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berpendapat, boleh shalat Jum’at sebelum waktu Zhuhur karena waktunya mulai dari waktu shalat Id sampai akhir waktu Zhuhur, pendapat ini berdalil kepada hadits Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah saw shalat Jum’at, kemudian kami menengok unta-unta kami dan kami mengistirahatkannya manakala matahari tergelincir.” Diriwayatkan oleh Muslim, an-Nasa`i dan Ahmad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumhur menjawab hadits Jabir bahwa ia menunjukkan kesegeraan dalam pelaksanaannya &lt;i&gt;ba’da zawal&lt;/i&gt; tanda menunggu turunnya panas matahari. Wallahu a’lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jumlah Hadirin dalam Shalat Jum’at&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Jum’at dilaksanakan di suatu tempat di mana penduduknya adalah orang-orang yang tinggal permanen, bukan orang-orang yang nomaden yang hidup berpindah-pindah dan tidak menetap di suatu tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang jumlah minimal hadirin dalam shalat Jum’at, maka banyak pendapat, Imam Abu Hanifah berpendapat empat orang termasuk imam, Imam Malik berpendapat tidak ada ketentuan jumlah, yang penting berjamaah, Imam asy-Syafi'i berpendapat empat puluh termasuk imam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak yang tidak menetapkan syarat jumlah tertentu berdalil kepada hadits Thariq bin Syihab bahwa Nabi saw bersabda, &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;  &lt;br /&gt;الجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلىَ كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إلا أَرْبَعَة عَبْدٌ مَمْلُوْكٌ وَامْرَأةٌ وَصَبِيٌّ وَمَرِيْضٌ &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Shalat Jum’at adalah hak wajib atas setiap muslim dengan berjama’ah kecuali empat: hamba sahaya, wanita, anak-anak dan orang sakit.&lt;/i&gt;” Diriwayatkan oleh Abu Dawud. Imam an-Nawawi berkata, “Sanadnya shahih di atas syarat al-Bukhari dan Muslim.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pihak yang mensyaratkan empat puluh, maka mereka berdalil kepada hadits Abdurrahman bin Ka’ab dari bapaknya berkata, “Orang pertama yang mendirikan shalat Jum’at untuk kami di Madinah sebelum Rasulullah saw tiba adalah As’ad bin Zurarah di Naqi’ al-Khadhamat.” Aku bertanya, “Berapa jumlah kalian saat itu?” Dia menjawab, “Empat puluh.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan al-Baihaqi. An-Nawawi berkata, “Hadits hasan.” Wallahu a’lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hari Raya di hari Jum’at&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hari Raya bertepatan dengan hari Jum’at maka gugur kewajiban shalat Jum’at bagi siapa yang hadir di shalat Id, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Iyas bin Abu Ramlah asy-Syami berkata, aku melihat Mu'awiyah bertanya kepada Zaid bin Arqam, “Apakah kamu pernah menyaksikan dua hari Raya dalam satu hari bersama Rasulullah saw?” Zaid menjawab, “Ya.” Mu'awiyah bertanya, “Lalu apa yang beliau lakukan?” Zaid menjawab, “Beliau shalat Id kemudian memberikan keringanan untuk Jum’at, beliau bersabda, ‘&lt;i&gt;Barangsiapa berkenan untuk shalat maka hendaknya dia shalat.&lt;/i&gt;’ Diriwayatkan oleh Abu Dawud. Wallahu a’lam.    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-2011775946933654618?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/2011775946933654618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/shalat-jumat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2011775946933654618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2011775946933654618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/shalat-jumat.html' title='SHALAT JUM&apos;AT'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1731730033215562248</id><published>2010-06-05T23:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T23:02:12.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Ummul Mukminin ‘AISYAH BINTI ABU BAKAR (Wafat 57 H) -1</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah yang telah banyak dikenal. Aisyah laksana lautan luas dalam kedalaman ilmu dan takwa. Di kalangan wanita, dialah sosok yang banyak menghafal hadits-hadits Nabi, dan di antara istri-istri Nabi, dia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki istri Nabi yang lain. Ayahnya adalah sahabat dekat Rasulullah yang menemani beliau hijrah. Berbeda dengan istri Nabi yang lain, kedua orang tua Aisyah melakukan hijrah bersama Rasulullah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika wahyu datang kepada Rasulullah, Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah istrinya di dunia dan akhirat, sebagaimana diterangkan di dalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah : &lt;i&gt;‘Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutera hijau kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam., lalu berkata, ini adalah istrimu di dunia dan akhirat.” &lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah yang menerangkan kesuciannya dan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Nasab dan Masa KeciI Aisyab &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah adalah putri Abdullah bin Quhafah bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Tamim bin Marrah bin Ka’ab bin Luay, yang lebih dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq dan berasal dari suku Quraisy at-Taimiyah al-Makkiyah. Ayahnya adalah ash-Shiddiq dan orang pertama yang mempercayai Rasulullah ketika terjadi Isra’ Mi’raj, saat orang-orang tidak mempercayainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut riwayat, ibunya bernama Ummu Ruman. Akan tetapi, riwayat-riwayat lain mengatakan bahwa ibunya adalah Zainab atau Wa’id binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams. Aisyah pun digolongkan sebagai wanita pertama yang masuk Islam, sebagaimana perkataannya, “Sebelum aku berakal, kedua orang tuaku sudah menganut Islam.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ummu Ruman memberikan dua orang anak kepada Abu Bakar, yaitu Abdurrahman dan Aisyah. Anak Iainnya, yaitu Abdullah dan Asma, berasal dan Qatlah binti Abdul Uzza, istri pertama yang dia nikahi pada masa jahiliyah. Ketika masuk Islam, Abu Bakar menikahi Asma binti Umais yang kemudian melahirkan Muhammad, juga menikahi Habibah binti Kharijah yang melahirkan Ummu Kultsum. Aisyah dilabirkan empat tahun sesudah Nabi diutus menjadi Rasulullah. Ketika dakwah Islam dihambat oleh orang-orang musyrik, Aisyah melihat bahwa ayahnya menanggung beban yang sangat besar. Semasa kecil dia bermain- main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebagian besar riwayat disebutkan bahwâ Rasulullah membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pernikahan yang Penuh Berkah&lt;/b&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua tahun setelah wafatnya Khadijah radhiallahu ‘anha, datang wahyu kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. untuk menikahi Aisyah radhiallahu ‘anha. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah itu Rasulullah berkata kepada Aisyah, “Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutera seraya berkata, ‘Ini adalah istrimu.’ Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya, ‘Jika ini benar dari Allah, niscaya akan terlaksana.” Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Mekah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk di dalamnya Aisyah . Karena cuaca buruk yang melanda Madinah, Aisyah sakit keras dan badannya menyusut seperti juga dialami orang-orang Muhajirin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyaksikan hal itu, Rasulullah berdoa, “Ya Allah, jadikanlah karni sebagai orang yang mencintai Madinah sebagaimana cinta kami kepada Mekah, atau bahkan lebih lagi. Sembuhkanlah penghuninya dan penyakit. Berikanlah keberkahan kepada kami dalam timbangan dan takarannya. Lindungilah kami dan penyakit, dan alihkanlah penyakit itu ke Juhfah.” Allah mengabulkan doa Rasulullah, dan cuaca berangsur membaik, sehingga hilanglah penyakit yang melanda kaum muhajirin. Aisyah pun sembuh dan bersiap-siap menghadapi hari pernikahan dengan Rasuhillah Shallallahu alaihi wassalam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan izin Allah menikahlah Aisyah dengan maskawin lima ratus dirham. Ketika ditanya oleh Abu Salamah bin Abdurrahman tentang jumlah mahar yang diberikan Rasulullah: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Aisyab menjawab, Mahar Rasulullah kepada istri-irstrinya adalah dua belas uqiyah dan satu nasy. Tahukah kamu satu nasy itu? Dijawab, Tidak. Kemudian lanjut Aisyah. Satu nasy itu sama dengan setengah uqiyah, yaitu lima ratus dirham. Maka inilah mahar Rasulullah terhadap istri-istri beliau.“ &lt;/i&gt;(HR. Muslim)  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Istri Kecintaan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah tinggal di kamar yang berdampingan dengan Masjid Nabawi. Di kamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Di hati Rasulullah, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan itu tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, “Cinta pertama yang terjadi di dalam Islam adalah cintanya Rasulullah kepada Aisyah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di dalam riwayat Tirmidzi dikisahkan, “Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah di hadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya, ‘Sungguh celaka kamu. Kamu telab menyakiti istri kecintaan Rasulullah’.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain itu ada juga kisah lain yang menunjukkan besarnya cinta Nabi kepada Aisyah, dan itu sudah diketahui oleh kaurn muslimin saat itu. Oleh karena itu, kaum muslimin senantiasa menanti-nanti datangnya hari giliran Rasulullah pada Aisyah sebagai hari untuk menghadiahkan sesuatu kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Keadaan seperti itu menimbulkan kecemburuan di kalangan istri Rasulullah lainnya. Tentang hal itu Aisyah pernah berkata : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Orang-orang berbondong-bondong memberi hadiah pada hari giliran Rasulullah padaku. Karena itu, teman-temanku (istri Nabi yang lainnya) berkumpul di tempat Ummu Salamah. Mereka berkata, ‘Hai Ummu Salamah, demi Allah, orang-orang berbondong-bondong mernberikan hadiah pada hari giliran Rasulullah di rumah Aisyah, sedangkan kita juga ingin rnemperoleh kebaikan sebagaimana yang diinginkan oleh Aisyah.’ Melihat reaksi seperti itu, Rasulullah meminta kaum muslimin untuk memberikan hadiah kepada beliau pada hari giliran istri Rasulullah yang mana saja. Ummu Salamah pun telah menyatakan keberatan kepada Rasulullah. Dia berkata, “Rasulullah berpaling dariiku. Ketika beliau mendatangi aku, akupun kembali mernperingatkan hal itu, tetapi beliau berbuat hal yang serupa. Ketika aku rnenginatkan beliau untuk yang ketiga kalinya, beliau tetap berpaling dariku, sehingga akhirnya beliau bersabda, ‘Demi Allah, wahyu tidak turun kepadaku selama aku berada di dekat kalian, kecuali ketika aku dalam satu selimut bersama Aisyah.” (HR. Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, ”Demi Allah, dia adalah manusia yang paling beliau cintai setelah ayahnya (Abu Bakar).” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu waktu, Rasulullah ditanya oleh Amru bin ‘Aash, &lt;i&gt;“Siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah!” Amru bertanya lagi, “Dan dari kalangan laki-laki?” Beliau menjawab, “Ayahnya!”&lt;/i&gt; (Hadits muttafaqirn ‘alaihi) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di antar istri-istri Rasulullah, Saudah binti Zum’ah sangat memahami keutamaan- keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari Shafiyah bin Huyay meminta kerelaan Rasulullah melalui Aisyah, yaitu sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Suatu ketika Rasulullah enggan mendekati Shafiyah binti Huyay bin Ahthab. Karena itu Shafyyah berkata kepada Aisyah, ‘Hai Aisyah, apakah engkau dapat merelakan Rasulullah kepadaku? Dan engkau akan mendapatkan hari bagianku. ‘Aisyab menjawab, ‘Ya!’ Kernudian Aisyah mengambil kerudung yang ditetesi za’faran dan disiram dengan air agar lebih harum. Setelah itu dia duduk di sebelah Rasulullah, narnun beliau bersabda, ‘Ya Aisyah, menjauhlah engkau dariku. Hari ini bukan hari bagianmu. ‘Aisyah berkata, ‘Ini adalah keutamaan yang diberiikan Allah kepada dia yang dikehendaki-Nya.’ Aisyah kemudian menceritakan duduk permasalahannya dan Rasulullah pun rela kepada Shafyyah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah. Menjelang wafat, Rasulullah meminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat di rumah Aisyah selama sakitnya hingga wafatnya. Dalam hal ini Aisyah berkata, &lt;i&gt;“Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah wafat di pangkuanku.”&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Fitnah Terhadapnya &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah pernah mengalami fitnah yang mengotori lembaran sejarah kehidupan sucinya, hingga turun ayat Al-Q ur’an yang menerangkan kesucian dirinya. Kisahnya bermula dari sini. Seperti biasanya, sebelum berangkat perang, Rasulullah mengundi istrinya yang akan menyertainya berperang. Ternyata undian jatuh kepada Aisyah, sehingga Aisyah yang menyertai beliau dalam Perang Bani al-Musthaliq. Saat itu bertepatan dengan turunnya perintah memakai hijab. Setelah perang selesai dan kaum muslimin memetik kemenangan, Rasulullah kembali ke Madinah. Ketika tentara Islam tengah beristirahat di sebuah pelataran, Aisyah masih berada di dalam sekedup untanya. Pada malam harinya, Rasulullah mengizinkan rombongan berangkat pulang. Ketika itu Aisyah pergi untuk hajatnya, dan kembali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata, kalung di lehernya jatuh dan hilang, sehingga dia keluar dan sekedup dan mencari-cari kalungnya yang hilang. Ketika pasukan siap berangkat, sekedup yang mereka angkat ternyata kosong. Mereka mengira Aisyah berada di dalam sekedup. Setelah kalungnya ditemukan, Aisyah kembali ke pasukan, namun alangkah kagetnya karena tidak ada seorang pun yang dia temukan. Aisyah tidak meninggalkan tempat itu, dan mengira bahwa penuntun unta akan tahu bahwa dirinya tidak berada di dalamnya, sehingga mereka pun akan kembali ke tempat semula. Ketika Aisyah tertidur, lewatlah Shafwan bin Mu’thil yang terheran-heran melihat Aisyah tidur. Dia pun mempersilakan Aisyah menunggangi untanya dan dia menuntun di depannya. Berawal dari kejadian itulah fitnah tersebar, yang disulut oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika tuduhan itu sarnpai ke telinga Nabi, beliau mengumpulkan para sahabat dan meminta pendapat mereka. Usamah bin Zaid berkata, “Ya Rasulullah, dia adalah keluargamu … yang kau ketahui hanyalah kebaikan semata.“ Ali juga berpendapat, “Ya Rasulullah, Allah tidak pernah mempersulit engkau. Banyak wanita selain dia.” Dari perkataan Ali, ada pihak yang memperuncing masalah sehingga terjadilah pertentangan berkelanjutan antara Aisyah dan Ali. Mendengar pendapat-pendapat dari para sahabat Nabi, bentambah sedihlah Aisyah, terlebih setelah dia melihat adanya perubahan sikap pada diri Nabi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Aisyah sedang duduk-duduk bersarna orang tuanya, Rasulullah menghampirinya dan bersabda: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Wahai Aisyah aku mendengar berita bahwa kau telah begini dan begitu. Jika engkau benar-benar suci, niscaya Allah akan menyucikanmu. Akan tetapi, jika engkau telah berbuat dosa, bertobatlah dengan penuh penyesalan, niscaya Allah akan mengampuni dosamu.” Aisyah menjawab, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau telah mendengar kabar inmi, dan ternyata engkau mempercayainya. Seandainya aku katakan bahwa aku tetap suci pun, niscaya hanya Allahlah yang mengetahui kesucianku, dan tentunya engkau tak akan mempercayaiku. Akan tetapi, jika aku mengakui perbuatan itu, sedangkan Allah mengetahui bahwa aku tetap suci, maka kau akan mempercayai perkataanku. Aku hanya dapat mengatakan apa yang dikatakan Nabi Yusuf, ‘Maka bersabar itu lebih baik’. Dan Allah pula yang akan menolong atas apa yang engkau gambarkan.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah sangat mengharapkan Allah menurunkan wahyu berkaitan dengan masalahnya, namun wahyu itu tidak kunjung turun. Baru setelah beberapa saat, sebelum seorang pun meninggalkan rumah Rasulullah, wahyu yang menerangkan kesucian Aisyah pun turun kepada beliau. Rasulullah segera menemui Aisyah dan berkata, “Hai Aisyah, Allah telah menyucikanmu dengan firman-Nya : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat Balasan dari dosa yang dikerjakannya. dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.”&lt;/i&gt; (QS. An-Nuur : 11)  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikianlah kemulian yang disandang Aisyah, sehingga bertambahlah kemuliaan dan keagungannya di hati Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Perjalanan Hidup yang Mulia &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada hakikatnya, setiap manusia memiliki kelemahan, begitu juga halnya dengan Aisyah, yang selain memiliki kehormatan dan martabat juga memiliki kekurangan. Dalam hal ini dia pernah berkata, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Aku tidak pernah melihat pembuat makanan seperti Shafiyyah. Dia selalu menghadiahi makanan kepada Rasulullah. Tanpa sadar aku pernah memecahkan tempat makanan yang dibawa Shafiyyah. Aku bertanya kepada Rasulullah apa yang dapat dijadikan sebagai tempat yang pecah itu. Rasulullab menjawab, ‘Tempat diganti dengan tempat dan makanan diganti dengan makanan.“ (HR. Bukhari) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah pernah berkata : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Halah binti Khuwailid, saudara perempuan Khadijah, meminta izin kepada Rasulullah. Ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. merasa bahwa cara Halah meminta izin sama dengan cara Khadijah meminta izin, dan beliau merasa senang atas semua itu. Lalu beliau berkata, ‘Ya Allah, inilah Halah binti Khuwailid.’ Aku berkata, ‘Apa yang engkau sebut itu adalab seorang nenek dari nenek-nenek kaum Quraisy, yang kedua sudut mulutnya merah. Dia telah tua renta ditelan masa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Allah memberi untukmu pengganti yang lebih baik daripada dia.‘ Mendengar itu Rasulullah menjawab, ‘Allah tidak akan memberikan pengganti yang lebib baik darpada Khadijah. Dia telah beriman kepadaku ketika orang lain mengingkariku. Dia telah mempercayaiku ketika orang lain mendustakanku. Dia telah mendermakan harta bendanya untuk perjuanganku ketika orang lain menolak memberikan harta mereka. Allah telah memberkahiku dengan putra-putri lewat Khadijah ketika yang lain tidak memberiku anak.” (HR. Ahmad dan Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terdapat beberapa pendirian yang tegas dan pemecahan problema hukum yang penting, baik khusus yang berkaitan dengan wanita maupun secara umum yang berkaitan dengan kehidupan kaum muslimin secara umum. Diriwayatkan bahwa pada zaman dahulu seorang laki-laki dapat menceraikan istrinya dengan sekehendak hati. Wanita itu akan kembali menjadi istrinya jika suaminya membujuk kembali dalam keadaan iddah, sekalipun dia telah menceraikannya seratus kali. Bahkan suami itu berkata kepada istrinya, “Demi Allah, aku akan menceraikanmu sehingga engkau menjadi jelas, dan aku tidak akan memberimu nafkah selamanya”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Istrinya menemui Aisyah dan menceritakan. Dia menjawab, Aku menceraikanmu jika iddahmu hampir berakhir, dan jika engkau telah suci kembali, aku akan merujukmu kembali. Istrinya menemui Aisyah dan menceritakan masalah yang dihadapinya. Aisyah terdiarn hingga Rasulullah datang. Beliau pun diam tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut hingga turunlah ayat : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma‘ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik….” &lt;/i&gt;(al-Baqarah : 229)  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Suatu ketika dia mendengar bahwa kaum wanita dari Hamash di Syam mandi di tempat pemandian umum. Aisyah mendatangi mereka dan berkata, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda, ‘Perempuan yang menanggalkan pakaiannya di rumah selain rumah suaminya maka dia telah membuka tabir penutup antara dia dengan Tuhannya.“ &lt;/i&gt;(HR. Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah)  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah pun pernah menyaksikan adanya perubahan pada pakaian yang dikenakan wanita-wanita Islam setelah Rasulullah wafat. Aisyah menentang perubahan tersebut seraya berkata, “Seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita (masa kini), niscaya beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di dalam Thabaqat Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul-Mukminin Aisyah . Ketika itu Hafsyah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;  Buku &lt;i&gt;Dzaujatur-Rasulullah&lt;/i&gt;, karya Amru Yusuf, Penerbit Darus-Sa’abu, Riyadh. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dinukil oleh :&lt;/b&gt; Abu Thalhah Andri Abdul Halim &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1731730033215562248?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1731730033215562248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/ummul-mukminin-aisyah-binti-abu-bakar_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1731730033215562248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1731730033215562248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/ummul-mukminin-aisyah-binti-abu-bakar_05.html' title='Ummul Mukminin ‘AISYAH BINTI ABU BAKAR (Wafat 57 H) -1'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-4163295624938132790</id><published>2010-06-05T23:00:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T23:00:30.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Ummul Mukminin ‘AISYAH BINTI ABU BAKAR (Wafat 57 H) -2</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Hadist yang Diriwayatkan Aisyah &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah memiliki wawasan ilmu yang luas serta menguasai masalah-masalah keagamaan, baik yang dikaji dari Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi, maupun ilmi fikih. Tentang masalah ilmu-ilmu yang dimiliki Aisyah ini, di dalam Al-Mustadrak, al-Hakim mengatakan bahwa sepertiga dari hukum-hukum syariat dinukil dan Aisyah. Abu Musa al-Asya’ari berkata, “Setiap kali kami menemukan kesulitan, kami temukan kemudahannya pada Aisyah.” Para sahabat sering meminta pendapat jika menemukan masalah yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri. Aisyah pun sering mengoreksi ayat, hadits, dan hukum yang keliru diberlakukan untuk kemudian dijelaskan kembali maksud yang sebenarnya. Salah satu contoh adalah perkataan yang diungkapkan oleh Abu Hurairah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika itu Abu Hurairah merujuk hadits yang diriwayatkan oleh Fadhi ibnu Abbas bahwa barang siapa yang masih dalam keadaan junub pada terbit fajar, maka dia dilarang berpuasa. Ketika Abu Hurairah bertanya kepada Aisyah, Aisyah menjawab, “Rasulullah pernah junub (pada waktu fajar) bukan karena mimpi, kemudian beliau meneruskan puasanya.” Setelah mengetahui hal itu, Abu Hurairah berkata, “Dia lebih mengetahui tentang keluarnya hadits tersebut.” Kamar Aisyah lebih banyak berfungsi scbagai sekolah, yang murid-muridnya berdatangan dari segala penjuru untuk menuntut ilmu. Bagi murid yang bukan mahramnya, Aisyah senantiasa membentangkan kain hijab di antara mereka. Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari A1-Qur’an dan Sunnah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau, sebagairnana perkataannya ini : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Aku pernah melihat wahyu turun kepada Rasulullah pada suatu hari yang sangat dingin sehingga beliau tidak sadarkan diri, sementara keringat bercucuran dari dahi beliau.“&lt;/i&gt; (HR. Bukhari)  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dia memperoleh ilmu langsung dan Rasulullah sebagaimana ungkapannya ini : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ‘Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut….’ (QS. Al-Mu’minun: 60). Apakah yang dimaksud dengan ayat di atas adalah para peminum khamar dan pencuri?” Beliau menjawab, ‘Bukan, putri ash-Shiddiq! Mereka adalah orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah, tetapi takut (amal mereka tidak diterima). Mereka menyegerakan diri dalam kebaikan, tetapi mendahului (menentukan sendiri) kebaikan tersebut.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah berkata lagi: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang firman Allah: ‘Yauma tabdalul-ardhu ghairal-ardha was-samawati. Di manakah manusia berada, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Manusia berada di atas shirath.“ (HR. Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah termasuk wanita yang banyak menghafalkan hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wassalam, sehingga para ahli hadits menernpatkan dia pada urutan kelima dari para penghafal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik, dan Ibnu Abbas. Aisyah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki siapa pun, yaitu meriwayatkan hadits yang langsung dia peroleh dan Rasulullah dan menghafalkannya di rumah. Karena itu, sering dia meriwayatkan hadits yang tidak pernah diriwayatkan oleh perawi hadits lain. Para sahabat penghafal hadits sering mengunjungi rurnah Aisyah untuk langsung memperoleh hadits Rasulullah karena kualitas kebenarannya sangat terjamin. Jika berselisih pendapat tentang suatu masalah, tidak segan-segan mereka meminta penyelesaian dari Aisyah. Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, anak saudara laki-laki Aisyah, mengatakan bahwa pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Utsman, Aisyah rnenjadi penasihat pemerintah hingga wafat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah dikenal sebagai perawi hadits yang mengistinbath hukum sendiri ketika kejelasan hukumnya tidak ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadits lain. Dalam hal ini, Abu Salamah berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih mengetahui Sunnah Rasulullah, lebih benar pendapatnya jika dia berpendapat, lebih mengetahui bagaimana Al-Qur’an turun, serta lebih mengenal kewajibannya selain Aisyah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu ketika Saad bin Hisyam menemui Aisyah, dan berkata, “Aku ingin bertanya tentang bagaimana pendapatmu jika aku tetap membujang selamanya.” Aisyah menjawab, “Janganlah kau lakukan hal itu, karena aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda tentang firman Allah: ‘Telah kami utus rasul-rasul sebelummu, dan Kami telah ciptakan bagi mereka istri-istri dan keturunan.’ Oleh karena itu, janganlah kamu membujang.” Urwah bin Zubeir, salah seorang murid Aisyah, sangat mengagumi keluarbiasaan penguasaan ilmu Aisyah. Dia berkata, &lt;i&gt;“Aku berpikir tentang urusanmu. Sungguh aku mengagumimu. Menurutku engkau adalah manusia yang paling banyak mengetahui sesuatu.” &lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah berkata, “Apa yang menyebabkanmu berpendapat seperti itu?” Dia menjawab, “Engkau adalah istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan putri Abu Bakar. Engkau mengetahui hari-hari, nasab, dan syair orang-orang Arab.” Dia berkata lagi, “Apa yang menyebabkan engkau dan ayahmu menjadi orang yang paling pandai dariipada seluruh orang Quraisy? Aku sangat mengagumi kepandaianmu tentang ilmu medis. Dari manakah engkau mendapatkan ilmu itu?” Aisyah menjawab, “Wahai Urwah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sering sakit, sehingga dokter-dokter Arab dan bukan Arab datang mengobati beliau. Dari merekalah aku belajar.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang penguasaan bahasa dan sastranya, kembali Urwah berkomentar, “Demi Allah, aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih fasih dariipada Aisyah selain Rasulullah sendiri.” Al-Ahnaf bin Qais berkata, “Aku telah mendengar khutbah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Alii bin Abi Thalib. Hingga saat ini aku belum pernah mendengar satu perkataan pun dari makhluk Tuhan yang lebih berisi dan baik daripada perkataan Aisyah.” Salah satu contoh kefasihannya dapat kita lihat dari kata-katanya pada kuburan ayahnya, Abu Bakar : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Allah telah mengilaukan wajahmu, dan bersyukur atas kebaikan yang telah engkau perbuat. Engkau merendahkan dunia karena engkau berpaling darinya. Akan tetapi, untuk engkau adalah mulia, karena engkau selalu menghadap untuknya. Kalau peristiwa terbesar setelah Rasulullah wafat dan musibah terbesar adalah kematianmu, Kitab Allah rnenghibur dengan kesabaran dan menggantikan yang baik selainmu. Aku merasakan janji Allah yang telah ditetapkan bagirnu dan ikhlas atas kepergianmu. Dengan memohon dari-Nya gantimu dan aku berdoa untukmu. Kami hanyalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Bagimu salam sejahtera dan rahmat Allah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Aisyah pun sering keluar kata-kata hikmah yang terkenal, seperti : &lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bagi Allah mutiara takwa. Takkan ada kesembuhan bagi orang yang di dalarn hatinya terbersit kemarahan. Pernikahan adalah perbudakan, maka seseorang hendaklah melihat kepada siapa dia mengabdikan putri kemuliaannya.”&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Rasulullah Wafat dan Dikuburkan di Kamarnya &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah selama sakit di kamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Di bawah ini dia melukiskan detik-detik terakhir beliau menjelang wafat : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sungguh merupakan nikmat Allah bagiku, Rasulullab wafat di rurnahku pada hariku dan dalam dekapanku. Allah telah menyatukan ludahku dan ludah beliau menjelang wafat. Abdurrahman menemuiku, di tangannya tergenggam siwak, sementara aku menyandarkan beliau. Aku melihat beliau menoleh ke arah Abdurrahman, aku segera memahami bahwa beliau menyukai siwak. Aku berbisik kepada beliau, ‘Bolehkah aku haluskan siwak untukmu?’ beliau memberi isyarat dengan kepala, sepertinya mengisyaratkan ‘ya’. Kemudian beliau menyuruhku menghentikan menghaluskan siwak, sernentara di tangan beliau ada bejana berisi air. Beliau mernasukkan kedua belab tangan dan mengusapkannya ke wajah seraya berkata, ‘Laa ilaaha illahu… setiap kematian mengalami sekarat (beliau mengangkat tangannya)… pada Allah Yang Maha Tinggi. ‘Beliau menggenggam tangan dan perlahan-lahan tangan beliau jatuh ke bawab.“ (HR. Muttafaq Alaih) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dikuburkan di kamar Aisyah, tepat di tempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, “Jika yang engkau lihat itu benar, maka di rumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia di muka bumi.” Ketika Rasulullah wafat, Abu Bakar berkata, “Beliau adalah orang yang paling mulia di antara ketiga bulanmu.” Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur di rumah Aisyah. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Setelah Rasulullah Wafat &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah Rasulullah wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap takdir Allah, dan selalu berdiam diri di dalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah berrnaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul-bait, dan membersihkan kamu sebersih- bersihnya.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Ahzab:33)  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah ke makam Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Ketika istri-istri Nabi hendak mengutus Utsman menghadap Khalifàh Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi yang merupakan bagian mereka, Aisyah justru berkata, “Bukankah Rasulullah telah berkata, ‘Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semasa kekhalifahan Abu Bakar, kadar keilmuan Aisyah tidak begitu tampak di kalangan kaum muslimin, karena dengan jarak waktu wafatnya Rasulullah sangat dekat, juga karena kaum muslimin sedang disibukkan oleh perang Riddah (perang melawan kaum murtad). Setelah dua tahun tiga bulan dan sepuluh malam, khalifah pertama, Abu Bakar, meninggal dunia. Sebelum meninggal, Abu Bakar berwasiat kepada putrinya agar menguburkannya di sisi Rasulullah. Aisyah melaksanakan perintah ayahnya, dan ketika Abu Bakar rneninggal, Aisyah menguburkan jenazahnya di sisi Nabi, kepalanya diletakkan pada sisi pundak Nabi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ilmu Aisyah mulai tampak pada masa kekhalifahan Umar, sehingga para sahabat besar senantiasa merujuk pendapat Aisyah jika mereka dihadapkan pada permasalahan- permasalahan yang berkenaan dengan kaum muslimin. Di dalam Thabaqat, dari Mahmud bin Luhaid, lbnu Saad berkata, “Para istri Nabi banyak rnenghafal hadits Nabi, namun hafalan Aisyah dan Ummu Salamah tidak ada yang dapat menandingi. Aisyah adalah penasihat kekhalifahan Umar dan Utsman hingga dia meninggal. Pada waktu itu, Umar sangat memperhatikan keadaan istri-istri Nabi. Tentang hal itu Aisyah berkata, ‘Umar bin Khaththab selalu memperhatikan keadaan kami dari ujung kepala sampai ujung kaki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia memiliki tempat kurma besar yang selalu diisi buah-buahan dan kemudian dikirimkan kepada istri-istrii Nabi Shallallahu alaihi wassalam.’ Begitu juga dengan Utsman bin Affan. Aisyah sangat menghormati Utsman karena kedudukannya sangat terhormat di hati Rasulullah. Utsman bin Affan memiliki kedermawanan dan rasa malu yang besar, sehingga Aisyah pernah berkata, ‘Nabi Shallallahu alaihi wassalam. sangat malu jika bertemu dengan Utsman. Jika Nabi bertemu dengannya, beliau akan duduk di sampingnya dan merapikan bajunya.’ Ketika Aisyah menanyakan hal itu, beliau menjawab, ‘Aku merasa malu kepada seseorang yang kepadanya malaikat sangat malu.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di dalam hadits Nabi, Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah berwasiat kepada Utsman agar jangan turun dari kekhalifahan jika belum terlaksana dengan sempurna. Beliau bersabda, “Wahai Utsman, sesungguhnya pada suatu hari nanti Allah akan mengangkatmu dalam urusan ini. Jika orang-orang munafik menginginkan agar engkau meninggalkan baju kebesaran yang Allah pakaikan kepadamu, janganlah engkau melepaskannya.” Beliau mengulang perkataan tersebut tiga kali. Ketika Utsman meninggal di tangan pemberontak, Aisyahlah yang pertama menuntut balas atas kematiannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkaitan dengan masalah permusuhan Aisyah dan Ali, terdapat hadits dari Aisyah sendiri yang menetralkan isu tersebut. Aisyah dan Ali memiliki kedudukan yang mulia dan terhormat, dan tentunya Aisyah tidak akan melupakan bahwa Ali adalah anak paman Rasulullah sekaligus sebagai suami dari putri Rasulullah. Aisyah pun tentu tidak akan melupakan kegigihan Ali dalam berjihad di jalan Allah dan menjadi orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak. Isu pertentangan Ali dan Aisyah tentu saja tidak beralasan karena Aisyah sangat meyakini kualitas ilmu dan sifat amanah Ali. Ketika Suraih bin Hani menanyakan kepada Aisyah tentang mengusap khuffain (penutup kepala) ketika berwudhu, maka Aisyah menjawab, “Datanglah kepada Ali, karena dia selalu bepergian (safar) bersama Rasulullah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah Ali wafat, Aisyah senantiasa berada di rumah dan memberikan pelajaran hadits dan tafsir ayat Al-Qur’an. Aisyah tidak pernah rela membiarkan sepak terjang Mu’awiyah bin Abu Sufyan yang banyak bertentangan dengan syariat Islam walaupun Mu’awiyah senantiasa berusaha menarik simpatik dan kerelaan Aisyah. Suatu saat, Mu’awiyah mengutus seseorang untuk meminta fatwa kepada Aisyah yang isinya, “Tuliskan untukku, dan jangan terlalu banyak!” Aisyah menjawab, “Salam sejahtera buatmu. Aku mendengar Rasululiah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda, ‘Barang siapa yang mencari keridhaan Allah sementara manusia marah, niscaya Allah cukupkan baginya pemaafan manusia. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan kemurkaan Allah, niscaya Allah wakilkan masalah tersebut kepada manusia. Salam sejahtera untukmu.” &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wafatnya Aisyah &lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 tahun, bertepatan dengan bulan Ramadhan, tahun ke-58 hijriah, dan dikuburkan di Baqi’. Kehidupan Aisyah penuh kernuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah, selalu beribadah, serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Bahkan dia sering memberikan anjuran untuk shalat malam kepada kaum muslimin. Dari Abdullah bin Qais, Imam Ahmad menceritakan, “Aisyah berkata, ‘Janganlah engkau tinggalkan shalat malam, karena sesungguhnya Rasulullah tidak pernah meninggalkannya. Jika beliau sakit atau sedang malas, beliau melakukannya sambil duduk.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aisyah memiliki kebiasaan untuk memperpanjang shalat, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dan Abdullah bin Abu Musa, “Mudrik atau Ibnu Mudrik mengutusku kepada Aisyah untuk menanyakan segala urusan. Aku tiba ketika dia sedang shalat dhuha, lalu aku duduk sampai dia selesai melaksanakan shalat. Mereka berkata, ‘Sabar-sabarlah kau menunggunya.” Aisyah pun senantiasa memperbanyak doa, sangat takut kepada Allah, dan banyak berpuasa sekalipun cuaca sedang sangat panas. Di dalam Musnadnya, Ahmad berkata, “Abdurrahman bin Abu Bakar menemui Aisyah pada hari Arafah yang ketika itu sedang berpuasa sehingga air yang dia bawa disiramkan kepada Aisyah. Abdurrahman berkata, ‘Berbukalah.’ Aisyah menjawab, ‘Bagaimana aku akan berbuka sementara aku mendengar Rasulullah telah bersabda, ‘Sesungguhnya puasa pada hari Arafah akan menebus dosa-dosa tahun sebelumnya.” &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga di dalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. Nabi Shallallahu alaihi wassalam. pernah bersabda, “Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di dalam riwayat lain dikatakan, &lt;i&gt;“Aku didatangi oleh seorang ibu yang membawa dua orang putrinya. Dia meminta sesuatu dariku sedangkan aku tidak memiliki apa pun untuk diberikan kepada mereka selain satu biji kurma. Aku memberikan kurma itu kepadanya, dan ibu itu membaginya kepada kedua anaknya. Dia berdiri kern udian pergi. Setelab itu Rasulullab masuk dan bersabda, ‘Barang siapa mengasuh anak-anak itu dan berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan rnenjadi penghalang baginya dari api neraka.“ &lt;/i&gt;(HR. Muttafaq Alaihi). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada juga riwayat lain yang membuktikan kedermawanan Aisyah. Urwah berkata, “Mu’awiyah memberikan uang sebanyak seratus ribu dirham kepada Aisyah. Demi Allah, sebelum matahari terbenam, Aisyah sudah membagi-bagikan sernuanya. Budaknya berkata, ‘Seandainya engkau belikan daging untuk kami dengan uang satu dirham.’ Aisyah menjawab, ‘Seandainya engkau katakan hal itu sebelum aku membagikan seluruh uang itu, niscaya akan aku lakukan hal itu untukmu.” &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Aisyah  dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt;  Buku &lt;i&gt;Dzaujatur-Rasulullah&lt;/i&gt;, karya Amru Yusuf, Penerbit Darus-Sa’abu, Riyadh. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dinukil oleh :&lt;/b&gt; Abu Thalhah Andri Abdul Halim &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-4163295624938132790?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/4163295624938132790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/ummul-mukminin-aisyah-binti-abu-bakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4163295624938132790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4163295624938132790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/ummul-mukminin-aisyah-binti-abu-bakar.html' title='Ummul Mukminin ‘AISYAH BINTI ABU BAKAR (Wafat 57 H) -2'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-6492241615863876202</id><published>2010-06-05T22:57:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T22:57:38.723-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Islami'/><title type='text'>PENGHAPUS-PENGHAPUS DOSA</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Termasuk bentuk kemurahan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; kepada kita adalah, Dia mensyari’atkan kepada kita sebagian amalam-amalan yang dapat menhapuskan dosa dan kesalahan. Dan sebagiannya telah datang dalam Al-Quran dan yang lainnya dalam as-Sunnahm Imam al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; telah menulis sbuah kitab dengan judul “Ma’rifatul Khishaal Mukaffiratu adz-Dzunub al-Muqaddamah Wa al-Muakhkharah” yang artinya “Mengetahui Penghapus-Penghapus Dosa Yang Lalu dan Yang Akan Datang” dan kami telah meringkas perkara-perkara tersebut dari kitab ini dan selainnya yang membahas tema yang sama yaiut tentang hal-hal yang bisa menhapuskan dosa. Kami meminta kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; dengan Asmaul Husna dan Sifatnya yang tinggi agar memberikan manfaat kepada kami dan kepada seluruh kaum muslimin dengan apa-apa yang ada di dalamnya. Dan berikut ini sebagian amalan yang dapaat menhapuskan dosa: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; 1.Menyempurnakan wudhu dan berjalan menuju masjid&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;, bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا ويرفع به الدرجات قالوا بلى يا رسول الله قال إسباغ الوضوء على المكاره وكثرة الخطا إلى المساجد وانتظار الصلاة بعد الصلاة فذلكم الرباط فذلكم الرباط فذلكم الرباط &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رواه مالك ومسلم والترمذي والنسائي وابن ماجه بمعناه&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apakah kalian mau aku tunjukkan sesuatu dengannya Allah menghapuskan dosa dan ,meningkatkan derajat?” mereka berkata:’Tentu wahai Rasulullah ‘. Beliau menjawab:”Sempurnakanlah wudhu walaupun dalam kondisi tidak menyenangkan, memperbanyak langkah menuju masjid dan menunggu shalat setelah shalat, maka itu adalah &lt;i&gt;ribath&lt;/i&gt;, itu adalah &lt;i&gt;ribath&lt;/i&gt;, itu adalah &lt;i&gt;ribath&lt;/i&gt; (berjaga-jaga di daerah perbatasan musuh)” (Dtrtwayatkan oleh Imam Malik, Muslim, at-Tirmidzi dll. Lihat Shahih at-Targhib wa at-Tarhiib 185) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; 2.Puasa hari ‘Arafah dan ‘Asyuraa’&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;صيام يوم عرفة إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله و السنة التي بعده و صيام يوم عاشوراء إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:”Puasa hari ‘Arafah, aku berharap kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; hal itu menghapuskan satu tahun sebelumnya dan sesudahnya, dan puasa ‘Asyuraa’ aku berharap kepada Allah hal itu menghapuskan satu tahun sebelumnya” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi. Lihat Shahih al-Jaami’) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; 3. Shalat malam di bulan Ramadhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه رواه البخاري ومسلم وأبو داود والترمذي والنسائي&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:”Barang siapa yang, ,menghidupkan ramadhan (shalat di malamnya), diampuni dosanya yang telah lalu”. (HR. al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasaai) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Haji mabrur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول من حج فلم يرفث ولم يفسق رجع من ذنوبه كيوم ولدته أمه رواه البخاري وغيره &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:”Barang siapa yang berhaji dan dia tidak berbuat rafats (hubungan suami istri) dan tidak berbuat kefasikan maka kembali dari dosanya seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya”.(HR.al-Bukhari dan lainnya) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan Rasulullah &lt;i&gt;shallahu 'alaihi wasalam&lt;/i&gt; juga bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;الحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة رواه أحمد والطبراني في الأوسط صحيح الجامع (3170) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga”.(HR. Imam Ahmad dan ath-Thabrani. Shahihul Jami; (3170)) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Memaafkan (menghapus atau memberi tempo) orang yang berhutang dan bangkrut&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah berkata:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;عن النبي صلى الله عليه و سلم قال ( كان تاجر يداين الناس فإذا رأى معسرا قال لفتيانه تجاوزوا عنه لعل الله يتجاوز عنا فتجاوز الله عنه ) رواه البخاري فتح الباري(4/309)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Dari Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bahwa beliau bersabda:”Dahulu ada seorang pedagang yang memberikan hutang kepada manusia (para pembeli), apabila dia melihat mereka kesusahan dalam membayarnya dia berkata kepada pembantunya:’Maafkanlah dia (hapuskam atau tangguhkan hutangnya), semoga Allah kelak akan memaafkan kita. Maka Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; memaafkannya”.(HR Imam al-Bukhari. Fathul Bari 4/309) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Mengikuti/menyusul keburukan dengan kebaikan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; berfirman (artinya): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapuskan keburukan”.&lt;/i&gt; (QS.Huud: 114)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;7 - اتق الله حيثما كنت و أتبع السيئة الحسنة تمحها و خالق الناس بخلق حسن . ( حسن ) انظر حديث رقم : 97 في صحيح الجامع . &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Bertaqwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan ikutilah/susullah perbuatan buruj dengan kebaikanm, nisscaya dia (kebaikan) akan menghapuskannya, dan pergaulilah manusia dengan akhlaq yang terpuji”.(hadits hasan. Lihat hadits ke 97 dalam Shahihul Jami’) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.Menybarkan salam dan mempebagus ucapan&lt;/b&gt;,Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;" إن من موجبات المغفرة بذل السلام و حسن الكلام " .رواه الخرائطي في " مكارم الأخلاق وصححه الألباني في " السلسلة الصحيحة " 1935 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Sesungguhnya yang termasuk sebab pengampunan adalah menyebarkan salam dan baik dalam perkataan”.(HR.al-Kharaaithy dalam Makarimul Akhlaq. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah 1935) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Sabar ketika mendapatkan ujian&lt;/b&gt;,Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;" إن الله تعالى يقول : إذا ابتليت عبدا من عبادي مؤمنا ، فحمدني و صبر على ما ابتليته به ، فإنه يقوم من مضجعه ذلك كيوم ولدته أمه من الخطايا ، و يقول الرب للحفظة : إني أنا قيدت عبدي هذا و ابتليته ، فأجروا له من الأجر ماكنتم تجرون له قبل ذلك و هو صحيح " . أخرجه أحمد ( 4 / 123 ) وحسنه الألباني في " السلسلة الصحيحة "144&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Sesungguhnnya Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; berfirman:”Apabila Aku menguji salah seorang hambaku dari hamba-hamba-Ku yang beriman, lalu dia memuji-Ku dan bersabar terhadap ujian yang menimpanya, maka dia bangkit dari pembaringannya seperti ketika dia baru dilahirkan oleh ibunya (bersih) dari dosa. Dan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; berfirman kepada para Malaikat penjaga:”Aku telah mengikat hamba-Ku ini dan telah mengujinya, maka tulislah baginya pahala sebagaimana kalian menulisnya sebelum itu ketika dia sehat”.(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 4/123 dan dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah 144) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9.Menjaga Shalat lima waktu, sholat Jum’at dan puasa Ramadhan&lt;/b&gt;,Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Shalat lima waktu, (dari) shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa besar dijauhi”.(HR. Imam Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Menyempurnakan wudhu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ – أَوِ الْمُؤْمِنُ – فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلاَهُ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ ».&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;, bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:”Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu, maka ketika membasuh wajahnya keluar dari wajahnya dosa yang dia lihat dengan matanya bersama air wudhu atau tetesan air terakhir. Apabila membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari setiap tangannya dosa yang dia lakukan dengan tangannya bersama air atau air tetesan terakhir. Apabila membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dari tiap-tiap kakinya dosa yang dia tempuh dengan kakinya bersama air atau air tetesan terakhir”.(Syarah Shahih Musllim oleh Imam Nawawi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;11.Membaca dzikir-dzikir penhapus dosa&lt;/b&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;a.Imam Muslim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; meriwayatkan di dalam Shahihnya dari Sa’d bin Abi Waqqash &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; dari Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; , beliau bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;« مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا. غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ ». &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Barang siapa yang ketika mendengar adzan membaca:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;maka akan diampuni dosanya.(Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 4/331) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan barang siapa yang membaca:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dalam sehari 100 kali, dihapuskan kesalahannya walaupun seperti buih di lautan. (HR. al-Bukhari dan Muslim. Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 17/20) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Shahih Muslim juga dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; dari Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;« مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ ». &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Barang siapa yang bertasbih selesai shalat 33 kali, bertahmid 33 kali, bertakbir 33 kali maka itu 99 kali dan menggenapkannya seratus dengan kalimat:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ&lt;/div&gt;diampunilah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di laut.”(Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 5/99) &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Mu’adz bin Anas (dari bapaknya) &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:”Barang siapa yang makan lalu membaca:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;الحمد لله الذي أطعمني هذا ورزقنيه من غير حول مني ولا قوة &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan aku dan memberi rizki tanpa daya dan kekuatanku), diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR.at-Tirmidzi, dihasankan oleh al-Albani &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan barang siapa yang memakai pakaian lalu membaca:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;لحمد لله الذي كساني هذا و رزقنيه من غير حول مني و لا قوة&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Segala puji bagi Allah yang telah memberi pakaian kepadaaku dan memberi rizki tanpa daya dan kekuatanku), diampuni dosanya yang telah lalu.”(HR.Abu Dawud, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12.Adzan&lt;/b&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن المؤذن يغفر له مدى صوته &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Sesungguhnya muadzin diampuni dosanya sejauh mana suaranya”.(hasan, diriwayatkan oleh Imam Ahamad di dalam musnadnya. Lihat Shahihul Jami’) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;13.Shalat&lt;/b&gt;, dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أرأيتم لو أن نهرا بباب أحدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرات هل يبقى من درنه شيء ؟ قالوا لا يبقى من درنه شيء قال فذلك مثل الصلوات الخمس يمحو الله بهن الخطايا&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Apa pendapat kalian sekiranya ada sungai di depan pintu salah seorang di antara kalian, dia mandi setiap hari 5 kali, apakah tersisa kotorannya?Mereka (para Sahabat) berkata:”Tidak tersisa dari kotorannya sedikit pun.”Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:”itu seperti shalat lima waktu, Allah menghapuskan dosa-dosa dengannya.”(HR.al-Bukihari dan Muslim. Lihat Fathul Bari 2/11) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;14.Berjalan untuk shalat ke masjid&lt;/b&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;( صلاة الرجل في الجماعة تضعف على صلاته في بيته وفي سوقه خمسة وعشرين ضعفا وذلك أنه إذا توضأ فأحسن الوضوء ثم خرج إلى المسجد لا يخرجه إلا الصلاة لم يخط خطوة إلا رفعت له بها درجة وحط عنه بها خطيئة فإذا صلى لم تزل الملائكة تصلي عليه ما دام في مصلاه اللهم صل عليه اللهم ارحمه ولا يزال أحدكم في صلاة ما انتظر الصلاة )&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Shalatnya seorang laki-laki bersama jama’ah (di masjid). Dilipat gandakan dari shalatnya di rumahnya, di pasarnya 25 kali lipat, hal itu apabila dia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu keluar menuju masjid, tidaklah dia keluar kecuali untuk shalat, maka tidaklah dia melangkahkan kakinya satu langkah kecuali dinaikkan untuknya satu derajat, dan dihapuskan darinya satu kesalahan. Apabila selsai shalat maka para Malaikat terus-menerus mendoakannya selama dia berad di tempat shalatnya dengan doa: اللهم صل عليه اللهم ارحمهdan salah seorang di antara kalian berada dalam shala tselama menunggu shalat.(HR.al-Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;[&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b]Bertepatan ucapan “Aamiin” nya dengan amiin malaikat, Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;: ( إذا قال الإمام { غير المغضوب عليهم ولا الضالين } . فقولوا آمين فإنه من وافق قوله قول الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه &lt;/div&gt;p[]“Apabila imam menucapkan { غير المغضوب عليهم ولا الضالين }, maka ucapkanlah aamiin, karena barang siapa yan amiinya bertepatan dengan aamiinnya Malaikat maka diampuni dosanya yang telah lalu.”(HR. al-Bukhari dan Muslim. Lihat Fathul Bari 2/266) &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan masih banyak lagi penghapus-penghapus dosa yang lain, seperti ahalat malam. Jihad di jalan Allah, sedekah, telah mendapatkan hukuman had di dunia dan lain-lain.&lt;i&gt;Wallahu A’lam&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(&lt;b&gt;Sumber:”Ath-Thariq ilaa al-Janah”&lt;/b&gt;diterjemahkan dengan sedikit perubahan oleh Abu Yusuf Sujono) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-6492241615863876202?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/6492241615863876202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/penghapus-penghapus-dosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/6492241615863876202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/6492241615863876202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/penghapus-penghapus-dosa.html' title='PENGHAPUS-PENGHAPUS DOSA'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-323216070806085806</id><published>2010-06-05T22:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T22:53:21.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Islami'/><title type='text'>HAK “ASASI” BINATANG DALAM ISLAM</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Telah kita ketahui bersama, bahwa setiap makhluk memiliki haknya masing-masing dan Islam talah memerintahkan kita untuk memberikan setiap mereka haknya masing-masing. Dan tema kita pada kesempatan kali ini adalah tentang &lt;b&gt;hak binatang dalam islam&lt;/b&gt;. Dan di antara hak-hak binatang adalah:  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;1.Hak penjagaan dan perlindungan&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Bukhari &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;  &lt;br /&gt;عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال صلى الله عليه وسلم: نزل نبي من الأنبياء تحت شجرة فلدغته نملة فأخرج متاعه من تحتها ثم أمر ببيتها فأحرق بالنار فأوحى الله إليه فهلا نملة واحدة. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:”Salah seorang Nabi berteduh di bawah pohon, lalu digigit semut, maka dia mengeluarkan barang bawaannya dari bawah pohon. Kemudian diperintahkan untuk membakar sarang semutnya. Maka Allah mewahyukan kepada Nabi tersebut:”Kenapa tidak satu semut saja (yang engkau bunuh) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hadits di atas ada penjagaan dan perlindungan terhadap sarang semut dari kerusakan, seandainya Nabi tersebut membunuh satu semut yang menggigitnya saja, Allah tidak akan mencelanya. Termasuk penjagaan terhadap binatang adalah, bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; telah melarang untuk menjadikan bintang sebagai sasaran dalam melempar (lempar lembing, memanah, menembak dll). Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu'anhuma&lt;/i&gt; pernah melewati beberapa pemuda dari kalangan suku Quraisy yang menjadikan seekor burung atau ayam sebagai sasaran tembak dan mereka membayar untuk setiap kali panahan yang meleset dari sasaran kepada pemilik burung tersebut. Maka ketika mereka melihat Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu'anhuma&lt;/i&gt;, mereka bercerai-berai meninggalkannya, lalu Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu'anhuma&lt;/i&gt; berkata:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;          &lt;br /&gt;لعن الله من فعل هذا أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لعن من اتخذ شيئاً فيه الروح غرضا &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; melaknat siapa saja yang menjadikan makluk yang bernyawa sebagai sasaran. (memanah, menembak dan lain-lain)” &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan dalam hadits ini dan hadits-hadits yang lainnya ada penjealasan tentang hak binatang dalm penjagaanya.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;2.Hak Pemeliharaan&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang wanita masuk ke dalam Neraka karena dia mengurung seekor kucing sampai mati, karena dia tidak memberi makan dan juga tidak memberinya meminum. Dan juga dia tidak melepaskannya supaya dia memakan serangga (HR. al-Bukhari) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; pernah melewati seekor onta yang punggungnya menempel dengan perutnya (menunjukkan kurusnya), maka Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;اتقوا الله في هذه البهائم المعجمة, فاركبوها صالحة, وكلوها صالحة ) رواه أبو داوود وابن خزيمه في صحيحة, وقال: قد لحق ظهره ببطنه. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Bertaqwalah (takutlah) kepada Allah terhadap binatang yang kurus ini, kemudian naikilah secara baik dan makanlah dagingnya secara baik.”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dalam Kitab Shahihnya, dia berkata:”Punggungnya telah jauh dari perutnya (gemuk)) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;‘Aisyah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anha&lt;/i&gt; meriwayatkan bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; dahulu menjulurkan tempat minuman untuk kucing, maka kucing itupun meminumnya. Hadits-hadits seperti ini dan yang semisalnya menunjukkan tentang pemeliharaan Islam terhadap binatang. &lt;b&gt;Berangkat dari perhatian terhadap hak binatang dalam masalah pemeliharaan, sebagian kaum Muslimin telah mewakafkan sebuah tempat yang dinamakan ”Wakaf Kucing” yang mana mereka mempersiapkan makanan untuk kucing-kucing tersebut, setiap pagi dan sore.&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;3.Hak Kasih Sayang&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Islam telah menyayangi binatang, di dalam hadits dari Ibnu ‘Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu'anhuma&lt;/i&gt;, bahwa ada seorang laki-laki membaringkan seekor kambing untuk disembelih, dan dia mengasah/menajamkan pisaunya di dekatnya, maka Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;:" أتريد أن تميتها موتتين ؟ هلا أحددت شفرتك قبل أن تضيعها " رواه الطبري واللفظ له. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apakah engkau ingin membunhnya dua kali? Kenapa tidak engkau tajamkan pisaumu menyembelihnya (Riwayat Imam ath-Thabari)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال: كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر فانطلق لحاجته فرأينا حمرة (طائر) معها فرخان فأخذنا فرخيها فجاءت الحمرة فجعلت تعرش فجاء النبي صلى الله عليه وسلم فقال: من فجع هذه بولديها ردوا ولديها إليها. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan dari Ibnu Mas’ud &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; dia berkata:”Kami dahulu bersama Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; dalam sebuah safar (perjalanan), lalu beliau pergi untuk menunaikan hajatnya. Kemudian kami melihat Hamroh (burung) bersama dengan kedua anaknya yang masih kecil, lalu kami mengambil kedua anaknya. Maka datanglah burung itu dan dia kebingungan mencari anaknya. Lalu datanglah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt;, dan beliau bersabda:”Siapakah yang membuat bingung burung ini terhadap anak-anaknya? Kembalikanlah kedua anaknya kepadanya.”  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;4.Hak Makan dan Minum&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap binatang memiliki hak dalam masalah makan dan minum, dan kita telah mengetahui bahwa ada seorang wanita yang disiksa di Neraka karena seekor kucing yang dikurungnya dan tidak diberi makan. Dan dari Abu Huraiorah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;(بينما رجل يمشي فأشتد عليه العطش فنزل بئراً فشرب منها ثم خرج فإذا هو بكلب يلهث، يأكل الثرى من شدة العطش قال: لقد بلغ هذا الكلب مثل الذي بلغ بي، فملأ خفه ثم أمسكه بفيه ثم رقى فسقى الكلب فشكر الله له فغفر له قالوا: يا رسول الله، وإن لنا في البهائم أجراً، قال: في كل كبد رطبة أجرا. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Suatu ketika ada seorang laki-laki berjalan yang merasa sangat kehausan, lalu dia turun ke dalam sumur dan meminum air dari sumur itu. Kemudian dia keluar, tiba-tiba dia melihat anjing yang sedang menjulurkan lidahnya dan menjilati tanah yang basah, karena sangat kehausan. Dia berkata:”Anjing ini telah kehausan sebagaimana kehausan yang aku rasakan” Maka dia memenuhi khuff nya (sepatu kulit), lalu mengigitnya dengan mulutnya dan dia naik keluar dari sumur, lalu memberi minum anjing tersebut. Maka Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; memuji laki-laki itu dan mengampuninya. Mereka (para Sahabat &lt;i&gt;radhiyallahu'anhum&lt;/i&gt;) berkata:”Wahai Rasulullah, (apakah) kami mendapatkan pahala ktika berbuat baik terhadap binatang? Beliau menjawab:”Pada setiap jiwa yang bernyawa ada pahalanya”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;5.Hak untuk tidak Dizhalimi&lt;/b&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Termasuk hak binatang adalah untuk tidak menzhaliminya, Imam Malik berkata:”Sesungguhnya Umar bin Khaththab &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; pernah melewati seekor keledai yang membawa batu bata mentah (tanah liat yang belum dibakar) di atas pungungnya punggungnya, maka beliau &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; mengangkat dua batu bata tersebut dari punggung keledai itu. Lalu datanglah kepadanya perempuan pemilik keledai, dan berkata:”Wahai Umar apa urusanmu dengan keledaiku? Apakah engkau memiliki wawanang terhadapnya? Umar menjawab:”Tidak ada yang menghalangiku untuk ikut campur dalam masalah ini” Dan beliau juga berkata:&lt;b&gt;”Sungguh, seandainya ada seekor keledai yang terpeleset di Iraq, pasti Umar akan ditanya tentangnya:”Kenapa tidak engkau baguskan (ratakan) jalan untuknya wahai Umar?&lt;/b&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan Umar &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; pernah melihat seorang laki-laki membebankan kepada ontanya dengan beban yang tidak mampu untuk dibawanya, maka beliau &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; memukulnya dan berkata:”Kenapa engkau membebani ontamu dengan beban yang dia tidak mampu membawanya?    &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;6. Hak Penjagaan dari Sakit&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Islam telah menetapkan bagi binatang hak penjagaan dari terjangkiti penyakit-penyakit yang menular. Yang termasuk petunjuk Islami dalam hal ini adalah sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;    &lt;br /&gt;(لا يوردن ممرض مصح) &lt;/div&gt;“Jangan dicampurkan mumridh dengan yang sehat.” &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;“mumridh”adalah onta sakit yang menularkan penyakitnya kepada onta yang lain, maka petunjuk Nabi untuk tidak mencanpurkan onta yang sakit dengan onta-onta yang sehat adalah supaya penyakit tersebut tidak menular ke onta yang sehat –dengan Izin Allah-. Dan ini adalah hak binatang untuk dijaga dari penularan penyakit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;7. Hak Menadapatkan Lingkungan Bersih&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; telah mengharamkan berbuat kerusakan di muka Bumi, Dia &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta'ala&lt;/i&gt; berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;(ولا تفسدوا في الأرض بعد إصلاحها) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka Bumi setelah Allah memperbaikinya.”&lt;/i&gt;(al-A’raaf:56) &lt;br /&gt;Merupakan bentuk perusakan di muka Bumi adalah pencemaran air, tumbuhan, udara dan tanah. Ketika Islam melarang perbuatan tersebut, maka itu adalah untuk menjaga binatang dari pencemaran air, udara dan tumbuhan. Ini adalah hak setiap makhluk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;8.Hak untuk tidak dirubah Fisiknya&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Islam telah mengharamkan memberi tanda binatang (dengan ditato) di wajahnya, karena Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wasallam&lt;/i&gt; melaknat orang yang memukul atau mentato wajah binatangnya. Para ahli fikif telah menyebutkan bahwa memotong ekor bianatang (yang masih hidup) adalah salah satu sebab yang membolehkan adanya Ta’zir (hukuman ). Sebagaimana tidak diperbolehkan memutus urat nadi, memotong atau kay (pengobatan dengan menempelkan besi panas) terhadap binatang tanpa alas an, karena perbuatan tersebut memperburuk fisik binatang, dan barang siapa yang berbuat demikian maka wajib membayar jaminan. &lt;/div&gt;Itulah perhatian Islam dalam memberikan hak kepada setiap pemiliknya masing-masing. Jangankan manusia binatang pun Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memberikan hak kepada binatang. Kalau terhadap binatang saja Isalm memperhatikan hak-hak mereka, maka bagaiman kiranya dengan manusia? Tentunya Islam sangat memperhatikan hak-hak mereka. Adapun sikap dan tingkah laku sebagian kaum Muslimin yang tidak memberikan hak-hak kepada para pemiliknya, bukanlah alas an untuk mnuduh Islam sebagai agama kekerasan dan ketidak adilan, karena &lt;b&gt;kesalahan sebagian kaum Muslimin tidak menunjukkan kesalahan ajarannya,akan tetapi kesalahan terletak pada jauhnya kaum Muslimin dari ajaran agamnya yang benar.&lt;/b&gt; Dan ini sekaligus bukti dan bantahan kepada orang-orang yang menuduh Islam sebagai agama kekerasan dan mengajarkan teorisme.&lt;i&gt;&lt;b&gt; Wallahu A’lam.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;b&gt;Sumber: من حقوق الحيوان في الإسلام &lt;/b&gt;oleh:Dr. Nazhami Kholil Abu al-‘Athaa. Diterjemahkan dengan perubahan oleh Abu Yusuf Sujono) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-323216070806085806?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/323216070806085806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/hak-asasi-binatang-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/323216070806085806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/323216070806085806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/hak-asasi-binatang-dalam-islam.html' title='HAK “ASASI” BINATANG DALAM ISLAM'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-2267140091903366105</id><published>2010-06-05T22:49:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T22:49:18.270-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Dzikir'/><title type='text'>RAHASIA SYAHADAT</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="konten"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;KHUTBAH PERTAMA :&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. &lt;br /&gt;يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ &lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا &lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا &lt;br /&gt;أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ. اللهم صَل عَلَى مُحَمدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلمْ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Membangun sebuah bangunan dimulai dengan meletakkan pondasinya, pondasi ini harus baik dan kokoh karena ia penopang bagi apa yang diletakkan di atasnya. Jika pondasinya kokoh, maka bangunannya akan tegak dengan kokoh pula, sebaliknya jika pondasinya rapuh maka tidak perlu menunggu lama bangunan terse-but akan roboh. Islam bisa diibaratkan sebuah bangunan. Jika tegak-nya bangunan mesti ditopang dengan pondasi yang kokoh, maka tegaknya dinul Islam pun mesti didasari dengan pondasi yang kuat. Jika bangunan roboh dengan cepat tanpa pondasi yang kokoh maka dinul Islam pun demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahukah kita apakah pondasi Islam? Ia adalah syahadat. Di atas syahadat inilah bangunan Islam ditegakkan. Oleh karena itu ketika Nabi menjelaskan pilar-pilar Islam, beliau mengawalinya dengan syahadat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;بُنِيَ الْإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إلهَ إِلاَّ الله ُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat, bahwa tiada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan." &lt;/i&gt;(HR. al-Bukhari dan Muslim, &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih al-Bukhari,&lt;/i&gt; no. 8 dan &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih Muslim,&lt;/i&gt; no. 62, dari Ibnu Umar).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Disebutkannya syahadat dalam urutan pertama berarti apa yang sesudahnya berpijak kepadanya, lebih tegasnya apa yang sesudahnya yaitu mendirikan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa tidak sah dan tidak diterima tanpa pijakan syahadat. Maka di dalam al-Qur`an di dalam banyak ayat, Allah selalu mengindukkan amal shalih kepada iman. Benar sekali Imam Muslim rahimahullah yang menulis sebuah bab dalam Shahihnya: Bab barangsiapa tidak beriman, maka amal shalih tidak berguna baginya. Selanjutnya dia menurunkan hadits Aisyah yang bertanya kepada Nabi, "Ya Rasulullah, Ibnu Jud'an semasa jahiliyah bersilaturahim dan memberi makan orang miskin. Apakah itu berguna baginya?" Nabi menjawab,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;لَا يَنْفَـعُهُ، إِنَّهُ لَمْ يَقُـلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِـرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Tidak berguna baginya, karena dia tidak pernah suatu hari pun berkata, 'Ya Rabbi, ampunilah kesalahanku pada Hari Pembalasan'."&lt;/i&gt; (HR. Muslim. &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih Muslim,&lt;/i&gt; no. 41). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak hanya hadits tersebut yang mensyaratkan syahadat agar amal shalih diterima, sebelumnya ayat-ayat al-Qur`an telah menetapkan hal yang sama. Salah satunya adalah Firman Allah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;وَمَامَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلآَّ أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللهِ وَبِرَسُولِهِ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya."&lt;/i&gt; (At-Taubah: 54).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya terhadap ayat ini, "Amal shalih hanya sah dengan iman." (&lt;i&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/i&gt; 4/162). Oleh karena itu, ketika Nabi mengutus Mu'adz bin Jabal sebagai hakim dan da'i ke kota Yaman, beliau berpesan kepadanya agar memulai berdakwah dengan syahadat. Sabda beliau,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;اُدْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله، وَأَنِّيْ رَسُوْلُ الله، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لذلك فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ الله َ قَدِ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لذلك فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ الله افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ، تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Ajaklah mereka kepada syahadat bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa aku adalah Rasulullah, jika mereka telah mematuhimu dalam hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu sehari semalam, jika mereka telah mematuhimu dalam hal itu maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka zakat pada harta mereka, yang diambil dari orang-orang kaya dari mereka dan diberikan kepada orang-orang miskin dari mereka."&lt;/i&gt; (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas. &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih al-Bukhari,&lt;/i&gt; no. 666 dan &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih Muslim,&lt;/i&gt; no. 501). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dari sini kaum Muslimin mengetahui dan memahami untuk selanjutnya bahwa mengikrarkan dan memegang syahadat dengan teguh dalam kehidupan adalah perkara yang tidak bisa ditawar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apa itu syahadat? Syahadat adalah persaksian dengan dasar keyakinan yang kuat di dalam hati. Syahadat ini terbagi menjadi dua: Syahadat tauhid yaitu ucapan&lt;b&gt; لَا إله إِلَّا اللهُ &lt;/b&gt;dan syahadat risalah yaitu ucapan&lt;b&gt; مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله. &lt;/b&gt;Yang pertama berarti tidak ada apa pun atau siapa pun yang berhak disembah kecuali Allah semata. &lt;i&gt;La ilaha&lt;/i&gt; meniadakan hak penyembahan dari selain Allah dan &lt;i&gt;illallah&lt;/i&gt; menetapkannya untuk Allah semata. Dua perkara inilah yang dikenal dengan rukun syahadat. Syahadat ini menuntut pemurnian ibadah semata-mata untuk Allah, dan membuang syirik yang berarti menduakan Allah dalam beribadah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Firman Allah Subhanahu Wata'ala :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;لآَإِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat."&lt;/i&gt; (Al-Baqarah: 256). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adapun syahadat yang kedua, maka akan khatib jelaskan pada khutbah kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AKIBAT HUKUM DARI SYAHADAT&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di dunia, barangsiapa bersyahadat, maka dia adalah seorang Muslim, baginya hak yang sederajat dengan kaum Muslimin dan atasnya kewajiban yang sederajat dengan kaum Muslimin, terlindungi darah, harta, dan keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Firman Allah Subhanahu Wata'ala :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;قَاتِلُوا الَّذِينَ لاَيُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَلاَيُحَرِّمُونَ مَاحَرَّمَ اللهُ وَرَسُولُهُ وَلاَيَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk."&lt;/i&gt; (At-Taubah: 29). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sabda Nabi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لَا إلهَ إِلاَّ الله ُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوْا ذلك عَصَمُوْا مِنِّيْ دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الْإِسْلاَمِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى الله. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka melakukan itu, mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam dan hisabnya atas Allah."&lt;/i&gt; (Muttafaq 'alaihi, dari Ibnu Umar. &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih al-Bukhari,&lt;/i&gt; no. 24 dan&lt;i&gt; Mukhtashar Shahih Muslim,&lt;/i&gt; no. 5). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dari sini, maka Nabi sangat mengingkari pelanggaran terhadap darah orang yang mengucapkan &lt;i&gt;'La ilaha illallah'&lt;/i&gt;. Usamah bin Zaid berkata, "Rasulullah mengutus kami dalam sebuah pasukan, maka kami menyerang beberapa kelompok orang dari suku Juhainah. Aku sendiri berhadapan dengan seorang laki-laki, dia mengucapkan &lt;i&gt;'la ilaha illallah&lt;/i&gt;', maka aku menusuknya. Karena hal itu mengganjal di dalam hatiku, maka aku pun menyampaikannya kepada Rasulullah. Rasulullah bersabda, "Dia mengucapkan &lt;i&gt;'la ilaha illallah'&lt;/i&gt; dan kamu membunuhnya?" Aku membela diri, "Ya Rasulullah, dia mengucapkannya karena takut senjata." Rasulullah bersabda, "Mengapa kamu tidak membelah hatinya agar kamu mengetahui apakah dia demikian atau tidak?" Usamah berkata, "Nabi terus mengulangulang perkataannya kepadaku sehingga aku berharap baru masuk Islam pada hari ini." (HR. Muslim, &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih Muslim,&lt;/i&gt; no. 7). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adapun akibat dari syahadat di akhirat, maka khatib katakan bahwa kunci bagi gerbang Akhirat adalah &lt;i&gt;'la ilaha illallah'&lt;/i&gt; di mana Rasulullah memerintahkan mentalqin orang yang menghadapi ajal dengan kalimat &lt;i&gt;'la ilaha illallah'&lt;/i&gt;. Sabda beliau,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;لَقِّـنُوْا مَوْتَاكُمْ لَا إلهَ إِلَّا الله. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Talqinlah orang yang hendak meninggal di antara kamu dengan la ilaha illallah."&lt;/i&gt; (HR. Muslim dari Abu Sa'id, &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih Muslim&lt;/i&gt;, no. 453). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di alam akhirat terdapat dua janji utama yang menggembirakan bagi orang yang mengikrarkan diri dengan kalimat syahadat: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Pertama :&lt;/b&gt; Jaminan Surga. Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam  bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إله إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, maka dia masuk Surga."&lt;/i&gt; (HR. Muslim dari Usman, &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih Muslim,&lt;/i&gt; no. 9). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إلهَ إِلَّا الله ُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله حَرَّمَ الله عَلَيْهِ النَّارَ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, maka Allah mengharamkan Neraka atasnya."&lt;/i&gt; (HR. Muslim dari Ubadah bin Shamit, &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih Muslim, &lt;/i&gt;no. 11). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;b&gt;Kedua : &lt;/b&gt;Jaminan tidak kekal di Neraka.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Orang yang bersaksi&lt;i&gt; 'la ilaha illallah'&lt;/i&gt; meskipun dia masuk dan diazab di Neraka, pasti dia akan dikeluarkan darinya dan dipin-dahkan ke Surga, baik dengan syafa'at atau tanpa syafa'at. &lt;br /&gt;Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إله إِلاَّ الله ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيْرَةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إله إِلاَّ الله، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إلهَ إِلاَّ الله، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Akan keluar dari Neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji jewawut. Keluar dari Neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji gandum. Keluar dari Neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah yang di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah."&lt;/i&gt; (HR. al-Bukhari dari Anas bin Malik. &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih al-Bukhari, &lt;/i&gt;no. 41). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KHUTBAH KEDUA :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;اَلْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Syahadat yang kedua adalah syahadat risalah, yaitu syahadat Muhammad Rasulullah. Makna dari syahadat ini adalah pengakuan lahir batin bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Syahadat ini dilandasi oleh dua pilar pokok yaitu 'hambaNya' dan 'utusanNya'. Kata pertama berfungsi menutup peluang sikap berlebih-lebihan terhadap Rasulullah yang mungkin menyeret kepada pemberian hak &lt;i&gt;rububiyah &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;uluhiyah&lt;/i&gt; kepadanya, padahal hak tersebut hanyalah milik Allah semata, dan ini berarti mensejajarkan Rasulullah dengan Allah, dan inilah pembatal syahadat itu sendiri. Dalam beberapa ayat, Allah memberi gelar &lt;i&gt;abdun&lt;/i&gt; (hamba) kepada NabiNya, karena inilah gelar termulia bagi manusia. Salah satu ayat tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجَا &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya al-Kitab (al-Qur`an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya."&lt;/i&gt; (Al-Kahfi: 1).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan Rasulullah sendiri telah menyatakan dirinya adalah ab-dullah (hamba Allah). Sabda Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;لَا تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُـوْلُوْا: عَـبْدُ الله وَرَسُوْلُهُ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Janganlah kamu memujiku berlebih-lebihan seperti orang-orang Nasrani melakukan itu kepada putra Maryam. Aku hanyalah hamba, maka katakanlah, 'Hamba Allah dan RasulNya'."&lt;/i&gt; (HR. al-Bukhari dari Umar, &lt;i&gt;Mukhtashar Shahih al-Bukhari,&lt;/i&gt; no. 1373). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kata kedua adalah 'RasulNya' yang berarti bahwa beliau ada-lah utusan Allah kepada seluruh alam sebagai penyampai berita gembira dan pemberi peringatan. Firman Allah Subhanahu Wata'ala :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّآ أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan."&lt;/i&gt; (Al-Baqarah: 119).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kata ini menutup sikap meremehkan Rasulullah, dengan asumsi bahwa beliau adalah manusia biasa, bisa benar, bisa pula salah. Sikap dan asumsi ini tidak benar, ia menabrak kesaksian bahwa beliau adalah Rasul Allah, benar Rasulullah adalah manusia biasa akan tetapi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;مَاضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَاغَوَى . وَمَايَنطِقُ عَنِ الْهَوَى . إِنْ هُوَ إِلاَّوَحْيٌ يُوحَى  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)."&lt;/i&gt; (An-Najm: 2-4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Konsekuensi syahadat risalah ini adalah &lt;i&gt;ittiba'&lt;/i&gt;, yaitu mengikuti Rasulullah dengan beriman kepadanya, membenarkan perintahnya, menjauhi larangannya, menomorsatukan sabdanya dan mencukupkan diri dengan mengamalkan Sunnahnya tanpa melakukan penambahan ataupun pengurangan tehadap ajarannya dalam beribadah kepada Allah. Semua itu adalah hak beliau sebagai Rasulullah atas kita, jika kita mengakui beliau sebagai Rasul Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kaum Muslimin Rahimakumullah&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selanjutnya kita bershalawat kepada Rasulullah dengan dasar perintah dari Allah. Firman Allah Subhanahu Wata'ala :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."&lt;/i&gt; (Al-Ahzab: 56). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الله وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. &lt;br /&gt;اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;( &lt;b&gt;Dikutip dari buku :&lt;/b&gt; Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi Kedua, Darul  Haq, Jakarta) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-2267140091903366105?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/2267140091903366105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/rahasia-syahadat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2267140091903366105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2267140091903366105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/rahasia-syahadat.html' title='RAHASIA SYAHADAT'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-4437770995084370046</id><published>2010-06-05T22:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T22:44:14.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Sholat'/><title type='text'>SHALAWAT KEPADA NABI Sallallahu 'Alaihi Wasallam SETELAH TASYAHUD</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketahuilah bahwa shalawat kepada Nabi setelah &lt;i&gt;tasyahud&lt;/i&gt; akhir menurut asy-Syafi'i adalah wajib. Apabila dia meninggalkannya, maka shalatnya tidak sah. Shalawat kepada keluarga Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam padanya tidak wajib menurut madzhab yang shahih lagi masyhur, ia hanya dianjurkan. Sebagian sahabat-sahabat kami berkata bahwa ia wajib (Dan yang kedua inilah yang benar dengan dukungan dalil-dalil yang banyak). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang paling utama adalah mengucapkan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad, seorang hamba, RasulMu, seorang Nabi yang ummi, kepada keluarga Muhammad, istri-istrinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, dan limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad, Nabi yang ummi, kepada keluarga Muhammad, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, di alam semesta; sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung.”&lt;/i&gt; (Ini menurut madzhab an-Nawawi yang membentuk lafazh shalawat dengan menggabungkan bentuk-bentuk lafazh shalawat yang berbeda-beda yang diriwayatkan secara shahih dari Nabi dalam hal ini. Ini tidak baik dan tidak diterima. Dan yang benar adalah hendaklah dia mengambil satu bentuk shalawat yang shahih dari Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam. Apabila dia melakukan yang ini di satu waktu, yang itu di lain waktu, maka itulah yang terbaik dan paling dekat kepada &lt;i&gt;as-Sunnah&lt;/i&gt;. Lihat keteranganku sebelumnya di hal. (...) tentang perbedaan keanekaragaman). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan cara ini dalam &lt;i&gt;Shahih al-Bukhari&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Muslim&lt;/i&gt;  dari Ka'ab bin Ujrah dari Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, &lt;i&gt;Kitab al-Anbiya`&lt;/i&gt;, Bab, 6/408, no. 3370; dan Muslim, &lt;i&gt;Kitab ash-Shalah, Bab ash-Shalat ala an-Nabi&lt;/i&gt; Sallallahu 'Alaihi Wasallam ,, 1/305, no. 406; dan lafazhnya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung."&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Shalawat kepada Nabi juga diriwayatkan oleh al-Bukhari &lt;i&gt;ibid&lt;/i&gt;, 6/407 no. 3369 dan Muslim &lt;i&gt;ibid&lt;/i&gt;, 1/306 no. 407 dari hadits Abu Humaid as-Sa'idi dan lafazhnya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ، وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkannya kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung."&lt;/i&gt;  Ia diriwayatkan pula oleh Muslim 1/305 no. 405 dari hadits Abu Mas'ud al-Anshari dan lafazhnya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkannya kepada keluarga Ibrahim, di alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahaagung."&lt;/i&gt;, kecuali sebagian darinya, ia shahih dari riwayat selain Ka'ab. Perinciannya akan datang pada "Kitab Shalawat Atas Rasulullah," insya Allah (Begitulah dia berkata di sini dan begitu sampai di bab shalawat kepada Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam sepertinya dia lupa dan tidak memenuhi apa yang dijanjikan di sini. Oleh karena itu aku memilihkan untuk anda wahai pembaca tiga bentuk shalawat kepada Nabi paling mudah dan aku cantumkan di catatan kaki sebelum ini. Siapa yang menginginkan tambahan-tambahan, silakan merujuk &lt;i&gt;Jala' al-Afham&lt;/i&gt; karya Ibnul Qayyim dan &lt;i&gt;Sifat Shalat Nabi&lt;/i&gt; karya al-Albani) Wallahu a'lam. Yang wajib darinya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi."&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau dia mau, dia boleh mengucapkan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Semoga shalawat Allah tercurahkan kepada Muhammad." &lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau dia mau dia mengucapkan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;صَلَّى اللهُ عَلَى رَسُوْلِهِ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Semoga shalawat Allah (tercurahkan) kepada RasulNya."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;صَلَّى اللهُ عَلَى النَّبِيِّ.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Shalawat Allah (semoga tercurahkan) kepada Nabi." &lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami juga mempunyai pendapat lain yaitu bahwa yang boleh hanyalah ucapan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad. &lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami juga mempunyai pendapat bahwa boleh mengucapkanm :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;صَلَّى اللهُ عَلَى أَحْمَدَ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Semoga shalawat Allah (terlimpah) kepada Ahmad."&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada pendapat lagi yaitu mengucapkan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt; &lt;br /&gt;صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Shalawat Allah kepadanya."&lt;/i&gt; (Justru yang wajib adalah hendaknya orang yang shalat berpegang kepada bentuk shalawat yang diajarkan oleh Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam kepada sahabat-sahabatnya di mana Nabi dan para sahabat melakukannya di dalam shalat secara rutin dan sebagian darinya telah hadir kepadamu. Adapun membatasi diri hanya pada bentuk tasyahud yang sudah dipangkas sedemikian rupa, maka ia tidak boleh dan tidak pantas. &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;) &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adapun &lt;i&gt;tasyahud&lt;/i&gt; pertama, maka shalawat kepada Nabi padanya tidak wajib, dan tidak ada perbedaan pendapat tentangnya. Apakah disunnahkan? Terdapat dua pendapat; yang lebih shahih adalah disunnahkan, sedangkan shalawat kepada keluarga tidak disunnahkan menurut pendapat yang shahih. Ada yang berkata, "Disunnahkan." (Yang benar adalah bahwa shalawat kepada Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam pada tasyahud awal juga disyariatkan, lafazhnya sama, perintah kepadanya diriwayatkan secara shahih dan umum, tanpa membedakan antara tasyahud pertama dan kedua. &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;Doa pada &lt;i&gt;tasyahud&lt;/i&gt; awal menurut kami tidak dianjurkan bahkan sahabat-sahabat kami berkata, "Makruh, karena &lt;i&gt;tasyahud&lt;/i&gt; awal didasarkan kepada keringanan, berbeda dengan tasyahud akhir." (Doa setelah shalawat Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam di tasyahud awal tetap disunnahkan juga berdasarkan kepada hadits Ibnu Mas'ud yang hadir pada no.189, ia berlaku umum untuk dua tasyahud. Adapun pendapat bahwa tasyahud pertama didasarkan kepada keringanan, maka di samping ia lemah juga tidak menunjukkan tidak adanya anjuran, hanya keringanan semata. &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;) &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Ensiklopedia Dziikir Dan Do’a, Imam Nawawi,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-4437770995084370046?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/4437770995084370046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/shalawat-kepada-nabi-sallallahu-alaihi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4437770995084370046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4437770995084370046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/shalawat-kepada-nabi-sallallahu-alaihi.html' title='SHALAWAT KEPADA NABI Sallallahu &apos;Alaihi Wasallam SETELAH TASYAHUD'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1855453832432863644</id><published>2010-06-05T22:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T22:41:57.943-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Dzikir'/><title type='text'>Dzikir Ba'da Shalat</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para ulama telah berijma' disunnahkannya berdzikir seusai shalat. Dalam masa-lah ini terdapat banyak sekali hadits-hadits shahih yang beraneka ragam, kami sebutkan sebagian darinya. Di antara yang paling penting adalah: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam &lt;i&gt;Sunan at-Tirmidzi&lt;/i&gt; dari Abu Umamah radiyallahu 'Anhu , dia berkata,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;قِيْلَ لِرَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ؟ قَالَ: جَوْفَ اللَّيْلِ اْلآخِرِ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam ditanya, 'Doa apakah yang lebih didengar (dikabulkan)?' Nabi menjawab, 'Doa tengah malam yang terakhir dan setelah shalat fardhu'."&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Shahih&lt;/b&gt;, kecuali ucapannya, "setelah shalat fardhu," ia &lt;i&gt;munkar&lt;/i&gt;, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi – &lt;i&gt;Kitab ad-Da'awat&lt;/i&gt;- Bab, 5/526 no. 3499; an-Nasa`i dalam &lt;i&gt;Amal al-Yaumi Wa al-Lailah&lt;/i&gt; no.108: dari jalan Ibnu Juraij, dari Abdurrahman bin Sabith, dari Abu Umamah dengan hadits tersebut. &lt;br /&gt;At-Tirmidzi berkata, "Ini adalah hadits hasan." Al-Asqalani dalam &lt;i&gt;Amali al-Adzkar &lt;/i&gt;3/30 – &lt;i&gt;Futuhat&lt;/i&gt;, mengkritiknya dan berkata, "Apa yang dikatakan kurang tepat, karena ia mempunyai beberapa &lt;i&gt;illat&lt;/i&gt;, di antaranya adalah terputusnya sanad antara Ibnu Sabith dan Abu Umamah. " Ibnu Ma'in berkata, "Abdurrahman bin Sabith tidak mendengar dari Abu Umamah. &lt;i&gt;Illat&lt;/i&gt; lainnya adalah riwayat Ibnu Juraij dari Ibnu Sabith dengan 'dari'. &lt;i&gt;Illat&lt;/i&gt;nya yang lainnya lagi adalah &lt;i&gt;syudzudz &lt;/i&gt;karena dasar hadits ini hadir dari lima orang kawan Abu Umamah dari riwayat Abu Umamah, sahabat Nabi dari Amru bin Abasah. Semuanya hanya menyebutkan penggalan yang pertama." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku berkata, "Ini adalah penyelisihan pada sanad dan matan sekaligus. Dari sini maka penggalan yang pertama dari hadits adalah shahih sebagaimana yang diisyaratkan oleh al-Hafizh dari riwayat Abu Dawud &lt;i&gt;Kitab ash-Shalah, Bab Man Rakhkhasha Fihima,&lt;/i&gt; 1/409, 1277; at-Tirmidzi, &lt;i&gt;Kitab ad-Da'awat, Bab&lt;/i&gt;, 5/569, no. 3579; an-Nasa`i, &lt;i&gt;Kitab al-Mawaqit, Bab an-Nahy An ash-Shalah Ba'da al-Ashr,&lt;/i&gt; 1/279, no. 571; ath-Thabrani dalam ad-Dua' no. 128 dan 129, al-Baihaqi 2/455 dari beberapa jalan, dari Abu Umamah, dari Amr bin Abasah dengan hadits tersebut. Ia mempunyai &lt;i&gt;syawahid&lt;/i&gt;, di antaranya hadits Ibnu Umar di Abu Ya'la no. 5682 dengan sanad yang terputus. Hadits Ibnu Auf di ath-Thabrani 1/133 no. 279 juga dengan sanad yang terputus dan dari &lt;i&gt;syawahid&lt;/i&gt; tersebut tidak ada yang mendukung penggalan kedua dari hadits di atas. Jadi ia tetap dalam kedhaifannya, oleh karena itu Ibnul Qayyim dalam &lt;i&gt;Zad al-Maad &lt;/i&gt;1/257 berkata, "Adapun doa ba'da salam dari shalat dengan menghadap kiblat atau menghadap makmum, maka hal itu bukan termasuk petunjuk Nabi sama sekali, tidak pula diriwayatkan darinya dengan sanad yang shahih atau hasan." Aku berkata, "Inilah yang benar, &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt; karena yang disyariatkan setelah shalat adalah dzikir tertentu bukan doa yang mutlak." ), At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan."  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam &lt;i&gt;Shahih al-Bukhari&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Shahih Muslim&lt;/i&gt; dari Ibnu Abbas radiyallahu 'Anhuma, dia berkata,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;كُنْتُ أَعْرِفُ اِنْقِضَاءَ صَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِالتَّكْبِيْرِ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Aku mengetahui selesainya shalat Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam dengan takbir." &lt;/i&gt;(Diriwayatkan oleh al-Bukhari, &lt;i&gt;Kitab al-Adzan, Bab adz-Dzikr Ba'da ash-Shalah, &lt;/i&gt;2/324, no. 841 dan 842; dan Muslim, &lt;i&gt;Kitab al-Masajid, Bab adz-Dzikr Ba'da ash-Shalah,&lt;/i&gt; 1/410, no. 583). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam riwayat Muslim, &lt;i&gt;"Kami."&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam riwayat lain dalam &lt;i&gt;Shahih &lt;/i&gt;keduanya dari Ibnu Abbas radiyallahu 'Anhu, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوْبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوْا بِذلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Bahwa mengeraskan dzikir ketika orang-orang selesai dari shalat fardhu sudah terjadi sejak masa Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam." Ibnu Abbas berkata, "Aku mengetahui bahwa mereka selesai (dari shalat), apabila aku mendengarnya."&lt;/i&gt; (An-Nawawi berkata, "Asy-Syafi'i menafsirkan hadits ini bahwa mereka mengeraskannya dalam jangka waktu yang pendek demi mengajarkan sifat dzikir bukan berarti mereka terus menerus mengeraskannya. Dan pendapat yang terpilih adalah bahwa imam dan makmum menyamarkan dzikir, kecuali jika demi tuntutan pengajaran." Ini adalah ucapan an-Nawawi dan disetujui oleh al-Asqalani di &lt;i&gt;al-Fath &lt;/i&gt;2/326 dan inilah yang benar, &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami meriwayatkan dalam &lt;i&gt;Shahih Muslim&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Kitab al-Masajid, Bab Istihbab adz-Dzikr Ba'da ash-Shalah,&lt;/i&gt; 1/414, no. 591) dari Tsauban radiyallahu 'Anhu, dia berkata, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;br /&gt;كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ، اِسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا، وَقَالَ: اَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Apabila Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam selesai shalat, beliau beristighfar tiga kali dan mengucapkan, 'Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan dan dariMu keselamatan, Mahasuci Engkau wahai Tuhan yang Mahaagung dan Mahamulia."&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;Al-Auza'i, salah seorang rawi hadits ditanya, "Bagaimana bunyi istighfar?" Dia men-jawab, "Kamu mengucapkan&lt;i&gt; 'Astaghfirullah'." (Kitab al-Masajid, Bab Istihbab adz-Dzikr Ba'da ash-Shalah,&lt;/i&gt; 1/414, no. 591)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Ensiklopedia Dziikir Dan Do’a, Imam Nawawi, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1855453832432863644?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1855453832432863644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/para-ulama-telah-berijma-disunnahkannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1855453832432863644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1855453832432863644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/para-ulama-telah-berijma-disunnahkannya.html' title='Dzikir Ba&apos;da Shalat'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-2912047208014447220</id><published>2010-06-05T22:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T22:37:21.198-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Islami'/><title type='text'>Kisah Cinta Putri Pemimpin Para Nabi</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cinta tak cukup untuk menyatukan dua manusia. Tatkala jalan telah berbeda, tak kan mungkin mereka saling bersama. Namun cahaya keimanan akan mempertemukan kembali yang telah terpisahkan sekian lama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tersebutlah kisah tentang putri pemimpin para nabi. Terlahir dari rahim ibundanya, seorang wanita bangan Quraisy, Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza bin Qushay Al-Qurasyiyyah radhiallahu ‘anhu, saat ayahnya memasuki usia tiga puluh tahun. Dia bernama &lt;b&gt;&lt;i&gt;Zainab radhiallahu ‘anha bintu Muhammad bin ‘Abdillah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Shallallahu ‘alaihi wa sallam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semasa hidup ibunya, sang putri yang menawan ini disunting oleh seorang pemuda, Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ bin ‘Abdil ‘Uzza bin ‘Abdisy Syams bin ‘Abdi Manaf bin Qushay Al-Qurasyi namanya. Dia putra Halah bintu Khuwailid, saudari perempuan Khadijah. Ketika itu, Khadijah radhiallahu ‘anha menghadiahkan seuntai kalung untuk pengantin putrinya. Dari pernikahan itu, lahir Umamah dan ‘Ali, dua putra-putri Abul ‘Ash. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tatkala cahaya Islam merebak, Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka hati Zainab radhiallahu ‘anha untuk menyambutnya. Namun, Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ masih berada di atas agama nenek moyangnya. Dua insan di atas dua jalan yang berbeda… &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang-orang musyrik pun mendesak Abul ‘Ash untuk menceraikan Zainab, namun Abul ‘Ash dengan tegas menolak mentah-mentah permintaan mereka. Akan tetapi, Zainab radhiallahu ‘anha masih pula tertahan untuk bertolak ke bumi hijrah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ramadhan tahun kedua setelah hijrah, terukir peristiwa Badr. Dalam pertempuran itu, terbunuh tujuh puluh orang dari pihak musyrikin dan tertawan tujuh puluh orang dari mereka. Di antara tawanan itu ada Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penduduk Makkah pun mengirim tebusan untuk membebaskan para tawanan. Terselip di antara harta tebusan itu seuntai kalung milik Zainab radhiallahu ‘anha untuk kebebasan suaminya. Ketika melihat kalung itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkenang pada Khadijah radhiallahu ‘anha yang telah tiada. Betapa terharu hati beliau mengingat putri yang dicintainya. Lalu beliau berkata pada para shahabat, “Apabila kalian bersedia membebaskan tawanan yang ditebus oleh Zainab dan mengembalikan harta tebusan yang dia berikan, lakukanlah hal itu.” Para shahabat pun menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian mereka lepaskan Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’ dan mengembalikan seuntai kalung Zainab yang dijadikan harta tebusan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta Abul ‘Ash untuk berjanji agar membiarkan Zainab pergi meninggalkan negeri Makkah menuju Madinah. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu bersama salah seorang Anshar sembari berkata, “Pergilah kalian ke perkampungan Ya’juj sampai bertemu dengan Zainab, lalu bawalah dia kemari.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berpisahlah Zainab bintu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas jalan Islam, meninggalkan suaminya yang masih berkubang dalam kesyirikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjelang peristiwa Fathu Makkah, Abul ‘Ash keluar dari negeri Makkah bersama rombongan dagang membawa barang-barang dagangan milik penduduk Makkah menuju Syam. Dalam perjalanannya, rombongan itu bertemu dengan seratus tujuhpuluh orang pasukan Zaid bin Haritsah yang diutus oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghadang rombongan dagang itu. Pasukan muslimin pun berhasil menawan mereka dan mengambil harta yang dibawa oleh rombongan musyrikin itu, namun Abul ‘Ash berhasil meloloskan diri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika gelap malam merambah, Abul ‘Ash dengan diam-diam menemui istrinya, Zainab bintu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk meminta perlindungan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Subuh tiba. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat berdiri menunaikan Shalat Shubuh. Saat itu, Zainab radhiallahu ‘anha berseru dengan suara lantang, “Wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku telah memberikan perlindungan kepada Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Usai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap pada para shahabat sembari bertanya, “Kalian mendengar apa yang aku dengar?” “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi, “Sesungguhnya aku tidak mengetahui apa pun sampai aku mendengar apa yang baru saja kalian dengar.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui putrinya dan berpesan, “Wahai putriku, muliakanlah dia, namun jangan sekali-kali dia mendekatimu karena dirimu tidak halal baginya.” Zainab radhiallahu ‘anha menjawab, “Sesungguhnya dia datang semata untuk mencari hartanya.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan pasukan Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu dan berkata pada mereka, “Sesungguhnya Abul ‘Ash termasuk keluarga kami sebagaimana kalian ketahui, dan kalian telah mengambil hartanya sebagai fai’ yang diberikan Allah kepada kalian. Namun aku ingin kalian berbuat kebaikan dan mengembalikan harta itu kepadanya. Akan tetapi kalau kalian enggan, maka kalian lebih berhak atas harta itu.” Para shahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami akan kembalikan harta itu padanya.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seluruh harta yang dibawa Abul ‘Ash kembali ke tangannya dan tidak berkurang sedikit pun. Segera dia membawa harta itu kembali ke Makkah dan mengembalikan setiap harta titipan penduduk Makkah pada pemiliknya. Lalu dia bertanya, “Apakah masih ada di antara kalian yang belum mengambil kembali hartanya?” Mereka menjawab, “Semoga Allah memberikan balasan yang baik padamu. Engkau benar-benar seorang yang mulia dan memenuhi janji.” Abul ‘Ash pun kemudian menegaskan, “Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya! Demi Allah, tidak ada yang menahanku untuk masuk Islam saat itu, kecuali aku khawatir kalian menyangka bahwa aku memakan harta kalian. Sekarang setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala tunaikan harta itu kepada kalian masing-masing, aku masuk Islam.” Abul ‘Ash bergegas meninggalkan Makkah, hingga bertemu dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Enam tahun bukanlah rentang waktu yang sebentar. Akhir penantian yang sekian lama pun menjelang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengembalikan putri tercintanya, Zainab radhiallahu ‘anhu kepada suaminya, Abul ‘Ash bin Ar- Rabi’ radhiallahu ‘anhu, dengan nikahnya yang dulu dan tanpa menunaikan kembali maharnya. Dua insan kini bersama meniti jalan mereka … &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan taqdir-Nya. Tak lama setelah pertemuan itu, Zainab bintu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali ke hadapan Rabb-nya, pada tahun kedelapan setelah hijrah, meninggalkan kekasihnya untuk selamanya. &lt;/div&gt;Di antara para shahabiyyah yang memandikan jenazahnya, ada Ummu ‘Athiyyah Al-Anshariyah radhiallahu ‘anha. Darinya terpapar kisah dimandikannya jenazah Zainab radhiallahu ‘anha, sesuai perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan guyuran air bercampur daun bidara. Seusai itu, rambut Zainab radhiallahu ‘anha dijalin menjadi tiga jalinan. Jenazahnya dibungkus dengan kain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Putri pemimpin para nabi itu telah pergi…&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;- Al-Isti’ab, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr (4/1701-1704,1853-1854) &lt;br /&gt;- Ath-Thabaqatul Kubra, karya Al-Imam Ibnu Sa’d (8/30-35) &lt;br /&gt;- Mukhtashar Sirah Ar-Rasul, karya Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab (hal. 110-117) &lt;br /&gt;- Shahih As-Sirah An-Nabawiyah, karya Ibrahim Al-‘Ali (hal. 192)  &lt;br /&gt;- Siyar A’lamin Nubala, karya Al-Imam Adz-Dzahabi (2/246-250),&amp;nbsp;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-2912047208014447220?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/2912047208014447220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/header-selesai-info-pendaftaran-mais.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2912047208014447220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2912047208014447220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/header-selesai-info-pendaftaran-mais.html' title='Kisah Cinta Putri Pemimpin Para Nabi'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1567292928437325772</id><published>2010-06-05T22:26:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T22:26:12.662-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Islami'/><title type='text'>Menjadi Penghuni Surga ( Karena Tidak Hasad)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan dari Anas bin Malik dia berkata, "Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba-tiba beliau bersabda, 'Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga.' Kemudian seorang laki-laki dari Anshar lewat di hadapan mereka sementara bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Esok harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi, 'Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni Surga.' Kemudian muncul lelaki kemarin dengan kondisi persis seperti hari sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Besok harinya lagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 'Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga!!' Tidak berapa lama kemudian orang itu masuk sebagaimana kondisi sebelumnya; bekas air wudhu masih memenuhi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal . &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah itu Rasulullah bangkit dari tempat duduknya. Sementara Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut, lalu ia berkata kepada lelaki tersebut, 'Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan, maka aku akan menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu.' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia menjawab, 'Silahkan!' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anas berkata bahwa Amr bin Ash setelah menginap tiga hari tiga malam di rumah lelaki tersebut tidak pernah mendapatinya sedang &lt;i&gt;qiyamullail&lt;/i&gt;, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdullah juga mengatakan, 'Saya tidak mendengar ia berbicara kecuali yang baik.' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah menginap tiga malam, saat hampir saja Abdullah menganggap remeh amalnya, ia berkata, 'Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rasulullah selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda, 'Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga.' Selesai beliau bersabda, ternyata yang muncul tiga kali berturut-turut adalah engkau. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terang saja saya ingin menginap di rumahmu ini, untuk mengetahui amalan apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian lelaki Anshar itu menjawab, 'Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau &lt;i&gt;hasad &lt;/i&gt; terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.' &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abdullah bin Amr berkata, 'Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya'." &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sumber :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Az-Zuhdu&lt;/i&gt;, Ibnul Mubarak, hal. 220 &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1567292928437325772?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1567292928437325772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/menjadi-penghuni-surga-karena-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1567292928437325772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1567292928437325772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/06/menjadi-penghuni-surga-karena-tidak.html' title='Menjadi Penghuni Surga ( Karena Tidak Hasad)'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-4404436084536564145</id><published>2010-05-21T16:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T16:04:58.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Amal'/><title type='text'>Jilbab Bagi Wanita Muslimah</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Assalamualaikum....&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Seiring dengan perkembangan jaman jilbab sudah tidak dihiraukan lagi.Kita melihat banyak kaum muslimah yang tidak berjilbab.Ada yang berjilbab bukan dengan tujuan untuk menutup aurat-aurat mereka akan tetapi dengan tujuan mengikuti mode, agar lebih anggun dan cantik. Sehingga walaupun mereka berjilbab tetapi masih memperlihatkan bentuk tubuh mereka,lekuk-lekuk tubuh mereka.Karena apa..? mereka memakai jilbab dengan kondisi pakaian yang ketat.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Rasululloh SAW bersabda: &lt;i&gt;"Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian." (HR. Muslim)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Wanita-wanita yang digambarkan Rasul dalam hadis di atas sekarang banyak sekali kita lihat. Bahkan itu sudah menjadi sesuatu yang mentradisi dan dianggap lumrah. Mereka adalah wanita-wanita yang memakai pakaian tapi telanjang. Sebab pakaian yang mereka kenakan tak dapat menutupi apa yang ALLOH SWT perintahkan untuk ditutupi.&amp;nbsp; &lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Syarat ini terdapat dalam Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat An-Nuur ayat 31,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;yang artinya: &lt;i&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman.Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita...”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Juga Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59, yang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;artinya:&lt;i&gt; “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin: “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;hadist lain menjelaskan :&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya: “Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.” Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi berkata: Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : “Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.” &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsanya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qibtiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : “Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya sebagai pakaian yang tipis !. Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis,namun ia menggambarkan lekuk tubuh.” (H.R. Al-Baihaqi II/234-235). &lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Usamah bin Zaid pernah berkata: Rasulullah shalallohu 'alahi wa sallam pernah memberiku baju Qibtiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku: “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qibtiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Qibtiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi : Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Aisyah pernah berkata: ” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71). Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;(Dikutip dari: Kitab Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah, Asy-Syaikh Al-Albani) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b style="color: orange;"&gt;Sampai disini dulu ..apabila ada kata-kata yang menyinggung perasaan,saya mohon maaf.Yang benarnya datangnya Dari Allah SWT,dan salahnya dari kekhilafan saya...Saya mohon ampun Kepada Allah SWT...Amien &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-4404436084536564145?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/4404436084536564145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/jilbab-bagi-wanita-muslimah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4404436084536564145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4404436084536564145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/jilbab-bagi-wanita-muslimah.html' title='Jilbab Bagi Wanita Muslimah'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1226918018266285533</id><published>2010-05-16T10:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T10:54:48.452-07:00</updated><title type='text'>Bersahabat dengan Kematian</title><content type='html'>Mendengar kata kematian Tubuh kita bergemetar,bulu kuduk langsung berdiri,takut kalau tiba-tiba nyawa kita diambil oleh Allah SWT dalam kondisi kita belum siap.Suka atau tidak suka,Senang atau tidak senang yang pasti kita akan kembali kehadirat Allah Azza wazalla.Tiap-tiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 168&lt;br /&gt;artinya : &lt;i&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah juga berfirman dalam Al-Qur'an Surat An-Nisaa ayat&amp;nbsp; &lt;i&gt;78&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;artinya&lt;i&gt; : Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuakbar, ayat di atas menjelaskan bahwa di mana saja kita berada,sekalipun kita bersembunyi dalam benteng yang kokoh,kita bersembunyi di dalam peti emas,bersembunyi di tempat yang manusia tidak bisa mengetahuinya pasti kematian akan menemuinya. Maka ketika seseorang diambil nyawanya oleh Allah,maka putuslah semua amalannya kecuali tiga perkara yakni Ilmu yang bermanfaat, Do'a&amp;nbsp; anak yang Shaleh dan amal jariah. Oleh karena itu marilah kita fikir,kita risau bahwa kematian tidak mengenal, apakah bayi,orangtua,kaum muda,presiden,raja,Ulama dan lain-lainnya pasti akan kembali kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Ayat di atas terdapat juga firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-an'am&lt;br /&gt;artinya : &lt;i&gt;Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa lari dari kematian karena ini adalah kekuasaan Allah SWT yang menghidupkan dan mematikan seluruh makhluk-Nya.&lt;br /&gt;Katakanlah:&lt;i&gt; "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".(QS. Al-Jumua'ah ayat 8)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sich yang tidak pengen mati dalam keadaan Husnulkhotimah..?&lt;br /&gt;Orang yang setiap kali mengingat kematian termasuk tanda-tanda orang yang beriman.Dalam hidupnya selalu risau dan takut kepada kematian sehingga ia berusaha menjaga setiap amalanya dan menjadi titik tolak untuk melakukan sesuatu perbuatan yang sia-sia(maksiat). Maka marilah kita jadikan kematian sebagai sahabat karena dengan mengingat kematian InsyaAllah kita akan selalu dekat dengan Allah SWT. Nah bagaimana caranya..? Ada beberapa upaya untuk menjadikan kematian sebagai sahabat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,Untuk apa kita hidup..? Setiap muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tentu mengetahui hal ini; bahwa mereka hidup adalah untuk beribadah kepada Allah semata. Namun, banyak orang yang terjerumus dalam kekeliruan dalam memaknai ibadah di dalam kehidupan mereka. Sebagian orang menganggap bahwa ibadah hanya terkait dengan urusan masjid dan ibadah ritual belaka. Sebagian lagi memandang bahwa ibadah yang lebih penting adalah menjalin hubungan baik dengan sesama manusia tanpa memperdulikan agama mereka. Sebagian lagi memandang bahwa ibadah yang paling penting saat ini adalah terjun di dalam pertarungan di panggung politik untuk mendapatkan kekuasaan bagi kemenangan kaum muslimin.&lt;br /&gt;Banyak orang mengira bahwa dengan harta dan jabatan maka seorang akan bisa hidup dengan penuh kenikmatan di alam dunia ini. Oleh sebab itu mereka mengejar-ngejar dunia bahkan lebih mengutamakannya daripada mengejar akhirat. Padahal, kita sama-sama tahu bahwa dunia ini hanyalah sementara. Hari ini kita masih bernafas, boleh jadi esok atau lusa tubuh kita sudah bermandikan tanah alias mati. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap jiwa pasti merasakan kematian, sesungguhnya pahala atas amal-amal kalian hanya akan disempurnakan pada hari kiamat kelak. Barangsiapa yang dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung, sedangkan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Ali Imran : 185). Allah juga berfirman (yang artinya), “Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan sekedar permainan dan kesia-siaan, dan sungguh negeri akhirat itu pasti lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, mengapa kalian tidak mau memikirkan?” (QS. al-An’aam : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Kemana kita setelah menempuh kematian di dunia?&lt;br /&gt;Sering kali kita temui keluhan dari bapak kita,ibu kita,teman kita,saudara kita bahkan diri kita sendiri pernah berfikiran "saya harus kaya,harus sukses dan harus mempunyai jabatan supaya dihormati banyak orang" Setiap selesai beribadah berdo'anya selalu meminta kesuksesan,kekayaan serta pangkat dan jabatan.Bahkan kita lupa berdo'a bagaimana kita cara matinya nanti, dan apa bekal kita untuk menghadap Allah SWT&lt;br /&gt;Ketiga,Berdo'a kepada Allah SWT untuk dimatikan dalam keadaan Husnulkhotimah &lt;i&gt;" Ya Allah matikanlah hambamu dalam keadaan mati sahid,jika tidak matikanlah hambamu dalam keadaan menuntut ilmu,jika tidak ya Allah matikanlah hambamu dalam keadaan Sholat berjama'ah,jika tidak ya Allah matikanlah hambamu dalam keadaan Sholat tahajjud,jika tidak ya allah matikanlah hambamu pada hari Juma'ah."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita menghayati do'a di atas maka betapa Iman seseorang akan bertambah kuat.karena apa?&lt;br /&gt;karena bilamana seorang muslim berdoa kemudian meminta kepada Allah mengenai kematiannya maka setiap langkah hidupnya pasti selalu terjaga,pasti merasa dekat dengan Allah SWT karena merasa dilihat.Maka kembali lagi kita Risau dan berfikir marilah dari sekarang kita luruskan kita tetapkan bagaimana kita menghadapi kematian dalam keadaan siap.Oleh karena itu, marilah kita jalankan semua perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA dengan perpedoman pada Al-Qura'n dan As-sunnah.&amp;nbsp; Akhirul qalam.........&lt;br /&gt;Wassalam......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1226918018266285533?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1226918018266285533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/bersahabat-dengan-kematian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1226918018266285533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1226918018266285533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/bersahabat-dengan-kematian.html' title='Bersahabat dengan Kematian'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-5725155238001384833</id><published>2010-05-14T21:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T21:25:53.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Kisah Bilal  Bin Rabbah</title><content type='html'>&amp;nbsp;Bilal lahir di daerah As-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam).&lt;br /&gt;Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meinggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Beliau adalah sahabat Nabi yang terkenal. Dia adalah seorang mu'adzin (juru adzan) di masjid Nabawi. Sebelumnya, ia seorang hamba sahaya milik seorang kafir Quraisy kemudian memeluk Islam.&lt;br /&gt;Keislamannya menyebabkan Bilal r.a. mengalami banyak penderitaan dan kesengsaraan akibat perbuatan orang-orang kafir. Umayah bin Khalaf adalah seorang kafir yang paling keras memusuhi Islam, ia pernah membaringkan Bilal r.a. di atas padang pasir yang panas membakar ketika matahari sedang terik sambil menindih batu besar di atas dadanya sehingga Bilal r.a. tidak dapat menggerakan badannya sedikitpun. Umayah berkata "Apakah kamu bersedia mati dalam keadaan seperti ini? Ataukah kamu mau terus hidup, dengan syarat kamu tinggalkan agama Islam?" Walaupun Bilal r.a. disiksa seperti itu namun ia berkata "Ahad!!! Ahad!!!" yang artinya Esa (maksudnya Allah maha Esa)&lt;br /&gt;Pada malam harinya, Bilal r.a. diikat dengan rantai, kemudian dicambuk terus menerus hingga badannya luka-luka. Pada siang harinya, dia dibaringkan kembali di atas padang pasir yang panas. Dengan cara tersebut tuannya berharap Bilal r.a. akan mati dalam keadaan seperti itu. Orang kafir yang menyiksanya silih berganti, suatu kali Abu Jahal yang menyiksanya, terkadang Umayah bin Khalaf, bahkan orang lain pun turut menyiksanya juga. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyiksa Bilal r.a dengan siksaan yang lebih berat lagi.&lt;br /&gt;Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan ‘Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!”&lt;br /&gt;Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras. Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah2 Mekah. Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad…, Ahad…, Ahad…, Ahad….” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.&lt;br /&gt;Suatu ketika, Abu Bakar Rodhiallahu ‘anhu mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas.&lt;br /&gt;Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, “Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya.”&lt;br /&gt;Abu Bakar membalas, “Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar, “Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.”&lt;br /&gt;Ash-Shiddiq Rodhiallahu ‘anhu menjawab, “Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Madinah, mereka segera berhijrah, termasuk Bilal Rodhiallahu ‘anhu.. Setibanya di Madinah, Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan ‘Amir bin Fihr.&lt;br /&gt;Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang-orang Quraisy yang kerap menyiksanya. Kini, ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk menyertai Nabi sekaligus kekasihnya, Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam.. Bilal selalu mengikuti Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam ke mana pun beliau pergi. Selalu bersamanyma saat shalat maupun ketika pergi untuk berjihad. Kebersamaannya dengan RasulullahSholallahu ‘alaihi wasallam ibarat bayangan yang tidak pernah lepas dari pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada saat&amp;nbsp; Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan azan, maka Bilal ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan (muazin) dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt;Biasanya, setelah mengumandangkan azan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam seraya berseru, “Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati…(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan….)” Lalu, ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Rasulullah saw wafat, Bilal ditugaskan&amp;nbsp; sebagai juru adzan di masjid Nabi. Setelah Rasulullah saw wafat pada mulanya dia tetap tinggal di Manidah Thayyibah. tetapi karena tidak kuat menahan kesedihan setiap kali melewati makam Rasulullah saw (nabi lahir di Mekah dan meninggal di Madinah&amp;nbsp; maka Bilal r.a. meninggalkan Madinah sampai beberapa waktu lamanya.&lt;br /&gt;Pernah Pada suatu hari, Bilal r.a. bermimpi bertemu Rasulullah saw. Dalam mimpinya itu Nabi saw bersabda kepadanya "Wahai Bilal, apa yang menghalangimu sehingga engkau tidak pernah berziarah kepadaku". Setelah bangun dari dari tidurnya, Bilal r.a. segera pergi ke Madinah. Setiba di Madinah Hasan dan Husain r.a. meminta Bilal r.a. agar mengumandangkan adzan. Bilal tidak dapat menolak permintaan orang-orang yang dicintainya itu. Ketika Bilal r.a. mulai beradzan, maka terdengarlah suara adzan seperti pada zaman Rasulullah saw. Hal ini sangat menyentuh hati penduduk Madinah, sehingga kaum wanitapun keluar dari rumah masing-masing sambil menangis untk mendengarkan suara adzan Bilal r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari lamanya Bilal r.a. tinggal di Madinah, akhirnya dia meninggalkan kota Madinah dan kembali ke Damaskus dan wafat di sana pada tahun kedua puluh Hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://http//id.wikipedia.org/wiki/Muhammad"&gt;Sumber Nabi Muhammad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="goog_2126974862"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_2126974863"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-5725155238001384833?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/5725155238001384833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/kisah-bilal-bin-rabbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5725155238001384833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5725155238001384833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/kisah-bilal-bin-rabbah.html' title='Kisah Bilal  Bin Rabbah'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-3888152046295919159</id><published>2010-05-14T15:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T15:35:29.640-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Perjalanan Nabi Muhammad s.a.w. ke Taif</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selama sembilan tahun selepas perlantikan Nabi Muhammad s.a.w sebagai Pesuruh Allah s.w.t., Nabi Muhammad s.a.w telah menjalankan dakwah dikalangan kaumnya sendiri disekitar kota Mekah untuk memimpin dan memperbaiki keadaan hidup mereka.Segelintir manusia sahaja yang telah memeluk agama Islam ataupun yang bersimpati dengan Baginda s.a.w., yang lainnya mencuba dengan sedaya upaya untuk mengganggu dan menghalang Baginda s.a.w dan pengikut-pengikutnya. Diantara mereka yang bersimpati dengan perjuangan Baginda s.a.w termasuk Abu Talib bapa saudara Baginda s.a.w sendiri. Sungguhpun begitu Abu Talib tidak memeluk agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berikutan dengan kematian Abu Talib, pihak Khuraish berasa bebas untuk memperhebatkan gangguan dan penentangan mereka terhadap Baginda s.a.w. Di Taif, bandar yang kedua terbesar di Hijaz, terdapat Bani Thafiq suatu puak yang sangat kuat dan besar bilangan ahlinya. Nabi Muhammad s.a.w. berlepas keTaif dengan harapan ia dapat mempengaruhi kaum Bani Thafiq untuk menerima Islam dan dengan demikian memperolehi perlindungan bagi pemeluk-pemeluk agama Islam dari gangguan puak Khuraish. Baginda s.a.w juga bercita-cita hendak menjadikan Taif markas kegiatan-kegiatan dakwah Baginda s.a.w. Sebaik-baik sahaja Baginda s.a.w tiba disana, Baginda s.a.w telah mengunjungi tiga orang pemuka Bani Thafiq secara berasingan dan menyampaikan kepada mereka risalah Allah s.w.t. Bukan sahaja mereka tidak mahu menerima ajaran Allah s.w.t. bahkan enggan mendengar apa yang dikemukakan oleh Baginda s.a.w kepada mereka. Baginda s.a.w telah dilayani secara kasar dan sungguh-sungguh biadap. Kekasaran mereka sungguh bertentangan dengan semangat memuliakan dan menghormati yang telah menjadi sebahagian daripada cara hidup bangsa Arab. Dengan terus terang mereka mengatakan yang mereka tidak suka Baginda s.a.w. tinggal ditempat mereka. Baginda s.a.w. berharap yang kedatangan Baginda s.a.w akan disambut dengan sopan santun, diiringi dengan kata-kata yang lemah lembut. Sebaliknya Baginda s.a.w telah dilempari dengan kata-kata yang kasar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kata seorang daripada pemuka-pemuka tadi dengan penuh ejekan: "Hoi,benarkah yang Allah s.w.t. telah melantik kamu menjadi PesuruhNya?"Kata seorang lagi sambil ketawa: "Tidak bolehkah Allah memilih manusia selain dari engkau untuk menjadi PesuruhNya?"Yang ketiga pula melempar kata-kata hina yang bunyinya demikian: "Kalau engkau benar-benar seorang Nabi, aku tidak ingin bercakap-cakap dengan engkau kerana perbuatan yang demikian akan mendatangkan bencana kepada diriku.Sebaliknya jika kamu seorang pendusta,tidak guna aku bercakap-cakap dengan engkau."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; Dalam menghadapi penentangan yang sebegini hebat, ketabahan dan kecekalan hati yang merupakan sifat-sifat semulajadi Nabi Muhammad s.a.w. tidak menyebabkan Baginda s.a.w. berasa hampa dan gagal barang sedikit jua pun. Selepas meninggalkan&amp;nbsp; pemuka-pemuka Banu Thafiq tadi, Baginda s.a.w cuba menghampiri rakyat biasa Disini juga Baginda s.a.w menemui kegagalan. Mereka menyuruh Baginda s.a.w keluar dalam Taif. Apabila Baginda s.a.w menyedari yang usahaBaginda s.a.w tidak mendatangkan hasil yang diingini, Baginda s.a.w pun membuat keputusan hendak menginggalkan kota itu. Tetapi mereka tidak membiarkan Baginda s.a.w keluar dari Taif secara aman. Mereka melepaskan kacang-kacang hantu mereka supaya mengusik,mengejek,mengacau dan melemparinya dengan batu. Pelemparan batu yang dilakukan keatas Baginda s.a.w itu sedemikian rupa hingga badan Baginda s.a.w berdarah akibat luka-luka. Apabila Baginda s.a.w berada agak jauh dari kota Taif, Baginda s.a.w pun berdoa kepada Baginda s.a.w. yang bermaksud: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; " Wahai Tuhanku, kepada Engkau aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya-upayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Rahim kepada sesiapa Engkau menyerahkan daku?Kepada musuh yang akan menerkamkan aku ataukah kepada keluarga yang engkau berikan kepadanya uruskanku, tidak ada keberatan bagiku asal aku tetap dalam keredzaanMu. Dalam pada itu afiatMu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya mukaMu yang mulia yang menyinari segala langit dan menerangi segala yang gelap dan atasnyalah&amp;nbsp; teratur segala urusan dunia dan akirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahanMu atau dari Engkau turun atasku azabMu kepada Engkaulah aku adukan hal ku sehingga Engkau redza. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Demikianlah sedihnya doa yang dihadapi kepada Allah s.w.t. oleh Baginda s.a.w sehingga Allah s.w.t. mengutuskan Malaikat Jibrail buat menemui Baginda s.a.w. Setibanya dihadapan Nabi Muhammad s.a.w. diapun memberi salam seraya berkata:" Allah s.w.t.. mengetahui apa yang telah berlaku diantara kamu dan orang-orang ini. Allah s.w.t. telah menyediakan malaikat digunung ganang disini khas untuk menjalankan sebarang perintah kamu." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; Sambil berkata demikian Jibrail menghadapkan malaikat itu dimuka Baginda s.a.w Kata Malaikat ini:"Wahai Rasulullah, saya bersiap sedia untuk menjalankan perintah Tuan. Kalau dikehendaki, saya sanggup menyebabkan gunung-gunung disebelah menyebelah kota ini berlanggaran sehingga penduduk-penduduk dikedua-dua belah mati tertindih. Kalau tidak, Tuan cadangkan apa saja hukuman yang selayaknya diterima oleh orang-orang ini."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mendengar janji-janji Malaikat itu, Nabi Muhammad s.a.w. yang penuh dengan sifat rahim dan belas kasihan pun berkata:"Walaupun orang-orang ini tidak menerima Islam, saya harap dengan kehendak Allah s.w.t., yang anak-anak mereka, pada satu masa nanti, akan menyembah Allah s.w.t.. dan berbakti kepadaNya."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sekarang perhatikanlah tauladan mulia dan suci murni yang telah dipertunjukkan oleh Baginda s.a.w. Kita semua mengakui yang kita menjadi pengikut-pengikutNya, tetapi dalam urusan hidup kita sehari-sehari,apabila cadangan kita ditolak atau tidak dipersetujui maka kita dengan lekasnya melemparkan maki hamun dan terkadang-kadang bercita-cita hendak membalas dendam terhadap mereka yang tidak bersetuju dengan kita.Sebagai pengikut-pengikutnya kita hendahlah mencontohi Baginda s.a.w. Selepas menerima penghinaa ditangan penduduk-penduduk Kota Taif, Baginda s.a.w hanya berdoa. Baginda s.a.w. tidak memarahi mereka,tidak mengutuk mereka dan tidak mengambil sebarang tindakan balas walaupun diberi kesempatan sebaik-baiknya untuk membuat demikian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-3888152046295919159?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/3888152046295919159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/perjalanan-nabi-muhammad-saw-ke-taif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3888152046295919159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3888152046295919159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/perjalanan-nabi-muhammad-saw-ke-taif.html' title='Perjalanan Nabi Muhammad s.a.w. ke Taif'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-4245458003785838807</id><published>2010-05-06T07:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T15:04:43.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Abdul Malik bin ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umar bin ‘Abdul ‘Aziz Dan Putranya, &lt;b&gt;‘Abdul Malik bin ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Cerminan Keakraban Dan Keharmonisan Antara Ayah Yang Shalih Dan Anak Yang Shalih) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tahukah anda bahwa setiap kaum mempunyai orang cerdas, dan orang cerdas Bani Umayyah adalah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz serta bahwa kelak dia dibangkitkan pada Hari Kiamat seorang diri sebagai umat.?” (Muhammad bin Ali bin al-Husain)&lt;span id="more-41"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Belum lagi seorang tabi’i yang agung, Amirul mu’minin, ‘‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz membersihkan kedua tangannya dari debu kuburan pendahulunya (yakni, khalifah sebelumnya), Sulaiman bin ‘Abdul Malik, tiba-tiba beliau mendengar suara gemuruh bumi di sekitarnya, lalu beliau berkata, “Apa ini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang-orang berkata, “Ini adalah kendaraan Khalifah -wahai Amirul mu’minin- telah disiapkan untukmu agar engkau menaikinya.” Lalu Umar melihatnya dengan sebelah mata, kemudian berkata dengan suara gemetar dan terbata-bata karena kelelahan dan kurang tidur, “Apa hubungannya denganku? Jauhkanlah ini dariku, mudah-mudahan Allah memberkati kalian. Dan tolong bawa kemari keledaiku, karena ia sudah cukup bagiku.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian belum lagi pas posis duduk beliau di atas punggung keledai hingga datanglah komandan polisi yang berjalan di depannya. Bersamanya sekelompok anak-anak buahnya yang berbaris di sektor kanan dan kirinya. Di tangan-tangan mereka tergenggam tombak yang mengkilat. Lalu beliau menoleh ke arahnya dan berkata, “Aku tidak membutuhkan kamu dan mereka. Aku hanyalah orang biasa dari kalangan kaum muslimin. Aku berjalan pagi hari dan sore hari sama seperti mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selanjutnya, beliau berjalan dan orang-orang berjalan bersamanya hingga memasuki masjid dan orang-orang dipanggil untuk shalat, “ash-Shalâtu Jami’ah…ash-Shalâtu Jami’ah.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka berdatanganlah orang-orang ke masjid dari segala penjuru. Ketika jumlah mereka telah sempurna, beliau berdiri sebagai khatib. Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya serta bershalawat atas nabi, kemudian berkata, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Wahai manusia, sesungguhnya aku mendapat cobaan dengan urusan ini (khilafah) yang tanpa aku dimintai persetujuan terlebih dahulu, memintanya ataupun dan bermusyawarah dulu dengan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesungguhnya, aku telah melepaskan baiat yang ada di pundak kalian untukku, untuk selanjutnya kalian pilihlah dari kalangan kalian sendiri seorang khalifah yang kalian ridlai.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lantas orang-orangpun berteriak dengan satu suara, “Kami telah memilihmu, wahai Amirul mu’minin dan kami ridla terhadapmu. Maka aturlah urusan kami dengan berkat karunia dan barakah Allah.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika suara-suara telah senyap dan hati telah tenang, beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya sekali lagi dan bershalawat atas Muhammad, hamba dan utusan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau mulai menganjurkan orang-orang supaya bertakwa, mengajak mereka supaya berzuhud dari kehidupan dunia, mensugesti mereka kepada kehidupan akhirat dan mengingatkan mereka kepada kematian dengan intonasi yang dapat melunakkan hati yang keras, menjadikan air mata durhaka bercucuran dengan deras dan keluar dari lubuk hati pemiliknya sehingga terpatri di dalam lubuk hati para pendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian beliau meninggikan suaranya yang agak serak supaya semua orang mendengarnya,&lt;br /&gt;“Wahai manusia barangsiapa yang taat kepada Allah, maka dia wajib ditaati. Dan barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah, maka tidak seorangpun yang boleh ta’at kepadanya. Wahai manusia, Taatilah aku selama aku menaati Allah dalam menangani urusan kalian. Jika aku bermaksiat kepada Allah, maka kalian tidak usah taat kepadaku.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian beliau turun dari mimbar untuk menuju ke rumahnya dan masuk ke kamarnya. Beliau benar-benar ingin mendapatkan sedikit istirahat, setelah kelelahan yang amat sangat, semenjak wafatnya khalifah sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akan tetapi, ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz baru saja mau meletakkan punggungnya di tempat tidurnya, hingga datanglah putranya, ‘‘Abdul Malik yang waktu itu baru menginjak usia tujuh belas tahun. Lalu sang putra berkata, “Apa yang ingin engkau lakukan, wahai Amirul mu’minin?!!” Ayahnya menjawab,&lt;br /&gt;“Wahai anakku, aku ingin tidur sejenak, karena sudah tersisa lagi tenagaku ini.”&lt;br /&gt;“Apakah engkau masih ingin tidur sejenak sebelum mengembalikan hak-hak orang yang dizhalimi, wahai Amirul mukminin?!!” kata putranya lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu sang ayah menjawab, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Wahai anakku, sesungguhnya aku tadi malam bergadang malam (tidak tidur) karena bersama pamanmu Sulaiman. Nanti kalau sudah datang waktu Dzuhur, aku akan shalat bersama orang-orang dan akan dan aku mengembalikan hak-hak orang yang dizhalimi tersebut, insya Allah.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang putra berkata lagi, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Siapakah yang menjaminmu, wahai Amirul mukminin kalau usiamu hanya sampai Zhuhur?!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ucapan ini berhasil membakar semangat Umar dan melenyapkan rasa kantuk dari kedua matanya sehingga membangkitkan kekuatan dan kesegaran badannya yang sebelumnya demikian lelah. Ketik itu berkatalah dia kepada sang putra, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Mendekatlah kemari wahai putraku.!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang putrapun mendekat dan Umar langsung memeluk serta menciumi keningnya seraya berkata,&lt;br /&gt;“Segala puji bagi Allah yang telah melahirkan dari keturunanku orang yang menolongku di dalam menjalankan agama.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian beliau berdiri dan menyuruh supaya di umumkan kepada orang-orang, “barangsiapa yang merasa teraniaya, maka hendaklah dia mengajukan perkaranya.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu, siapakah ‘&lt;b&gt;Abdul Malik&lt;/b&gt; ini?! Bagaiman cerita anak muda ini sehingga menjadi buah bibir orang-orang? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sungguh, dialah anak yang berhasil mensugesti ayahnya untuk rajin beribadah dan mengarahkannya agar menempuh jalan kezuhudan. Marilah kita telusuri lagi kisah pemuda yang shalih ini dari awalnya.!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adalah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mempunyai lima belas orang anak, tiga di antaranya ada tiga perempuan. Anak-anak itu semuanya adalah anak-anak yang memiliki tingkat ketakwaan dan keshalihan yang sangat memadai. Namun ‘Abdul Malik adalah putra paling menonjol di antara saudara-saudaranya dan bintangnya mereka yang bersinar-sinar. Dia seorang anak yang ahli sastra, mahir lagi cerdik sekalipun usia masih muda tetapi cara berpikirnya sudah dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di samping itu, dia memang tumbuh sebagai anak yang ta’at kepada Allah sejak mudanya sehingga dialah orang yang tingkah lakunya paling dekat dengan keluarga besar al-Khaththab secara umum serta yang paling mirip dengan ‘Abdulllah bin ‘Umar, khususnya dari sisi ketakwaan kepada Allah, rasa takut berbuat maksiat kepada-Nya serta bertaqarrub kepada-Nya dengan melakukan keta’atan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keponakannya Ashim (bin Abu Bakar bin Abdul Aziz bin Marwan, dia adalah anak saudara ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz) bercerita, “Suatu waktu, aku bertandang ke Damaskus lantas mampir di rumah anak pamanku (sepupuku), ‘Abdul Malik. saat itu, dia masih bujangan, lalu kami menunaikan shalat isya’ kemudian masing-masing kami beranjak ke tempat tidur. Lalu ‘Abdul Malik mendekati lampu dan mematikannya sementara masing-masing kami mulai tidur. Kemudian aku bangun pada tengah malam, ternyata ‘Abdul Malik sedang berdiri shalat dengan khusyu’nya seraya membaca firman Allah Azza wa Jalla (artinya), &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun. Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka. Niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.” (Q.s.,asy-Syu’arâ`:205-207) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada yang membuatku begitu terkesan kepadanya kecuali saat dia mengulang-ulang ayat tersebut dan menangis dengan tangisan yang tersedu-sedu dari dalam hati (tidak terdengar). setiap kali dia selesai dari ayat itu, dia mengulanginya kembali, sehingga aku berkata dalam hati, “Anak ini bisa mati oleh tangisannya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika aku melihatnya seperti itu, aku mendesis,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lâ ilâha illallâh wal hamdu lillâh. Seakan ucapan orang yang bangun dari tidur, padahal tujuanku untuk menghentikan tangisannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika mendengar suaraku, dia terdiam dan tidak lagi terdengar suara rintihannya tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemuda dari keluarga besar ‘Umar ini banyak berguru kepada ulama’-ulama’ besar pada zamannya sehingga begitu ‘enjoy’ dengan Kitab Allah, kenyang dengan hadits Rasulullah serta pemahaman terhadap agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sehingga dia menjadi seorang yang dapat berkompetisi dengan para ulama kelas atas (ternama) pada zamanya, sekalipun usianya ketika itu masih sangat muda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan bahwa ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz pernah mengumpulkan para Qurra` (ahli baca al-Qur’an) dan ahli fiqih negeri Syam. ketika itu, beliau berkata,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku memanggil kalian untuk penanganan tindak kezhaliman yang sekarang ada di tangan keluargaku, bagaimana pandangan kalian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka mereka berkata,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Wahai Amirul mukminin, sesungguhnya hal itu tidak termasuk kawasan wewenang anda. Dosa-dosa atas tindakan kezhaliman tersebut sepenuhnya berada di pundak orang yang mengambilnya secara tidak benar (merampasnya).”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rupanya beliau belum puas dengan jawaban mereka tersebut, lalu melirik ke arah salah seorang di antara mereka yang tidak sependapat dengan pendapat mereka itu, seraya berkata kepadanya,&lt;br /&gt;“Utuslah orang untuk memanggil ‘Abdul Malik, karena dia tidak lebih rendah ilmunya, pemahaman (fiqih)nya ataupun daya nalarnya dari orang-orang telah yang engkau undang.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika ‘Abdul Malik menemuinya, Umar berkata kepadanya,&lt;br /&gt;“Bagaimana pendapatmu tentang harta orang-orang yang diambil anak-anak paman kita secara dzalim, sedangkan pemilik-pemiliknya telah datang dan memintanya dan kita telah mengetahui hak mereka pada harta itu?!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘Abdul Malik berkata, “Menurutku, hendaknya ayahanda mengembalikan harta itu kepada para pemiliknya selama ayahanda mengetahui permasalahannya. Sebab, jika tidak, berarti ayahanda termasuk kongsi orang-orang yang mengambilnya secara dzalim tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka lapanglah seluruh rongga-rongga tubuh Umar, jiwanya menjadi lega dan apa yang menghantuinyapun hilang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak muda keturunan Umar ini lebih menyukai “Murabathah” (berjaga-jaga di perbatasan dari serangan musuh) dengan tinggal di salah satu kota yang dekat dengannya ketimbang tetap tinggal di negeri Syam.&lt;br /&gt;Dia tetap berangkat ke sana sementara di belakangnya kota Damaskus yang bertaman indah, naungan yang rimbun dan memiliki tujuh sungai dia tinggalkan begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Dalam pada itu, sekalipun sang ayah telah mengetahui keshalehan dan ketakwaan anaknya, beliau masih mengkhawatirkannya dan kasihan kalau-kalau dia bisa luluh oleh godaan syaitan dan gejolak-gejolak masa muda serta begitu antusias untuk mengetahui segala-galanya tentang dirinya tersebut selama dia bisa mengetahuinya. Dan beliau tidak pernah melalaikan hal itu dan tidak pernah mengabaikannya sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Maimun bin Mahran, seorang menteri, Qadli sekaligus penasehat ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, pernah bercerita,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Sewaktu menemui ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, aku mendapatinya sedang menulis surat kepada anaknya, ‘Abdul Malik. Dalam suratnya itu, beliau memberikan nasehat, pengarahan, peringatan, berita menakutkan dan gembira. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di antara isinya adalah, ‘Amma ba’du, sesungguhnya engkaulah orang yang paling pantas untuk menangkap dan memahamai ucapanku. Dan sesungguhnya pula, segala puji bagi Allah, Dia telah berbuat baik kepada kita dari urusan sekecil-kecilnya hingga sebeasar-besarnya. Maka ingatlah karunia Allah kepadamu dan kepada kedua orang tuamu. Janganlah sekali-kali kamu berlaku sombong dan bangga diri, karena hal itu adalah termasuk perbuatan syaitan, sedangkan syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi orang-orang yang beriman. Dan ketahuilah, bahwa aku mengirimkan surat ini, bukan karena ada laporan tentang dirimu sebab aku tidak mengetahui tentangmu kecuali hal yang baik-baik. Namun demikian, telah sampai laporan kepadaku bahwa perihal tindakanmu yang suka berbangga-bangga diri. Seandainya kebanggaan ini menyeretmu kepada sesuatu yang aku benci, tentu kamu mendapatkan telah melihat dariku sesuatu yang kamu benci. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maimun berkata, “Kemudian Umar menoleh kepadaku seraya berkata, ‘Wahai Maimun, sesungguhnya anakku -’Abdul Malik- telah menghiasi mataku (dikasihi dan tidak ada lagi cacatnya) dan aku menuduh diriku telah melakukan itu. Karenanya, aku khawatir kalau rasa cintaku kepadanya telah melebihi pengetahuanku tentang dirinya sehingga apa yang menimpa nenek moyangku dulu yang buta terhadap aib anak-anaknya menimpa diriku juga. Maka pergilah untuk mengawasinya, carilah informasi akurat tentangnya serta perhatikanlah apakah ada padanya sesuatu yang mirip kesombongan dan berbangga-bangg itu, karena dia masih anak muda dan aku belum dapat menjamin dirinya bisa terhindar dari godaan syaithan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maimun berkata lagi,  “Maka aku segera berangkat hingga bertemu dengan ‘Abdul Malik, lalu minta permisi dan masuk. Ternyata dia adalah seorang yang baru menginjak remaja dan masih muda belia, memiliki pandangan yang ceria dan sangat tawadlu’ (rendah diri). Dia duduk di atas hamparan putih, di atas karpet yang terbuat dari bulu. Lantas menyambutku sembari berkata, ‘Aku telah mendengar ayahanda sering berbicara tentang dirimu yang memang pantas kamu menyandangnya, yaitu seorang yang baik. Aku berharap Allah menjadikanmu orang yang berguna.’ Aku bertanya kepadanya,  ‘Bagaimana keadaanmu?’ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia menjawab, ‘Senantiasa dalam keadaan baik dan mendapat nikmat dari Allah Azza wa Jalla. Hanya saja, aku khawatir bilamana sangkaan baik ayahanda terhadapku membuatku terbuai sementara sebenarnya aku belum mencapai tingkat keutamaan sebagaimana yang disangkanya itu. Dan sungguh aku khawatir kalau kecintaan ayahanda kepadaku telah melebihi pengetahuannya tentang diriku sehingga aku malah menjadi bebannya.’ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar jawaban itu, aku (Maimun) jadi terkagum-kagum kenapa bisa terjadi kecocokan hati di antara keduanya. Kemudian aku bertanya kepadanya, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘Tolong beritahu aku dari mana sumber penghidupanmu.?’ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia berkata, “Dari hasil tanah yang aku beli dari seseorang yang mendapat warisan ayahnya. Aku membayarnya dengan uang yang bukan syubhat sama sekali sehingga karenanya aku tidak membutuhkan lagi harta Fai’ (yang didapat tidak melalui peperangan-red.,) kaum Muslimin.’ Aku bertanya lagi,&lt;br /&gt;‘Apa makananmu?’ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘Terkadang daging, terkadang ‘Adas dan minyak dan terkadang cuka dan minyak. Dan, ini sudah cukup.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu aku bertanya lagi, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Apakah kamu tidak merasa bangga dengan dirimu sendiri?” Dia menjawab, “Pernah aku merasakan sedikit dari hal semacam itu namun tatkala ayahandaku memberikan wejangan kepadaku, dia berhasil membelalakkan mataku akan hakikat diriku dan menjadikannya kecil bagiku dan jatuh harkatnya di mataku sehingga akhirnya Allah Azza wa Jalla menjadikan wejangan itu bermanfaat bagi diriku. Semoga Allah membalas kebaikan ayahandaku.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Satu jam aku habiskan untuk mengobrol bersamanya dan rileks dengan ucapannya. Rasanya, belum pernah aku melihat pemuda setampan dia, sesempurna otaknya dan seluhur akhlaqnya padahal dia masih beliau dan kurang pengalaman. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika di penghujung siang, pembantunya datang semberi berkata,&lt;br /&gt;“Semoga Allah memperbaiki dirimu, kami sudah kosongkan!.” Lalu dia diam…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku bertanya kepadanya,&lt;br /&gt;“Apa yang mereka kosongkan itu?.”&lt;br /&gt;“WC.” Katanya&lt;br /&gt;“Bagaimana caranya.?” Tanyaku lagi&lt;br /&gt;“Yah, mereka kosongkan dari orang-orang.” Jawabnya&lt;br /&gt;“Tadinya sikapmu mendapatkan tempat yang agung di hatiku hingga sekarang aku dengar hal ini.” Kataku&lt;br /&gt;Dia begitu cemas dan mengucap Innâ Lillâhi Wa Innâ Ilaihi Râji’ûn, lalu berkata,&lt;br /&gt;“Apa itu, wahai paman –semoga Allah merahmatimu-?.”&lt;br /&gt;“Apakah WC itu milikmu.?” Tanyaku&lt;br /&gt;“Bukan.” Katanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Lantas apa alasanmu mengeluarkan orang-orang darinya.? Sepertinya dengan tindakanmu itu, engkau ingin mengangkat dirimu di atas mereka dan menjadikan kedudukanmu berada di atas kedudukan mereka. Kemudian engkau juga menyakiti si penunggu WC ini dengan tidak mengabaikan upah hariannya dan membuat orang yang datang ke mari pulang sia-sia.” Kataku lagi &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Dia berkata, “Adapun mengenai penunggu WC ini, maka aku sudah membuatnya rela dengan memberikan upah hariannya.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Ini namanya pengeluaran foya-foya yang dicampuri oleh kesombongan. Apa sih yang membuatmu enggan masuk WC bersama orang-orang padahal engkau sama saja dengan salah seorang dari mereka.?” Kataku “Yang membuatku enggan hanyalah polah beberapa orang-orang tak beres yang masuk WC tanpa penghalang sehingga kau tidak suka melihat aurat-aurat mereka itu. Demikian pula, aku tidak suka memaksa mereka mengenakan penghalang sehingga hal ini bisa mereka anggap sebagai campur tanganku terhadap mereka dengan menggunakan kewenangan penguasa yang aku bermohon kepada Allah agar kita terhindar darinya. Karena itu, tolong nasehati aku –semoga Allah merahmatimu- sehingga berguna bagiku dan carilah solusi dari permasalahan ini!” Jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Aku berkata,&lt;br /&gt;“Tunggulah dulu hingga orang-orang keluar dari WC pada malam hari dan kembali ke rumah-rumah mereka, lalu masuklah.!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kalau begitu, aku berjanji. Aku tidak akan masuk selama-lamanya pada siang hari semenjak hari ini dan andaikata bukan karena begitu dinginnya temperatur di negeri ini (sehingga selalu ingin buang hajat-red.,), tentu aku tidak akan masuk ke WC itu selama-lamanya.” Katanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia berhenti sejenak seakan memikirkan sesuatu, kemudian mengangkat kepalanya menoleh ke arahku sembari berkata,&lt;br /&gt;“Aku bersumpah di hadapanmu, tolong dengan sangat engkau simpan rahasia ini sehingga tidak didengar ayahandaku, sebab aku tidak suka dia masih marah padaku. Aku khawatir bila datang ajal sementara tidak mendapatkan keridlaan beliau.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maimun berkata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Lalu aku berniat ingin mengetesnya seberapa jauh ke dalaman akalnya, seraya berkata kepadanya, ‘Jika Amirul Mukminin (‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, ayahandanya) bertanya kepadaku, apakah aku melihat sesuatu darimu, apakah engkau tega aku berdusta terhadapnya?.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; “Tidak. Ma’adzallâh, akan tetapi katakan padanya, ‘aku telah melihat sesuatu darinya lantas aku nasehati dia, aku jadikan hal itu sebagai perkara besar di hadapan matanya lalu dia cepat-cepat sadar.’ Setelah itu, ayahandaku pasti tidak akan menanyakanmu untuk menyingkap hal-hal yang tidak engkau tampakkan padanya. Sebab, Allah Ta’ala juga melindunginya dari mencari hal-hal yang masih terselubung.” Jawabnya &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Maimun berkata, “Sungguh, aku belum pernah sama sekali melihat seorang anak dan ayah seperti mereka berdua –semoga Allah merahmati keduanya-.“&lt;br /&gt;Semoga Allah meridlai khalifah ar-Rasyid kelima, ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, menyejukkan kuburannya dan kuburan putra serta buah hatinya, ‘‘Abdul Malik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keselamatanlah bagi keduanya pada hari bertemu dengan Allah Ta’ala, ar-Rafîq al-A’la.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Keselamatanlah bagi keduanya pada hari dibangkitkan bersama orang-orang pilihan dan ahli kebajikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-4245458003785838807?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/4245458003785838807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/abdul-malik-bin-umar-bin-abdul-aziz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4245458003785838807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4245458003785838807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/abdul-malik-bin-umar-bin-abdul-aziz.html' title='Abdul Malik bin ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-4259514910728433908</id><published>2010-05-06T07:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T15:11:28.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Thaawus Ibn Kaisan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; “Aku melihatmu wahai Abu Abdirrahman dalam mimpi, engkau shalat di Ka’bah dan Nabi berada di pintunya, beliau bersabda kepadamu, ‘Bukalah penutup mukamu dan terangkanlah bacaanmu wahai Thaawus’” (Mujahid)&lt;/span&gt;&lt;span id="more-42"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hampir saja khalifah muslimin Sulaiman ibn Abdul Malik sampai dan menetap di ujung al-Baitul ‘Atiq (Ka’bah) dan membasahi kerinduannya kepada Ka’bah yang agung hingga ia menoleh kepada penjaganya dan berkata, “Carilah seorang alim untuk kita yang dapat memberikan pemahaman agama kepada kita dan mengingatkan kita pada hari yang mulia dari hari-hari Allah ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Penjaga tersebut pergi memandangi wajah-wajah Ahlul Mausim (kumpulan orang yang berhaji), dan mulai menanyai mereka tentang keinginan amirul mukminin, lalu ada yang memberitahukan kepadanya, “Ini Thaawus ibn Kaisan, Ahli fiqih masanya, orang yang paling jujur bahasanya dalam berdakwah kepada Allah, ambillah ia.!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Penjaga tersebut menemui Thaawus dan berkata, “Penuhilah undangan amirul mukminin wahai syaikh.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Thaawus memenuhi undangan tanpa berlambat-lambat, hal itu karena ia meyakini bahwa wajib bagi para dai kepada Allah ta’ala agar memanfaatkan kesempatan yang ditawarkan kepadanya di mana mereka pasti sesegera mungkin mengambil kesempatan itu. Ia meyakini bahwa kalimat yang paling afdhal (utama) adalah Kalimatul Haq (Perkataan benar) yang diharapkan dapat meluruskan kebengkokan para pemimpin dan menjauhkan mereka dari kezhaliman serta mendekatkan mereka kepada Allah ta’ala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Thaawus pun pergi bersama penjaga. Ketika masuk menemui amirul mukminin, ia menyalaminya. Khalifah membalas salamnya dengan yang lebih baik dari itu dan memuliakan penyambutannya dan mendekatkan majlisnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ia (khalifah) mulai menanyainya tentang apa yang musykil (pelik) dari manasik-manasik haji dan ia (Thaawus) mendengarkannya dengan penuh penghormatan dan pengagungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Thaawus berkata, “Ketika aku merasa bahwa amirul mukminin telah sampai kepada keinginannya dan tidak tersisa apa yang akan ditanyakannya. Aku berkata dalam diriku, ‘Sesungguhnya majlis ini adalah majlis yang Allah akan menanyaimu tentangnya wahai Thaawus.!” Kemudian aku menghadap kepadanya dan berkata, ‘Wahai amirul mukminin, sesungguhnya ada batu besar berada di tepi sumur di jurang Jahannam. Ia terus menggelinding di sumur tersebut selama tujuh puluh tahun hingga sampai pada dasarnya. Tahukah anda untuk siapa Allah menyiapkan satu sumur dari sumur-sumur Jahannam ini wahai amirul mukminin?.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tanpa berpikir, ia pun menjawab, “Tidak.” Kemudian ia kembali kepada dirinya dan berkata, “Aduh celaka, untuk siapa Allah menyiapkannya.?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Aku menjawab, “Allah telah menyiapkannya untuk orang yang telah Dia jadikan sebagai wali dalam hukum-Nya kemudian ia berbuat aniaya.!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sulaiman terkejut ketakutan dibuatnya. Aku mengira bahwa nyawanya akan keluar dari badannya. Ia mulai menangis tersedu-sedu mengiris urat jantung. Aku meninggalkannya dan beranjak pergi sementara ia mengucapkan terima kasih kepadaku. Ketika Umar ibn Abdul Aziz menjabat sebagai khalifah, ia mengirim surat kepada Thaawus ibn Kaisan dan berkata kepadanya, “Wasiatilah aku wahai Abu Abdirrahman.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Thaawus menulis risalah kepadanya dalam satu baris yang isinya, “Apabila engkau menginginkan agar seluruh amalanmu baik, maka pekerjakanlah Ahlul Khair (orang-orang yang baik), wassalam.” Ketika Umar membaca risalah tersebut, ia berkata, “Cukuplah ini sebagai mauidzah…cukuplah ini sebagai mau’izhah.!!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketika khilafah berpindah kepada Hisyam ibn Abdul Malik, ada kejadian-kejadian masyhur yang diriwayatkan antara Thaawus dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Di antarnya adalah bahwa Hisyam datang ke Baitul Haram menunaikan haji. Sesampainya di al-Haram, berkatalah ia kepada orang-orang terdekatnya dari penduduk Mekkah, “Carilah untuk kami seseorang dari sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya para sahabat -wahai Amirul Mukminin- telah bertemu dengan Rabb mereka satu demi satu hingga tidak tersisa seorang pun dari mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Kalau demikian, maka dari tabi’inm,” katanya. Lalu didatangkanlah Thaawus ibn Kaisan.Ketika masuk menemuinya, ia melepas kedua sandalnya di ujung permadaninya. Kemudian ia menyalami sang khalifah tanpa memanggilnya dengan sapaan Amirul Mukminin tapi memanggilnya dengan namanya tanpa menggunakan kunyah-nya. Ia juga duduk sebelum diizinkan untuk duduk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kemarahan menyala dalam diri Hisyam hingga terlihat di kedua matanya. Yang demikian itu karena ia melihat tingkah laku Thaawus yang begitu berani terhadapnya dan merendahkan wibawanya di hadapan anggota majlis serta para bawahannya. Hanya saja ia langsung teringat bahwa ia sedang berada di tanah haram Allah . Ia menenangkan dirinya dan berkata kepada Thaawus, “Apa yang membuatmu melakukan hal tersebut wahai Thaawus.?!” “Apa yang telah aku lakukan,?” katanya. Khalifah kembali marah dan murka seraya berkata, “Kamu melepaskan sandallmu di ujung karpetku. Kamu tidak menyalamiku dengan sapaan amirul mukminin tapi kamu memanggilku dengan namaku bukan dengan kunyah-ku, lalu kamu duduk tanpa izin dariku.!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dengan tenang Thaawus menjawab, “Adapun kenapa aku melepas sandalku di ujung karpetmu, maka aku melepaskannya di hadapan Rabbul ‘Izzah setiap hari lima kali sedangkan Dia tidak mencelaku dan marah kepadaku.!? Adapun ucapanmu bahwa aku tidak menyalamimu dengan sapaan amirul mukminin, karena tidak seluruh muslimin ridha dengan kepemimpinanmu sehingga aku takut berdusta bila memanggilmu dengan amirul mukminin. Adapun celaanmu terhadapku bahwa aku memanggilmu dengan namam, bukan dengan julukanmu, maka sesungguhnya Allah memangggil para nabi-Nya menggunakan nama-nama mereka, Allah berfirman, “Wahai Daud…wahai Yahya…wahai ‘Isa!!” namun Dia malah memberikan julukan kepada para musuh-Nya, Dia berfirman, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab (paman Nabi) dan sesungguhnya dia akan binasa.” (QS.al-Masad:1) Adapun perkataanmu bahwa aku duduk sebelum engkau mengizinkan, sesungguhnya aku mendengar amirul mukminin, ‘Ali ibn Abi Thalib berkata, ‘Apabila engkau ingin melihat kepada seseorang dari ahli neraka, maka lihatlah kepada orang yang duduk sedangkan di sekelilingnya orang-orang berdiri di hadapannya,” maka aku tidak mau kalau engkau menjadi orang yang termasuk dari ahli neraka itu.!!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hisyam lalu menundukkan pandangannya ke tanah karena malu, kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, “Nasihati aku wahai Abu Abdirrahman.” Ia menjawab, “Aku mendengar ‘Ali ibn Abi Thalib berkata, ‘Sesungguhnya di Jahannam ada ular-ular yang seperti tiang yang tinggi kokoh dan kalajengking-kalajengking yang besarnya seperti Bighal (hasil dari perkawinan antara kuda dengan keledai, penj). Ia menyengat setiap pemimpin yang tidak adil terhadap rakyatnya.!!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kemudian ia bangkit dan pergi. Sebagaimana Thaawus mendatangi sebagian ulil amri untuk mengingatkan dan mengarahkan mereka. Ia juga berpaling dari sebagian yang lain untuk merendahkan dan mencela mereka. Putranya menceritakan, “Pada suatu tahun kami keluar bersama ayah untuk menunaikan haji dari Yaman, kami singgah di beberapa kota. Kota tersebut memiliki seorang pejabat yang dikenal dengan sebutan ‘Ibn Nujaih.’ Ia adalah pejabat yang paling busuk, orang yang paling berani terhadap kebenaran dan orang yang demikian banyak terjerumus ke dalam kebathilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kami mendatangi masjid negeri tersebut untuk melaksanakan shalat fardhu. Ternyata Ibn Nujaih telah mengetahui kedatangan ayahku. Ia datang ke masjid dan duduk di hadapannya serta menyalaminya. Ayahku tidak menjawabnya dan memalingkan punggungnya.!? Ia mendatangi daru sebelah kanannya dan mengajaknya berbicara, namun ayahku tetap berpaling darinya. Ia berpindah ke sebelah kirinya dan mengajaknya bicara, tetapi ia berpaling juga darinya. Ketika melihat hal tersebut, aku bangkit kepadanya dan menjulurkan tanganku ke arahnya. Aku menyalaminya dan berkata kepadanya, ‘Sesungguhnya ayahku belum mengenalmu.’ Ia menjawab, ‘Bahkan, sesungguhnya ayahmu telah mengenalku. Dan sesungguhnya lantaran begitu kenal denganku membuatnya berbuat seperti apa yang kamu lihat tadi.!’ Ia kemudian pergi, diam dan tidak berkata sepatah pun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketika kami kembali ke persinggahan, ayahku menoleh kepadaku dan berkata, ‘Wahai dung.! (mengapa) kamu mencela mereka dengan lidah tajammu di saat mereka tidak ada. Dan bila mereka datang, kamu lembutkan perkataanmu kepada mereka!! Bukankah ini benar-benar nifak?!.’”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Demikianlah, Thaawus ibn Kaisan tidaklah mengkhususkan para khalifah dan umara dengan mauidzah-mauidzahnya, akan tetapi mencurahkannya kepada setiap orang yang merasa memiliki hajat dan raghbah (kecintaan) kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Di antaranya yang diriwayatkan oleh ‘Athaa ibn Abi Rabbah, ia berkata, “Thaawus ibn Kaisan melihatku di suatu tempat yang ia tidak merasa senang. Ia berkata, ‘Wahai ‘Athaa, jauhi olehmu untuk mengangkat hajat-hajatmu kepada orang yang menutup pintunya di wajahmu serta menempatkan para penjaganya di depanmu. Akan tetapi mintalah hajatmu dari Dzat yang membuka pintu-pintuNya untukmu dan menuntutmu untuk berdoa kepada-Nya dan berjanji akan mengabulkan untukmu.!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ia pernah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, temanilah orang-orang yang berakal, niscaya kamu akan dinasabkan kepada mereka, walaupun engkau tidak termasuk dari mereka (bukan seperti mereka). Janganlah engkau berteman dengan orang-orang yang jahil, karena sesungguhnya bila engkau bersahabat dengan mereka, engkau akan dinisbatkan kepada mereka walaupun engkau tidak termasuk dari golongan mereka (bukan seperti mereka).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketahuilah bahwa segala sesuatu memiliki tujuan dan sesungguhnya tujuan seorang manusia adalah kesempurnaan agamanya dan kesempurnaan akhlaknya.” Putra beliau, Abdullah telah tumbuh di bawahan asuhan dan didikan sang orang tua, berakhlak seperti akhlaknya dan mengikuti jejak perjalanan hidupnya. Di antaranya, bahwa Khalifah al-‘Abbasi (khalifah Bani Abbasiyah), Abu Ja’far al-Manshur telah memanggil putra Thawus, yakni Abdullah ibn Thaawus serta (memanggil) Malik ibn Anas* untuk menziarahinya. Ketika keduanya masuk menemuinya dan mengambil tempat duduknya di dekatnya, khalifah menoleh kepada Abdullah ibn Thaawus dan berkata, “Riwayatkan kepadaku sesuatu dari hadits yang telah disampaikan ayahmu kepadamu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ia menjawab, “Ayahku telah bercerita kepadaku bahwa manusia yang peling keras adzabnya pada hari kiamat adalah seseorang yang telah Allah jadikan sebagai pemimpin yang mengurusi urusan kaum muslimin dalam kekuasaannya, kemudian ia memasukkan kezhaliman dalam putusannya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Malik ibn Anas berkata, “Ketika mendengar perkataannya ini, aku mendekap pakaianku takut darahnya menimpaku. Hanya saja Abu Ja’far terdiam sesaat dan tidak berkata. Kemudian kami berlalu dari situ dengan selamat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Thaawus ibn Kaisan telah diberi umur panjang hingga mencapai seratus tahun atau lebih sedikit. Hanya saja ketuaan dan usia yang lanjut tidak sedikitpun mempengaruhi kejernihan akalnya dan ketajaman pikirannya serta kecepatan dalam menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Abdullah asy-Syaami menceritakan, “Aku mendatangi Thaawus di rumahnya untuk menimba ilmu darinya padahal aku tidak mengenalnya. Maka ketika aku mengetuk pintu, keluarlah seorang syaikh tua menemuiku. Aku mengucapkan salam kepadanya dan aku berkata, ‘Apakah anda Thaawus ibn Kaisan.?” Ia menjawab, “Bukan, aku adalah putranya.’ Aku berkata, ‘Bila kamu adalah putranya, aku tidak merasa aman bila syaikh menjadi pikun dan rusak akalnya (karena ketuaan), sesungguhnya aku menujunya dari tempat yang jauh untuk menimba ilmunya.’ Ia menjawab, ‘Celaka engkau! Sesesungguhnya para pengemban kitab Allah tidak rusak akalnya! Masuklah menemuinya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Aku masuk menemui Thaawus dan menyalaminya seraya berkata, ’Sungguh, aku telah mendatangimu untuk menimba ilmumu dan cinta kepada nasehatmu.’ Ia (Thaawus) berkata, ‘Tanyakanlah dan ringkaslah. ’Aku menjawab, ‘Aku akan menyingkatnya semampuku, insya Allah.’ Ia berkata, ‘Apakah kamu ingin agar aku mengumpulkan untukmu inti dari apa yang ada dalam Taurat, Zabur (kitab Nabi Daud AS), Injil dan al-Qur’an?’ ‘Ya,’ jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ia berkata, ‘Takutlah kepada Allah ta’ala dengan penuh rasa takut dimana tidak ada sesuatupun yang lebih kamu takuti dari-Nya. Dan berharaplah dari Dia dengan pengharapan yang lebih besar dari rasa takutmu kepada-Nya. Cintailah untuk manusia apa-apa yang kamu cintai untuk dirimu.!!’”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pada malam kesepuluh dari bulan Dzulhijjah tahun 106 H, bertolaklah syaikh yang telah berusia lanjut, Thaawus ibn Kaisan bersama para jema’ah haji dari Arafah menuju Muzdalifah untuk yang keempat puluh kalinya. Ketika ia menjejakkan kakinya di tanahnya yang suci dan melaksanakan shalat Maghrib bersama Isya (jamak takdim). Ia merebahkan punggungnya ke tanah dan ingin istirahat sebentar. Sesaat kemudian, kematian menjemput beliau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ia menemui kematiannya jauh dari sanak keluarga dan kampung halaman, dalam keadaan bertaqarrub kepada Allah. Bertalbiyah dan berihram mengharapkan pahala Allah, keluar dari dosa-dosanya seperti ia dilahirkan oleh ibunya berkat karunia Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ketika subuh telah muncul dan orang-orang ingin menguburnya. Mereka tidak mampu mengeluarkan jenazahnya karena saking banyaknya orang yang berdesak-desakan terhadapnya. Maka Emir Mekkah mengarahkan penjaga untuk menggiring kerumunan manusia itu dari jenazahnya hingga memudahkan prosesi penguburannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Begitu banyak orang yang menyalatinya sehingga tidak ada yang bisa menghitung jumlahnya kecuali Allah. Dan di antara kelompok yang menyhalatinya itu adalah khalifah kaum muslimin, Hisyam ibn Abdul Malik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: grey;"&gt;Sumber: Ath-Thabaqatul Kubra oleh Ibn Sa’d: 5/537, Thabaqat khalifah Ibn Khayyaat: 287, Tarikh khalifah Ibn Khayyaat: 236,. At-Tarikh al-Kabiir: 4/365, Al-Jarh wat Ta’diil: 4/500, Hilyatul Auliyaa: 4/3, 23, Thabaqatul Fuqaha oleh asy-Syiirazi: 73, Al-Lubaab: 1/241, Tahdziibut Tahdziib: 2/101, Tarikhul Islam: 4/126, Tadzkiratul Huffadz: 1/90, Al-‘Ibar: 1/130, Thabaqatul Qurra: 1/341, An-Nujumuz Zaahirah: 1/26, Syadzaratudz Dzahab: 1/133&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-4259514910728433908?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/4259514910728433908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/thaawus-ibn-kaisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4259514910728433908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4259514910728433908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/thaawus-ibn-kaisan.html' title='Thaawus Ibn Kaisan'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-3138873382246035083</id><published>2010-05-06T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T15:11:28.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Ummu Salamah r.a</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;Beliau adalah Hindun binti Abi Umayyah bin Mughirah al-Makhzumiyah al-Qursyiyah. Bapaknya adalah putra dari salah seorang Quraisy yang diperhitungkan (disegani) dan terkenal dengan kedermawanannya.Ayahnya dijuluki sebagai “Zaad ar-Rakbi ” yakni seorang pengembara yang berbekal. Dijuluki demikian karena apabila dia melakukan safar (perjalanan) tidak pernah lupa mengajak teman dan juga membawa bekal bahkan ia mencukupi bekal milik temannya. Adapun ibu beliau bernama ‘Atikah binti Amir bin Rabi’ah al-Kinaniyah dari Bani Farras yang terhormat.&lt;span id="more-26"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disamping beliau memiliki nasab yang terhormat ini beliau juga seorang wanita yang berparas cantik, berkedudukan dan seorang wanita yang cerdas.Pada mulanya dinikahi oleh Abu Salamah Abdullah bin Abdil Asad al-Makhzumi, seorang shahabat yang agung dengan mengikuti dua kali hijrah. Baginya Ummu Salamah adalah sebaik-baik istri baik dari segi kesetiaan, kata’atan dan dalam menunaikan hak-hak suaminya. Dia telah memberikan pelayanan kepada suaminya di dalam rumah dengan pelayanan yang menggembirakan. Beliau senantiasa mendampingi suaminya dan bersama-sama memikul beban ujian dan kerasnya siksaan orang-orang Quraisy. Kemudian beliau hijrah bersama suaminya ke Habasyah untuk menyelamatkan diennya dengan meninggalkan harta, keluarga, kampung halaman dan membuang rasa ketundukan kepada orang-orang zhalim dan para thagut. Di bumi hijrah inilah Ummu Salamah melahirkan putranya yang bernama Salamah.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan disobeknya naskah pemboikotan (terhadap kaum muslimin dan kaumnya Abu Thalib) dan setelah masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthallib dan Umar bin Khaththab radhiallaahu ‘anhuma , kembalilah sepasang suami-isteri ini ke Mekkah bersama shahabat-shahabat yang lainnya.&lt;br /&gt;Kemudian manakala Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan bagi para shahabatnya untuk hijrah ke Madinah setelah peristiwa Bai’atul Aqabah al-Kubra, Abu Salamah bertekad untuk mengajak anggota keluarganya berhijrah. Kisah hijrahnya mereka ke Madinah sungguh mengesankan, maka marilah kita mendengar penuturan Ummu Salamah yang menceritakan dengan lisannya tentang perjalanan mereka tatkala menempuh jalan hijrah. Berkata Ummu Salamah:&lt;br /&gt;“Tatkala Abu Salamah tetap bersikeras untuk berhijrah ke Madinah, dia menuntun untanya kemudian menaikkan aku ke atas punggung unta dan membawa anakku Salamah. Selanjutnya kami keluar dengan menuggang unta, tatkala orang-orang dari Bani Mughirah melihat kami segera mereka mencegatnya dan berkata: ‘Jika dirimu saja yang berangkat maka kami tidak kuasa untuk mencegahnya namun bagaimana dengan saudara kami (Ummu Salamah yang berasal dari Bani Mughirah) ini?’. Kemudian mereka merenggut tali kendali unta dari tangannya dan mencegahku untuk pergi bersamanya. Ketika Bani Abdul Asad dari kaum Abi Salamah melihat hal itu, mereka marah dan saling memperebutkan Salamah hingga berhasil mengambilnya dari paman-pamannya, mereka mengatakan:’Tidak! demi Allah kami tidak akan membiarkan anak laki-laki kami bersamanya jika kalian memisahkan istri dari keluarga laki-laki kami’. Mereka memperebutkan anakku, Salamah lalu melepaskan tangannya, kemudian anakku dibawa pergi bergabung dengan kaum bapaknya, sedangkan aku tertahan oleh Bani Mughirah.&lt;br /&gt;Maka berangkatlah suamiku seorang diri hingga sampai ke Madinah untuk menyelamatkan dien dan nyawanya. Selama beberapa waktu lamanya, aku merasakan hatiku hancur dalam keadaan sendiri karena telah dipisahkan dari suami dan anakku. Sejak hari itu, setiap hari aku pergi keluar ke pinggir sebuah sungai, kemudian aku duduk disuatu tempat yang menjadi saksi akan kesedihanku. Terkenang olehku saat-saat dimana aku berpisah dengan suami dan anakku sehingga menyebabkan aku menangis sampai menjelang malam. Kebiasaan tersebut aku lakukan kurang lebih selama satu tahun hingga ada seorang laki-laki dari kaum pamanku yang melewatiku. Tatkala melihat kondisiku, ia menjadi iba kemudian berkata kepada orang-orang dari kaumku: ‘Apakah kalian tidak membiarkan wanita yang miskin ini untuk keluar? Sungguh kalian telah memisahkannya dengan suami dan anaknya’. Hal itu dikatakan secara berulangkali sehingga menjadi lunaklah hati mereka, kemudian mereka berkata kepadaku: ‘Susullah suamimu jika kamu ingin’. Kala itu anakku juga dikembalikan oleh Bani Abdul Asad kepadaku. Selanjutnya aku mengambil untaku dan meletakkan anakku dipangkuannya. Aku keluar untuk menyusul suamiku di Madinah dan tak ada seorangpun yang bersamaku dari makhluk Allah.&lt;br /&gt;Manakala aku sampai di at-Tan’im aku bertemu dengan Utsman bin Thalhah. Dia bertanya kepadaku:’Hendak kemana anda wahai putri Zaad ar-Rakbi?’. ‘Aku hendak menyusul suamiku di Madinah”, jawabku. Utsman berkata: ‘apakah ada seseorang yang menemanimu?. Aku menjawab: ‘Tidak! demi Allah! melainkan hanya Allah kemudian anakku ini’. Dia menyahut: ‘Demi Allah engkau tidak boleh ditinggalkan sendirian’. Selanjutnya dia memegang tali kekang untaku dan menuntunnya untuk menyertaiku. Demi Allah tiada aku kenal seorang laki-laki Arab yang lebih baik dan lebih mulia dari Ustman bin Thalhah. Apabila kami singgah di suatu tempat, dia mempersilahkan aku berhenti dan kemudian dia menjauh dariku menuju sebuah pohon dan dia berbaring dibawahnya. Apabila kami hendak melanjutkan perjalanan, dia mendekati untaku untuk mempersiapkan dan memasang pelananya kemudian menjauh dariku seraya berkata: ‘Naiklah!’. Apabila aku sudah naik ke atas unta dia mendatangiku dan menuntun untaku kembali. Demikian seterusnya yang dia lakukan hingga kami sampai di Madinah. Tatkala dia melihat desa Bani Umar bin Auf di Quba’ yang merupakan tempat dimana suamiku, Abu Salamah berada di tempat hijrahnya. Dia berkata:’Sesungguhnya suamimu berada di desa ini, maka masuklah ke desa ini dengan barokah Allah’. Sementara Ustman bin Thalhah langsung kembali ke Makka”.&lt;br /&gt;Begitulah, Ummu Salamah adalah wanita pertama yang memasuki Madinah dengan sekedup unta sebagaimana beliau juga pernah mengikuti rombongan pertama yang hijrah ke Habasyah. Selama di Madinah beliau sibuk mendidik anaknya – inilah tugas pokok bagi wanita – dan mempersiapkan sesuatu sebagai bekal suaminya untuk berjihad dan mengibarkan bendera Islam. Abu Salamah mengikuti perang Badar dan perang Uhud. Pada Perang Uhud inilah beliau terkena luka yang parah. Beliau terkena panah pada begian lengan dan tinggal untuk mengobati lukanya hingga merasa sudah sembuh.&lt;br /&gt;Selang dua bulan setelah perang Uhud, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam mendapat laporan bahwa Bani Asad merencanakan hendak menyerang kaum muslimin. Kemudian beliau memanggil Abu Salamah dan mempercayakan kepadanya untuk membawa bendera pasukan menuju “Qathn”, yakni sebuah gunung yang berpuncak tinggi disertai pasukan sebanyak 150 orang. Di antara mereka adalah ‘Ubaidullah bin al-Jarrah dan Sa’ad bin Abi Waqqash.&lt;br /&gt;Abu Salamah melaksanakan perintah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk menghadapi musuh dengan antusias. Beliau menggerakkan pasukannya pada gelapnya subuh saat musuh lengah. Maka usailah peperangan dengan kemenangan kaum muslimin sehingga mereka kembali dalam keadaan selamat dan membawa ghanimah. Disamping itu, mereka dapat mengembalikan sesuatu yang hilang yakni kewibawaan kaum muslimin tatkala perang Uhud.&lt;br /&gt;Pada pengiriman pasukan inilah luka yang diderita oleh Abu Salamah pada hari Uhud kembali kambuh sehingga mengharuskan beliau terbaring ditempat tidur. Di saat-saat dia mengobati lukanya, beliau berkata kepada istrinya: “Wahai Ummu Salamah, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Tiada seorang muslimpun yang ditimpa musibah kemudian dia mengucapkan kalimat istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi raji’un), dilanjutkan dengan berdo’a:’Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya’ melainkan Allah akan menggantikan yang lebih baik darinya”.&lt;br /&gt;Pada suatu pagi Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang untuk menengoknya dan beliau terus menunggunya hingga Abu Salamah berpisah dengan dunia. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam memejamkan kedua mata Abu Salamah dengan kedua tangannya yang mulia, beliau mengarahkan pandangannya ke langit seraya berdo’a:&lt;br /&gt;“Ya Allah ampunilah Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya dalam golongan Al-Muqarrabin dan gantikanlah dia dengan kesudahan yang baik pada masa yang telah lampau dan ampunilah kami dan dia Ya Rabbal’Alamin”.&lt;br /&gt;Ummu Salamah menghadapi ujian tersebut dengan hati yang dipenuhi dengan keimanan dan jiwa yang diisi dengan kesabaran beliau pasrah dengan ketetapan Allah dan qadar-Nya.Beliau ingat do’a Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Salamah yakni:&lt;br /&gt;“Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini…”&lt;br /&gt;Sebenarnya ada rasa tidak enak pada jiwanya manakala dia membaca do’a: “Wakhluflii khairan minha” (dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya) karena hatinya bertanya-tanya: ‘Lantas siapakah gerangan yang lebih baik daripada Abu Salamah?’. Akan tetapi beliau tetap menyempurnakan do’anya agar bernilai ibadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Ketika telah habis masa iddahnya, ada beberapa shahabat-shahabat utama yang bermaksud untuk melamar beliau. Inilah kebiasaan kaum muslimin dalam menghormati saudaranya, yakni mereka manjaga istrinya apabila mereka terbunuh di medan jihad. Akan tetapi Ummu Salamah menolaknya.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam turut memikirkan nasib wanita yang mulia ini; seorang wanita mukminah, jujur, setia dan sabar. Beliau melihat tidak bijaksana rasanya apabila dia dibiarkan menyendiri tanpa seorang pendamping. Pada suatu hari, pada saat Ummu Salamah sedang menyamak kulit, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang dan meminta izin kepada Ummu Salamah untuk menemuinya. Ummu Salamah mengizinkan beliau. Beliau ambilkan sebuah bantal yang terbuat dari kulit dan diisi dengan ijuk sebagai tempat duduk bagi Nabi. Maka Nabi pun duduk dan melamar Ummu Salamah. Tatkala Rasulullah selesai berbicara, Ummu Salamah hampir-hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Tiba-tiba beliau ingat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Salamah, yakni; “Wakhlufli khairan minha” (dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya), maka hatinya berbisik:’Dia lebih baik daripada Abu salamah’. Hanya saja ketulusan dan keimanannya menjadikan beliau ragu, beliau hendak mengungkapkan kekurangan yang ada pada dirinya kepada Rasulullah. Dia berkata:”Marhaban ya Rasulullah, bagaimana mungkin aku tidak mengharapkan anda ya Rasulullah…hanya saja saya adalah seorang wanita yang pencemburu, maka aku takut jika engkau melihat sesuatu yang tidak anda senangi dariku maka Allah akan mengadzabku, lagi pula saya adalah seorang wanita yang telah lanjut usia dan saya memiliki tanggungan keluarga. Maka Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:”Adapun alasanmu bahwa engkau adalah wanita yang telah lanjut usia, maka sesungguhnya aku lebih tua darimu dan tiadalah aib manakala dikatakan dia telah menikah dengan orang yang lebih tua darinya. Mengenai alasanmu bahwa engkau memiliki tanggungan anak-anak yatim, maka semua itu menjadi tanggungan Allah dan Rasul-Nya. Adapun alasanmu bahwa engkau adalah wanita pencemburu, maka aku akan berdo’a kepada Allah agar menghilangkan sifat itu dari dirimu. Maka beliau pasrah dengan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam . Dia berkata:”Sungguh Allah telah menggantikan bagiku seorang suami yang lebih baik dari Abu Salamah, yakni Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Maka jadilah Ummu Salamah sebagai Ummul mukminin. Beliau hidup dalam rumah tangga nubuwwah yang telah ditakdirkan untuknya dan merupakan suatu kedudukan yang beliau harapkan. Beliau menjaga kasih sayang dan kesatuan hati bersama para ummahatul mukminin.&lt;br /&gt;Ummu Salamah adalah seorang wanita yang cerdas dan matang dalam memahami persoalan dengan pemahaman yang baik dan dapat mengambil keputusan dengan tepat pula. Hal itu ditunjukkan pada peristiwa Hudaibiyah manakala Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para shahabatnya untuk menyembelih qurban selepas terjadinya perjanjian dengan pihak Quraisy. Namun ketika itu, para shahabat tidak mengerjakannya karena sifat manusiawi mereka yang merasa kecewa dengan hasil perjanjian Hudaibiyah yang banyak merugikan kaum muslimin. Berulangkali Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka akan tetapi tetap saja tak seorangpun mau mengerjakannya. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui Ummu Salamah dalam keadaan sedih dan kecewa. Beliau ceritakan kepada Ummu Salamah perihal kaum muslimin yang tidak mau mengerjakan perintah beliau. Maka Ummu Salamah berkata:”Wahai Rasulullah apakah anda menginginkan hal itu?. Jika demikian, maka silahkan anda keluar dan jangan berkata sepatah katapun dengan mereka sehingga anda menyembelih unta anda, kemudian panggillah tukang cukur anda untuk mencukur rambut anda (tahallul).&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menerima usulan Ummu Salamah. Maka beliau berdiri dan keluar tidak berkata sepatah katapun hingga beliau menyembelih untanya. Kemudian beliau panggil tukang cukur beliau dan dicukurlah rambut beliau. Manakala para shahabat melihat apa yang dikejakan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka mereka bangkit dan menyembelih kurban mereka, kemudian sebagian mereka mencukur sebagian yang lain secara bergantian. Hingga hampir-hampir sebagian membunuh sebagian yang lain karena kecewa. Setelah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menghadap Ar-Rafiiqul A’la, maka Ummul Mukminin, Ummu Salamah senantiasa memperhatikan urusan kaum muslimin dan mengamati peristiwa-peristiwa yang terjadi. Beliau selalu andil dengan kecerdasannya dalam setiap persoalan untuk menjaga lurusnya umat dan mencegah mereka dari penyimpangan, terlebih lagi terhadap para penguasa dari para Khalifah maupun para pejabat. Beliau singkirkan segala kejahatan dan kezhaliman terhadap kaum muslimin, beliau terangkan kalimat yang haq dan tidak takut terhadap celaan dari orang yang suka mencela dalam rangka melaksanakan perintah Allah. Tatkala tiba bulan Dzulqa’dah tahun 59 setelah hijriyah, ruhnya menghadap Sang Pencipta sedangkan umur beliau sudah mencapai 84 tahun. Beliau wafat setelah memberikan contoh kepada wanita dalam hal kesetiaan, jihad dan kesabaran.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-3138873382246035083?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/3138873382246035083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/ummu-salamah-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3138873382246035083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3138873382246035083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/ummu-salamah-ra.html' title='Ummu Salamah r.a'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1563624119648339694</id><published>2010-05-06T07:23:00.001-07:00</published><updated>2010-05-14T15:11:28.265-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Az-Zubair bin Al-Awwam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilahirkan pada tahun 28 sebelum Hijriah. Nama sebenarnya az-Zubair bin ‘Aw-wam bin Khuwailid al-Qursy al-Asady. Biasa dipanggil Abu Abdullah. Beliau bergelar Hawwaari Rasulullah (pengikut Rasul). Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah di kakeknya, Qushai. Khodijah, istri Rasulullah sekaligus Ummul mukminin, adalah bibinya.&lt;span id="more-19"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibunya bernama Shofiah binti Abdul Mutholib. Suatu ketika ibunya sedang memukulinya. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari saudaranya lewat. Melihat kejadian itu, saudaranya itu mencela perbuatan itu. Tapi apa jawaban ibunya; “Aku pukul dia agar kelak menjadi pendorong tentara.” Setelah tumbuh dewasa, ternyata apa yang dikatakan ibunya itu betul-betul terwujud. Beliau menjadi seorang satria yang gagah berani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menikah dengan Asma’ binti Abu Bakar yang digelari Dzat natiqoain. Dari perkawinanya, lahirlah Abdullah bin Az-Zubair (salah seorang amirul mukminin) dan ‘Urwah bin az-Zubair (salah seorang ahli fiqh tujuh yang ada di Madinah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan putra beliau dinamai dengan nama para syuhada. Mereka itu al-Mundhir, ‘Urwah, Hamzah, Ja’far, Abdullah, Mush’ab dan Kholid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kholifah Umar bin Khottob menunjuk beliau diantara enam orang yang lain untuk melakukan musyarawah mengenai pergantian kekhalifahan setelahnya. Pilihan Umar menunjuk az-Zubair dalam musyawarah itu sangat tepat. Sebab beliau diantara orang-orang yang banyak berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sejarah kehadiran Islam di tengah-tengah masyarakat Arab, beliau termasuk 7 orang pertama yang meyakini kebenaran ajaran Islam. Atau dikenal dengan istilah ‘as-sab’ah al-awaail fil Islam’. Seperti pengikut Islam yang lain, beliau juga banyak mengalami banyak siksaan dari orang-orang membenci Islam. Siksaan itu justru datang dari pamannya sendiri. Suatu ketika pamanya memaksa beliau untuk duduk di alas duduk (terbuat dari daun-daun). Dibakarnya alas duduk itu hingga tubuhnya terbakar. Meski demikian beliau tetap berkata; “Saya tidak akan keluar dari Islam sampai kapanpun. Beliau termasuk salah seorang dari 10 orang yang dikabarkan masuk surga sebagaimana yang disabdakan Rasulullah. Di dadanya terdapat bekas luka-luka tusukan dan lempar panah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu terjadi perang Hunain, beliau berhasil memecah kekuatan Malik bin ‘Auf, ketua kaum Hawazan dan pimpinan tentara musyrik. Hingga akhirnya kekuta mereka bercerai-berai dan dapat dilumpuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai pribadinya, Rasulullah pernah berkata; “Tholhah dan az-Zubair tetanggaku di surga”(HR.Tirmidhi). Dalam hadits lain disebutkan; “ Setiap nabi mempunyai pengikut (hawari) dan diantara pengikutku adalah az-Zubair.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu terjadi peristiwa hijrah, beliau ikut berhijrah ke Habasyi (Ethopia) yang pertama dan kedua. Selama berjuang membela Islam, beliau ikut dalam semua peperangan yang pernah dilakukan Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ikut berhijrah ke Habaysi (Ethopia) banyak pengalaman yang berharga didapatkan. Dari sinilah muncul persaudaran antara pendatang dan pribumi. Diceritkan bahwa suatu ketika seorang Najasyi pergi berperang melawan musuhnya. Orang-orang Islam ingin sekali tahu hasil dari peperangan itu. Kemudian Az-Zubair pergi untuk melihatnya. Mereka meminta supaya Az-Zubair melihat lebih dekat peperangan itu. Sesampainya di tempat peperangan itu beliau bisa leluasa melihat ke semua arah. Peperangan selesai, beliau pulang dan mengkabarkan umat Islam peperangan itu; “Wahai semuanya, Ingat bahwa kemenangan di pihak Najasyi. Allah telah hancurkan musuhnya dan menjadikan berkuasa di negeri itu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu umat Islam berada di depan benteng Babilon untuk menaklukan negeri Mesir dan mengepung benteng itu selama tujuh bulan, az-Zubair berkata kepada Amru bin Ash; “Wahai Amru, saya siap korbankan nyawaku untuk Allah. Saya berdoa semoga Allah memberikan kemenangan atas umat Islam.” Mendengar ucapanya itu, Amru bin Asha pun menyetujuinya. Setelah itu beliau menuju benteng itu dan meletakkan tangga untuk naik ke atas benteng. Sesampainya di atas, beliau bertakbir “Allahu Akbar”. Semua tentara ikut bertakbir. Hingga akhirnya benteng itu dapat ditaklukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluar dari pasukan Muawwiyah ketika terjadi peristiwa Jamal (mauqi’ah al-jamal), yaitu perselisihan antara Ali dan Muawwiyah. Beliau tidak mau berperang melawan Ali r.a. karena dianggap sebagai kedhaliman. Setelah keluar dari pasukan Muawwiyah, datang laki-laki lain mengantikan posisinya. Laki-laki itu bernama Amru bin Jarmuz. Ketika sholat Subuh, beliau dibunuh oleh pengantinya itu pada tahun 36 Hijriah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum wafatnya, beliau pernah berwasiat kepada Utsman, Abdurahman bin ‘Auf dan Ibn Mas’ud untuk menjaga putra-putranya, menjaga harta bendanya dan memberikan nafkah dari hartanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama bersama Rasulullah, beliau meriwayatkan lebih kurang 38 hadits. Diantara hadits yang diriwayatkannya; “Barang siapa berdusta terhadapku maka nereka adalah tempat tinggalnya”(HR.Bukhori).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1563624119648339694?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1563624119648339694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/az-zubair-bin-al-awwam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1563624119648339694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1563624119648339694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/az-zubair-bin-al-awwam.html' title='Az-Zubair bin Al-Awwam'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1528742176840375720</id><published>2010-05-06T07:21:00.001-07:00</published><updated>2010-05-14T15:11:28.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Abdurrahman bin Auf</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan sahabat yang mula-mula masuk Islam. Ia termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasululah. Selain itu, ia juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah menggantikan Umar bin Khaththab. Ia adalah seorang mufti yang dipercaya Rasulullah untuk berfatwa di Madinah.&lt;span id="more-27"&gt;&lt;/span&gt; Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah SAW melakukan pembinaan di rumah Arqam bin Abil Arqam, kira-kira dua hari setelah Abu Bakar masuk Islam.&lt;br /&gt;Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ Al-Anshari, salah seorang kaya yang pemurah di Madinah. Abdurrahman pernah ditawari Sa’ad untuk memilih salah satu dari dua kebunnya yang luas. Tapi, Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa’ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah.&lt;br /&gt;Sejak itu, Abdurahman bin Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kesuksesan itu tak membuatnya lupa diri. Ia tak pernah absen dalam setiap peperangan yang dipimpin Rasulullah. Suatu hari, Rasulullah SAW berpidato membangkitakn semangat jihad dan pengorbanan kaum Muslimin. Beliau berkata, “Bersedekahlah kalian, karena saya akanmengirim pasukan ke medan perang.”&lt;br /&gt;Mendengar ucapan itu, Abdurrahman bin Auf bergegas pulang dan segera kembali ke hadapan Rasulullah. “Ya, Rasulullah, saya mempunyai uang empat ribu. Dua ribu saya pinjamkan kepada Allah, dan sisanya aya tinggalkan untuk keluarga saya,” ucap Abdurrahman. Lalu Rasulullah mendoakannya agar diberi keberkahan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum dalam perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah SAW, “Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.”&lt;br /&gt;Maka, Rasulullah pun bertanya kepada Abdurrahman, “Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?”&lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, “Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripda yang saya sumbangkan.”&lt;br /&gt;“Berapa?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, “Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Subhanallah.&lt;br /&gt;Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. Abdurrahman bin Auf kini telah menjadi orang terkaya di Madinah.&lt;br /&gt;Suatu hari, iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf yang terdiri dari 700 ekor unta yang dimuati bahan pangan, sandang, dan barang-barang kebutuhan penduduk tiba di Madinah. Terdengar suara gemuruh dan hiruk-pikuk, sehingga Aisyah bertanya kepada seseorang, “Suara apakah itu?”&lt;br /&gt;Orang itu menjawab, “Iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman.”&lt;br /&gt;Aisyah berkata, “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Abdurrahman di dunia dan akhirat. Saya mendengar Rasulullah bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.”&lt;br /&gt;Orang itu langsung menemui Abdurrahman bin Auf dan menceritakan apa yang didengarnya dari Aisyah. Mendengar hal itu, ia pun bergegas menemui Aisyah. “Wahai Ummul Mukminin, apakah ibu mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah?”&lt;br /&gt;“Ya,” jawab Aisyah.&lt;br /&gt;“Seandainya aku sanggup, aku ingin memasuki surga dengan berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya kuserahkan untuk jihad fi sabilillah.”&lt;br /&gt;Sejak mendengar bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat berinfak dan bersedekahnya makin meningkat. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 ekor kuda perang,dan 1.500 ekor unta ia sumbangan untuk peruangan menegakkan panji-panji Islam di muka bumi. Mendengar hal itu, Aisyah mendoakan, “Semoga Allah memberinya minum dengan air dari telaga Salsabil (nama sebuah telaga di surga).”&lt;br /&gt;Menjelang akhir hayatnya, Abdurrahman pernah disuguhi makanan oleh seseorang — padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata, “Mush’ab bin Umair syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, makakakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini.” Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu.&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, “Anda telah mendapat kasih sayang Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1528742176840375720?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1528742176840375720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/abdurrahman-bin-auf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1528742176840375720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1528742176840375720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/abdurrahman-bin-auf.html' title='Abdurrahman bin Auf'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-6581160759012097961</id><published>2010-05-06T07:17:00.001-07:00</published><updated>2010-05-14T19:37:30.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Ali Bin Abi Tholib</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilahirkan di Mekkah 32 tahun sejak kelahiran Rasulullah dan 10 tahun sebelum kenabian Muhammad bin Abdullah (Rasulullah). Nama lengkapnya Ali bin Abu Tholib bin Abdul Mutholib bin Hasyim al-Qursy al-Hasyimy. Satu kakek dengan Rasulullah, yaitu kakek pertama; Abdul Mutholin. Nama panggilannya Abul Hasan, kemudian Rasulullah memberikan nama panggilan lain, yaitu Abu Turob. Ibunya bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdul Manaf al-Qursyiah al-Hasyimiah.&lt;span id="more-18"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai pribadinya, wajahnya tampan, beliau berkulit sawo matang, kepalanya botak kecuali bagian belakang, matanya lebar dan hitam, pundaknya lebar (kuat), tangan dan lengannya kuat, badanya besar hampir-hampir gemuk dan tubuhnya tidak tinggi dan tidak pendek (sedang). Beliau adalah sosok laki-laki ceria dan banyak tertawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2 Hijriah, Rasulullah menikahkan dengan putrinya, Fatimah. Beliau belum pernah menikah ketika menikahi Fatimah hingga wafatnya Fatimah. Fatimah wafat 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah. Selama hidupnya beliau menikahi 9 wanita dengan 29 anak; 14 laki-laki dan 15 perempuan. Diantara putra beliau yang terkenal adalah Hasan, Husain, Muhammad bin al-Hanifah, Abbas dan Umar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa jahiliyah(zaman sebelum kedatangan Islam), beliau belum pernah melakukan kemusyrikan dan perbuatan yang dilarang oleh Islam. Dalam sejarah kemunculan Islam, beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari anak-anak. Umurnya waktu itu 10 tahun. Pada waktu terjadi peristiwa hijrah umurnya 23 tahun dan ikut berhijrah bersama Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah wafatnya Utsman akibat serangan yang dilakukan oleh pembrontak, beliau menjadi kholifah yang keempat pada tahun 35 Hijriah. Selama 4 tahun, 8 bulan dan 22 hari beliau memangku jabatan sebagai kholifah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau wafat pada tahun 40 Hijriah, tanggal 17 ramadhan, ketika hendak sholat subuh, di Kuffah (Iraq) setelah dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam (pengikut Khawarij). Umurnya ketika itu 63 tahun. Beliau wafat sebagai seorang syahid dan termasuk 10 orang yang dikabarkan akan masuk surga sebagaimana disabdakan Rasulullah. Mengenai tempat dikuburkannya para sejarawan berbeda pendapat. Ada yang mengatakan dikubur di Kuffah. Pendapat lain dikuburkan di Madinah. Ada juga yang mengatakan bukan pada keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betapa besar pengorbanan beliau dalam membela Islam. Ketika orang-orang musyrik bersepakat hendak membunuh Rasulullah, beliau menempati tempat tidur Rasulullah di rumahnya. Malam itu Rasulullah berhijrah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum Rasulullah wafat, Rasulullah mengingkat persaudaraan antar Ali dan Sahal bin Hanif. Semua peperangan pada masa Rasulullah kecuali perang Tabuk, beliau tidak ikut. Waktu itu beliau diperintahkan Rasulullah untuk mengurusi dan memimpin kota Madinah. Kemudian orang-orang munafik menyebarkan fitnah atas pribadinya. Beliau pun akhirnya datang kepada Rasulullah melaporkan fitnah orang munafik terhadapnya. “Wahai Rasulullah, Kamu suruh aku memimpin bagi para wanita dan anak-anak?” tanya Ali. Rasulullah menjawab; “ Tidakkah kamu ridho menempati kedudukan Harun bagi kekuasaan Musa (untuk mengurusi perkara yang penting), padahal kamu tahu bahwa tidak ada nabi setelahku”(HR.Muslim). Dalam banyak peperangan, beliaulah yang membawa bendera Rasulullah (Islam).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu terjadi perang Khoibar, Rasulullah bersabda; “ suatu saat nanti, niscaya aku akan berikan bendera (islam) kepada seseorang yang tangganya terbuka, seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Malam itu semua sahabat bertanya-bertanya dalam hati, kepada siapa bendera itu diberikan. Paginya, mereka semua berharap menjadi orang yang diberi bendera itu. Tiba-tiba Rasulullah berkata; “Di na Ali?” seseorang menjawab; “Matanya sedang sakit.” Kemudian Rasulullah mendatanginya. Rasulullah meludahi matanya sambil berdo’a. Dengan izin Allah, sakitnya matanya hilang. Bendera itu pun diberikan padanya(HR.Bukhori).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masa kekhalifannya banyak menghadapi perselisihan. Muawwiyah bin Abu Sufyan r.a. dan beberapa sahabat menentangnya kerena beliau lambat memberikan hukum qisos pembunuh Utsman. Hingga kemudian mereka enggan membaiat dan mengakui menjadi kholifah. Dari sinilah muncul perselisihan antara para sahabat. Pada tahun 36 Hijriah terjadi peristiwa al-Jamal yaitu perselisihan antara Ali dengan Aisyah. Pada tahun 37 Hijriah terjadi pertiwa Shiffin, yaitu perselisihan antara Ali dengan Muawwiyah. Pada tahun 40 Hijriah terjadi peristiwa Nahrawan, yaitu perselisihan antara Ali dengan kaum Khawarij.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kurang lebih ada 586 hadits yang diriwayatkan beliau. Diantara riwayat hadits itu; ketika hari kiamat, Rasulullah bersabda; “Allah mengisi rumah-rumah dan kuburan manusia dengan api. Mereka sibuk hingga melupakan sholat wusto (ashar) hingga matahari terbenam (HR.Bukhori).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara kata-kata dan nasehat beliau;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;“Takwa adalah takut kepada Dzat yang Agung, melaksanakan perintahnya, ridho dengan yang sedikit, penuh persiapan untuk menghadapi perjalan panjang (kematian).”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Berbicaralah dengan manusia dengan bahasa yang mudah dipahami. Apakah kalian ingin mendustakan Allah dan Rasul-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Jangan Sekali-kali berbuat dholim jika kamu diberi kekuasaan, kedholiman adalah sumber kejahatan yang menyebabkan penyeselan. Boleh jadi matamu tertidur pulas, sedangkan mata orang teraniaya selalu terjaga, mendoakan kamu (dengan keburukan) sedangkan Allah tidak pernah tertidur.” (diantara syair-syairnya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelum wafatnya beliau berpesan; “Aku nasehatkan kalian supaya bertakwa kepada Allah, Tuhan Kalian. Dan jangan sekali-kali mati melainkan tetap dalam Islam. Firman Allah: “Dan berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah dan jangan sekali-kali bercerai berai.” Saya pernah mendengar&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-6581160759012097961?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/6581160759012097961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/ali-bin-abi-tholib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/6581160759012097961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/6581160759012097961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/ali-bin-abi-tholib.html' title='Ali Bin Abi Tholib'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1428722482642555495</id><published>2010-05-06T07:15:00.001-07:00</published><updated>2010-05-14T15:34:27.935-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Utsman Bin Affan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilahirkan di Mekkah, 5 tahun setelah kelahiran Rasulullah atau 5 tahun setelah terjadi peristiwa gajah (peristiwa penyerbuan gajah terhadap Ka’bah yang dipimpin oleh Raja Abraha). Peristiwa ini diabadikan dalam salah satu surah al-Qur’an yang dikenal dengan surah al-Feil (gajah).&lt;span id="more-17"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama lengapnya “Ustman bin Affan bin Abu al-‘Ashi bin Ummayah bin Abdussyam bin Abdul Manaf. Nama panggilannya Abu Abdullah dan gelarnya Dzunnurrain (yang punya dua cahaya). Sebab digelari Dzunnuraian karena Rasulullah menikahikan dua putrinya untukny; Roqqoyah dan Ummu Kultsum. Ketika Ummu Kultsum wafat, Rasulullah berkata; “ Sekiranya kami punya anak perempuan yang ketiga, niscaya aku nikahkan denganmu.” Dari pernikahannya dengan Roqoyyah lahirlah anak laki-laki. Tapi tidak sampai besar anaknya meninggal ketika berumur 6 tahun pada tahun 4 Hijriah. Beliau wafat pada tahun 35 Hijriah berumur 82 tahun. Menjabat sebagai khalifah ketiga selama 12 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menikahi 8 wanita, empat diantaranya meninggal yaitu Fakhosyah, Ummul Banin, Ramlah dan Nailah. Dari perkawinannya lahirlah 9 anak laki-laki; Abdullah al-Akbar, Abdullah al-Ashgar, Amru, Umar, Kholid, al-Walid, Sa’id dan Abdul Muluk. Dan 8 anak perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama menjabat sebagai kholifah banyak wilayah yang ditaklukan yaitu Afrika, Ciprus, Thabarstan, Khurosan, Armania, Qauqaz, Karman dan Sajastan. Masa kekhalifannya merupakan masa yang paling makmur dan sejahtera. Konon ceritanya sampai rakyatnya haji berkali-kali. Bahkan seorang budak dijual sesuai berdasarkan berat timbangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau adalah kholifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). Bagitu juga membangun armada pasukan laut (merine) untuk umat Islam, mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya, membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara. Hal ini belum pernah dilakukan oleh kholifah sebelumnya. Abu Bakar dan Umar bin Khotob biasanya mengadili suatu perkara di masjid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masanya, khutbah Idul fitri dan adha didahulukan sebelum sholat. Begitu juga adhan pertama pada sholat Jum’at. Beliau memerintahkan umat Islam pada waktu itu untuk menghidupkan kembali tanah-tanah yang kosong untuk kepentingan pertanian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau adalah sosok laki-laki yang tampan dan gagah. Kulitnya berwarna agak hitam, botak,berjenggot tegal dan pergelanggan tanggannya besar. Pribadinya sangat pemalu hingga suatu ketika baju Rasulullah tersingkap hingga kelihatan pahanya. Kemudian Abu Bakar dan Umar masuk rumahnya. Pada waktu Utsman hendak minta izin masuk, Rasulullah menutup pahanya yang terbuka. Utsman berkata; “Ingat, aku betul-betul malu dengan seorang yang malaikat sendiri merasa malu dengannya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjuangannya dalam membela Islam tidak hanya dengan hartanya saja. Tapi juga raga dan nyawanya. Beliau sangat senang mengeluarkan hartanya demi kepentingan Islam. Hingga pernah mengirimkan setengah pasukan ke medan perang dengan hartanya. Pernah mendermakan 300 unta dan 50 kuda tunggangan. Begitu juga mendermakan 1000 dinar yang diserahkan langsung kepada Rasulullah. Rasulullah pun berkata; “Apa yang diperbuat pada hari ini, Utsman tidak akan merugi (di akherat)”(HR.Tirmidhi). pada waktu orang-orang membutuhkan air untuk keperluan dirinya dan hewan ternaknya, Utsman membeli sumber mata air dari Raimah, seorang yahudi, untuk diwakafkan kepada umum. Mengenai kedermawannya, Abu Hurairah berkata; “Utsman bin Affan sudah membeli surga dari Rasulullah dua kali; pertama ketika mendermakan hartanya untuk mengirimkan pasukan ke medan perang. Kedua ketika membeli sumber air (dari Raimah)”(HR.Tirmidhi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau termasuk 10 orang yang dikabarkan akan masuk surga. Dalam menjalani hidupnya, beliau sangat takut dengan azab dan siksa Allah. Hingga suatu ketika berkata; “Sekiranya diriku berada di antara surga dan neraka dan saya tidak tahu mana diantara dua itu saya aka masuk, niscaya saya akan pilih menjadi abu sebelum aku tahu ke mana saya dimasukkan.” Rasulullah pernah mengkabarkan bahwa dirinya termasuk ahli surga karena sabar dan tawakal menghadapi cobaan dan derita dari Allah. Begitu fitnah yang menimpa dirinya hingga akhirnya terbunuh secara kejam dan dholim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu perang Uhud, beliau berdiri bersama Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Tiba-tiba gunung itu bergetar, kemudian Rasulullah berkata; “Mohon jangan lari, tetap berada di Uhud. Jangan takut, kamu bersama nabi, Abu Bakar dan dua orang saksi”(HR.Bukhori).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa kekhalifahanya, Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam, mengumpulkan massa untuk melakukan protes terhadap Utsman. Mereka menuntut Utsman agar tidak menunjuk orang-orang yang duduk di pemerintahannya dari keluarga Utsman. Utsman bukanlah kholifah yang rakus akan harta benda dan kekuasaan. Ijtihad Utsman dalam menentukan orang-orang yang menjabat di pemerintahnya didasarkan pada kompetensi dan kecakapan. Mereka yang dipilih adalah orang-orang yang ahli di bidangnya. Lebih dari itu mereka adalah orang-orang yang takwa. Dalam peristiwa ini, Utsman dibunuh ketika sedang membaca al-Qur’an di rumahnya pada waktu pagi hari raya Idul Adha. Beliau mati syahid pada tahun 35 Hijriah berumur 82.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abdullah bin ar-Rumy berkata, “Utsman bin Affan biasanya kalau berdiri di depan kubur menanggis hingga air matanya membasai jenggotnya. Seseorang bertanya, “Kamu ingat surga dan neraka tapi kamu tidak menanggis. Kamu ingat kubur tapi kamu menanggis?” Beliau menjawab, “Saya mendengar Rasulullah bersabda “Kubur adalah rumah pertama dari rumah-rumah menuju akherat. Sekiranya orang selamat dari siksa kubur, maka setelahnya akan menjadi mudah. Jika tidak selamat maka setelahnya akan terasa berat dan susah.” Dari al-Hasan berkata, “Saya lihat Utsman tidur di masjid dengan berselimut. Tidak ada seorang pun di sekitarnya. Padahal beliau adalah seorang amirul-mukminin”(al-Hilyah;1/60).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah sejarah kali pertama darah mengalir bercucuran dari tubuhnya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah; “Maka niscaya Allah akan cukupkan bagi kalian…(QS.Al-Baqoroh;138). Beliau dimakamkan di kuburan Baqi’ (kuburan yang berada samping masjid Nabawi) setelah melarang untuk ikut mengantar jenazah bagi orang-orang yang melakukan protes.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1428722482642555495?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1428722482642555495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/utsman-bin-affan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1428722482642555495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1428722482642555495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/utsman-bin-affan.html' title='Utsman Bin Affan'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-6197204679775335708</id><published>2010-05-06T07:13:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T15:34:27.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Umar Bin Khotob</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lahir 40 tahun sebelum hijrah Rasulullah. Nama lengkapnya Umar bin Khottob bin Nafail bin Abdul ‘Izzy al-Qursy. Nama pangilannya adalah Abu Hafsh (anak singa). Ayahnya, al-Khottob bin Nufail al-Adwy adalah seorang yang gagah berani. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al-Mughiroh. Gelarnya al-Faaruq (pembeda/pemisah antara yang benar dengan yang batil). Pada masa jahiliyah menikah dengan kerabat dekatnya, Ummu Kultsum binti Jaruul. Sesudah masuk Islam, menikah dengn Zaenab bin Ma’dhun, Ummu Kultsum binti Ali ra., Jamilah binti Tsabit, Ummu Hakim binti al-Harits, ‘Atakah binti Zaid, Sabi’ah binti al-Harits. Dari perkawinannya lahir 12 anak. 6 anak laki-laki; Abdullah, Abdurrahman, Zaid, Ubaidillah, ‘Ashim dan ‘Iyadh. 7 anak perempuan; Hafsah,Roqiyah, Fatimah, Shofiyah, Zainab dan Ummul Walid.&lt;span id="more-16"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau memeluk Islam pada tahun ke-enam dari kenabian Muhammad SAW pada waktu berumur 27 tahun. Dari Ibn Umar diceritakan bahwa Rasulullah berdo’a, “Ya Allah muliakan Islam dengan salah satu dari orang yang lebih Engkau cintai; Abu Jahal atau Umar bin Khottob.” “Dan orang yang paling Allah cintai adalah Umar bin Khottob” kata Rasulullah (HR.Ahmad). Sebab beliau orang pertama yang menyatakan secara terang-terang keislamannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semasa remaja, beliau terkenal sangat keras dan kuat pendirianya di kalangan kaum Quraisy. Pandai membaca dan menulis. Di masa jahiliyah beliau juga dikenal sebagai duta besar dan sangat disegani. Mengenai pribadinya, as-Syifa’ binti Abdullah berkata; “Kalau sudah bicara, suaranya terdengar kemana-mana, kalau jalan cepat, kalau mukul buat orang sakit. Sesunguhnya beliau adalah seorang ahli ibadah (an-naasik).”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sejarah Islam permulaan tahun dan penanggalan dimulai dari peristiwa hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum masuk Islam, beliau adalah orang yang sangat benci dan menentang Islam. Maklum, beliau adalah orang yang disegani di kalangan Quraisy karena wataknya yang keras dan susah kompromi. Disamping itu beliau adalah ‘ikon pejuang’ kebanggaan sukunya. Konon ceritanya “sekiranya keledai Umar masuk Islam, tidak mungkin Umar akan ikut masuk Islam.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah masuknya Umar dalam ajaran Islam sangatlah unik dan menarik. Disebutkan bahwa suatu hari Umar sedang jalan. Tiba-tiba terdengar suara orang mengaji al-Qur’an. Didatangilah suara aneh itu. Maklum suara itu belum pernah didengarnya sebalum itu. Sampailah Umar ke sumber suara itu. Ternyata dilihatnya Khobab bin ar-Art sedang mengajari ngaji Fatimah, saudaranya. Seketika Umar wajahnya sangat geram dan memukul Fatimah. Umar meminta supaya mushaf itu diberikannya. Tapi Fatimah menolaknya kecuali dengan syarat kalau Umar sudah bersuci dulu. Lalu Umar pun memenuhi syarat itu. Umar pun kemudian bersuci dengan mandi. Setelah itu dibacanya mushaf al-Qur’an itu. Waktu itu yang dibaca surat Thoha. Tanpa disadari Allah telah membukakan hatinya. Kemudian Umar pergi ke rumah al-Arqom bin ar-Arqom dan menyatakan masuk Islam di depan Rasulullah tiga hari setelah Hamzah bin Abdul Mutholib masuk Islam. Menurut pendapat yang masyhur, beliau masuk Islam pada tahun ke-6 kenabian Muhammad. Orang nomer 40 dalam urutan orang-orang yang masuk Islam. Masuknya Umar dalam ajaran Islam adalah bukti dari kecintaan dan kemulian Allah. Begitu juga jawaban atas do’a yang pernah dibacakan Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah pernah berdoa; “Ya Allah, tinggikan dan muliakan Islam salah satu dari orang yang paling Engkau cinta; Abu Jahal danUmar bin Khotob.” (HR.at-Tirmidhi,hadits hasan sohih ghorib). Masuknya Umar dalam barisan orang-orang Islam waktu itu merupakan kegembiraan dan menjadi penyemangat bagi yang lain. Sebab beliau diantara orang yang berpengaruh di kaumnya. Maka dengan masuknya Islam, sedikit banyak mempengaruhi ‘imej’ masyarakat. Dalam hal ini Ibn Mas’ud berkata; “&lt;i&gt;Kami masih tetap menjadi mulia sejak Umar masuk Islam.” &lt;/i&gt; Mengenai keislamanya Rasulullah berkata;&lt;i&gt;  “Sesunguhnya Allah telah menjadi kebanaran agama (Islam) melalui lisan/ucapan Umar dan (keteguhan) hatinya”(HR.Tirmidhi).&lt;/i&gt; Di hadits lain disebutkan; “ Dahulu kala umat-umat sebelum kalian mempunyai pahlawan yang selalu menjadi buah bibir (pembicaraan), sekiranya umatku dibandingkan dengan umat-umat terdahalu, maka Umar bin Khotob pahlawannya (HR.Bukhori). Mengenai pribadinya Rasulullah berkata; “Demi Jiwaku yang ada di genggam-Nya, syetan tidak akan mungkin dapat menghalangi jalanmu, melainkan jalan orang selain kamu” (HR. Bukhori).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada enam perkara yang diusulkan Umar hingga akhirnya turun wahyu membenarkan usulannya itu. Pertama mengenai haramnya khomer. Maka turunlah ayat larangan minum khomer. Kedua; usulan supaya tawanan perang Badr dibunuh dan tidak boleh menerima tebusan darinya. Maka turunlah ayat yang menguatkan pendapatnya itu. Ketiga; usulan supaya istri-istri Rasulullah memakai hijab (kerudung). Maka turunlah ayat yang memerintahkan memakai hijab. Keempat, usulan supaya orang-orang munafik yang meninggal tidak usah disholati. Maka turunlah ayat yang melarang sholat mayit untuk orang-orang munafik. Kelima, usulan untuk melakukan sholat di maqom (tempat) Ibrahim. Maka turunlah ayat yang memerintahkan sholat di maqom Ibrahim. Keenam, ketika istri-istri saling cemburu terhadap Rasulullah, Umar berkata; “Semoga saja Tuhannya menganti istri-istri yang lebih baik dari kalian sekiranya memang menceraikan kalian.” Dari situlah turun surah at-Tahrim dan menjadi bagian dari ayat-ayatnya. Begitupula diantara pendapatnya adalah memarangi orang-orang yang murtad dan menunda memerangi orang-orang yang engan membayar zakat karena kondisi negara yang sangat lemah. Tetapi pendapatnya itu ditolak Abu Bakar. Akhirnya pun Umar menerima pendapat Abu Bakar setelah Allah memberikan pencerahan dalam hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah wafatnya Rasulullah, beliau orang yang pertama membaiat Abu Bakar menjadi kholifah. Sebelum wafatnya Abu bakar, kholifah pertama, beliau pernah mencalonkan Umar untuk mengantikannya. Setelah dipilih menjadi kholifah, pertama-tama yang dilakukan adalah memerangi orang-orang murtad (keluar dari Islamm) hingga para tawanan tidak menjadi cacat dan cela bagi bagi bangsa Arab. Pada masa kekholifannya, beliau berhasil mentaklukan Syam (Syiria), Irak, Persia (Iran), Mesir, Barqoh, Barat Tripolis, Azarbaijan, Nahawan dan Jarjan. Begitu juga pada masanya dibangun kota Kuffah, Basroh dan Fustat (kota Mesir kuno). Beliau adalah sosok yang sangat penyayang dengan rakyatnya dan penuh perhatian terhadap kepentingan rakyatnya. Diceritakan bahwa beliau datang menjumpai rakyatnya dengan menyamar sebagai orang biasa. Beliau ingin mendengar langsung keluhan rakyat dan memenuhi kebutuhannya. Dengan cara ini, beliau ingin mengajarkan kepada umat Islam bahwa penguasa adalah pembantu rakyat. Hidupnya didedikasikan dan curahkan untuk membantu rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum wafatnya, beliau pernah mimpi melihat seekor ayam jago mematuk tubuhnya. Mimpi itu ditakwilkan bahwa ajalnya sudah dekat. Tidak lama sesudah mimpi itu, tepatnya tahun 23 H, ketika sedang sholat subuh, Abu Lukluk al-Fairuz menikam tubuhnya dengan pisau. Abu Lukluk adalah anak al-Mughiroh bin Syu’bah, orang persia yang beragama Majusi. Lukanya cukup parah hingga hanya bertahan tiga hari. Dan setelah itu wafat sebagai seorang syahid yang berjuang di jalan Allah. Selama menahan sakit akibat tikaman pisau, beliau memilih dan merekomendasi 6 sahabat supaya kaum muslimin memilih satu diantara calon kholifah itu. Akhirnya terpilihlah Utsman sebagai pengantinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau dimakamkan di kamar Aisyah berdampingan dengan makan Rasulullah dan Abu Bakar. Masa kekhalifahnya 10 tahun,6 bulan dan 4 hari. Umur beliau ketika wafat 63 tahun seperti umur Rasulullah dan Abu Bakar ketika wafat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara prestasi selama menjadi kholifah yaitu membuat pembukuan mengenai anggaran negara dan pengunaan alat-alat negara untuk dipertanggungjawabkan di depan rakyat. Hingga kemudian melahirkan undang-undang pengunaan alat negara (min aina hadha?). Dalam sejarah Islam, beliau orang pertama yang mengunakan penanggakan Hijriah, orang pertama yang digelari Amirul Mukminin, orang pertama yang berjalan kaki untuk menjenguk rakyatnya pada waktu malam, orang pertama kali yang mengadakan muktamar para penguasa dan pemimpin kaum pada musim tertentu, orang pertama kali yang mengunakan mutiara untuk perhiasan, orang pertama yang melakukan sholat tarawih dengan berjamaah, orang pertama yang menghidupkan malam-malam ramadhan, orang pertama yang melakukan sholat jenazah berjamaah dengan 4 takbir, orang pertama yang memberi hadiah untuk penghafal al-Qur’an, orang pertama yang menjadikan khilafah sebagai lembaga musyawarah. Disamping itu beliau juga menyuruh umat Islam (waktu itu) untuk melakukan sholat sunnah tarawih di bulan Ramadhan secara berjama’ah dengan tujuan untuk mengeratkan ukhuwah dan menjaga syiar agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara nasehat dan petuahnya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Suatu perkara akan menjadi baik jika memenuhi tiga hal; melaksanakan amanah, memberi contoh dan menghukumi dengan hukum Allah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Harta menjadi barokah dan bermakna jika memenuhi tiga hal; diperolehnya dengan cara yang hak, diberikan dengan cara yang hak dan tidak tercampuri barang batil (haram/bukan haknya).”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wahai Ahnaf, barangsiapa banyak tertawa, wibawanya berkurang dan barangsiapa suka bergurau, maka akan diremehkan, barangsiapa memperbanyak sesuatu maka akan dikenal dengan barang itu, siapa banyak biacara banyak salahnya, siapa banyak salahnya sedikit rasa malunya, siapa sedikit rasa malunya maka sedikit pula wara’nya (sikap hati2 dalam menjaga yang haram) dan siapa yang sedikit wara’nya, maka hatinya mati.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai wasiatnya. Hayyawah bin Syarih berkata bahwa pada waktu mengutus tentara ke medan perang beliau berkata, “Hendaklah kalian tetap menjaga takwa kepada Allah.” Bismillah dan atas pertolongan Allah. Tanda-tangani perjanjian ini dengan memohon pertolongan Allah dan kemenangan. Dan selalu berlaku benar dan sabar. Perangilah orang kafir dan jangan kalian melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang melampui batas. Kemudian jangan kalian lari ketika bertemu musuh dan jangan berprilaku buruk, berlebih-lebihan dalam bersikap, banyak ngobrol ketika berperang. Jangan bunuh wanita, orang tua, anak kecil…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara doa yang biasa beliau lakukan adalah;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Allahumma tawaffani ma’al abror, wala tukholifni fil asror, wa qini ‘azabannar, wa alhiqni bil abror”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau wafat setelah terkena tikaman pada pagi hari Rabu, Dzulhijjah 23 Hijriah. waktu itu berumur 63 tahun seperti umurnya Rasulullah dan Abu Bakar ketika wafat. Masa kekhalifahannya 10 tahun, 5 bulan dan 21 hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama hidupnya, beliau telah meriwayatkan kurang lebih 527 hadits, diantara riwayat haditsnya; suatu ketika Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya amalan (perbuatan) itu bergantung pada niatnya. Dan setiap seseorang itu mendapatkan apa yang diniatkan. Barangsiapa berhijrah karena ingin mendapatkan kenikmatan dunia atau wanita yang hendak dinikahi maka hijrahnya itu tidak diniatkan untuk Allah tapi untuk kenikmatan dunia dan wanita.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-6197204679775335708?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/6197204679775335708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/umar-bin-khotob.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/6197204679775335708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/6197204679775335708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/umar-bin-khotob.html' title='Umar Bin Khotob'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-5704561518867197314</id><published>2010-05-06T07:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T15:34:27.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Para Sahabat Nabi'/><title type='text'>Abu Bakar As Sidiq</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Beliau lahir dua tahun beberapa bulan setelah kelahiran Rasulullah Saw di kota Mekkah. Atau pada tahun 51 sebelum Hijriah (751 M). Nama lengkapanya &lt;i&gt;Abdullah bin Utsman bin  ‘Amir bin Ka’ab at-Taimy al-Qursy&lt;/i&gt;. Dulunya bernama Abdul Ka’bah, kemudian Rasulullah mengantinya dengan nama Abdullah. Gelarnya As-Sidiq; orang percaya. Ketika terjadi peristiwa Isro’ dan Mi’roj, beliaulah termasuk orang pertama yang percaya dengan peristiwa itu. Maka beliau digelari as-Siddiq. Nama panggilanya Abu Bakar. Ibunya bernama ummul Khoir Salma binti Shahr bin ‘Amir .&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kalangan kaumnya dikenal dengan al-‘Atiq. Konon ceritanya Rasulullah pernah berkata; “Kamu adalah hamba Allah yang dijauhkan (‘Atiq) dari api neraka”. Maka sejak itulah terkenal di kalangan sahabat dengan sebutan al-‘Atiq. Pendapat lain mengatakan karena wajahnya yang ganteng. Pendapat lain karena banyak memerdekakan budak muslim seperti Bilal. Pendapat lain karena tidak ada cacat dalam nasabnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai pribadinya, Ibn Asakir meriwayatkan dari Abdullah bin az-Zubair, “Ketika para sahabat sedang kumpul dalam suatu majlis, seseorang bertanya kepada Abu Bakar. “Apakah kamu pernah minum khomer pada masa Jahiliyah?” kata orang itu. Beliau menjawab, “Aku berlingung kepada Allah. “Kenapa” orang itu bertanya. “Saya dapat menjaga kehormatan diriku dan muruah. Sebab orang yang minum khomer hilang kehormatannya dan muruahnya” jawab Abu Bakar. Orang pun melaporkan kepada Rasulullah. Rasulullah berkata, “Abu Bakar benar. Abu Bakar benar.” Dari Aisyah ‘Aisyah r.a. berkata, “Demi Allah, Abu Bakar r.a. belum pernah membaca syair pada masa Jahiliyah dan Islam. Beliau dan Utsman bin ‘Affan tidak pernah meminum khomer/arak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu Rasulullah wafat, kaum muslimin mulai guncang dan kebinggungan akan keberlangsungan Islam. Melihat kondisi yang sangat membahayakan ini, beliau dengan lantang berkata; “ &lt;i&gt;Siapa diantara kalian yang menyembah Muhammad (Rasulullah), maka Muhammad sudah wafat. Tapi barangsiapa menyembah Allah SWT maka Allah SWT itu hidup dan tidak akan mati.&lt;/i&gt;” Mendengar ucapan itu, maka tenanglah hati umat Islam. Hingga akhirnya Allah SWT menguatkan keimanan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selepas Rasululllah wafat, beliau diangkat menjadi kholifah oleh kaum muslimin pada tahun 11 H. inilah sejarah pergantian kempimpinan umat Islam untuk pertama kali yang didasarkan pada syuro’ (musyawarah). Pada waktu dipilih menjadi kholifah beliau berkata; “&lt;i&gt;Aku diangkat menjadi pemimpin kalian tapi bukan berarti aku yang paling baik dari kalian. Sekiranya aku melakukan kebaikan maka kalian harus menolongnya dan sekiranya aku berbuat salah maka kalian wajib meluruskan dan mengingatkan. Kejujuran adalah amanah dan berdusta adalah khianat dan pengingkaran terhadap yang benar. Orang-orang yang lemah diantara kalian, bagiku adalah orang kuat hingga aku memberikan haknya. Dan orang-orang yang kuat diantara kalian, bagiku adalah lemah hingga aku ambil hak-hak itu darinya.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istri-istri beliau; Ummu Rumman binti ‘Amir, Qutailah binti Abdul Izza, Asma’ binti ‘Umais dan Habibah binti Khorijah. Lahir dari perkawinnya tiga anak laki-laki dan tiga perempuan. Tiga anak laki-laki itu; Abdullah, Abdurrahman dan Muhammad. 3 anak perempuannya; Asma’, Aisyah (istri Rasulullah) dan Ummu Kultsum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau menjabat sebagai kholifah selama dua tahun dan tiga bulan. Wafat pada tahun 12 H berumur 63 tahun, seperti umur Rasulullah ketika wafat. Dikuburkan di dekat kuburan Rasulullah di kamar Aisyah RA. Sebelum wafatnya, beliau pernah berwasiat kepada Umar bin Khottob untuk menjadi kholifah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau sangat pandai dalam ilmu nasab (silsisah keturunan) suku dan juga penceritaannya. Beliau termasuk dari ketua-ketua Quraisy di masa Jahiliyah yang disegani dan senangi karena sikapnya yang bijak. Selama hidupnya belum pernah minum khomer dan menyembah patung. Ketika di Yaman, seorang syeik dari al-Azd pernah memberitahu tentang hadirnya kenabian Muhammad Saw. Beliau orang pertama yang meyakini dan mempercayai kenabian Muhammad. Seperti halnya berita yang disampaikan Waroqoh bin Naufal kepada beliau mengenai kenabian Muhammad Saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu hijrah, beliau menjadi teman Rasulullah dalam perjalanan hijrah itu, begitu juga ketika Rasulullah berada di gua Hira. Hal ini bisa dibaca dalam firman Allah; “…sedang ia salah seorang dari dua sahabat pada waktu di gua Hiro..(QS.at-taubah:40). Ketika melakukan ibadah haji beliau orang pertama menjadi amir (ketua) rombongan kaum muslimin dalam haji tersebut dan orang pertama yang menjadi imam sholat setelah wafatnya Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diantara orang-orang yang memeluk Islam atas jasanya adalah; az-Zubair bin al-Awwa, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin ‘Auf, Saad bin Abu Waqos, Tholhah bin Ubaidillah, Abu ‘Ubaidah bin Jarrah. Mereka termasuk 10 orang-orang yang diberitakan masuk surga. Termasuk beliau juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau telah memerdekakan 7 orang; Bilal, ‘Amir bin Fahiroh, Zanirah, Nahdiyah dan anak perempuannya, Jariyah bani Muammal dan Ummu ‘Abis. Mengumpulkan mushaf yang tersebar di pelbagai pelosok. Beliau juga orang yang sangat tegas memerangi orang-orang murtad (keluar dari Islam) dan engan membayar zakat. Pada masa beliau memangku kholifah, syiar Islam tersebar melalui penaklukan ke pelbagai negara. Inilah sejarah awal penaklukan dalam Islam. Ada 142 hadits yang diriwayatkankan. Diantara riwayat hadits dari beliau; Suatu ketika Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku do’a dalam sholat.” Rasulullah menjawab: “berdoalah dengan ini; “Allahumma inni dholamtu nafsi dhulman katsiro…(Wahai Allah, aku banyak berbuat kedhaliman, tidak ada orang yang boleh berikan ampunan dosa-dosa dholimku kecuali Engkau. Maka berilah ampunana atas semua dosa-dosaku dan berilah kasih sayang dan rahmat. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemberi Ampunan dan Kasih sayang” (HR.Bukhori)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa kata Rasulullah mengenai pribadinya: “Tidak seorangpun diantara manusia yang lebih banyak dari Abu Bakar dalam menjaga diriku denganm jiwa dan hartanya. Sekiranya dibolehkan aku menjadikan teman baik diantara manusia niscaya saya jadikan Abu Bakar sebagai teman baik. Akan tetapi pertemanan dan persaudaraan atas nama Islam itu lebih utama. Silahkan kalian tutup setiap pintu untukku di masjid kecuali pintu Abu Bakar (HR.Bukhori).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadits lain disebutkan,suatu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabat; “ Siapa diantara kalian yang hari ini berpuasa.” Abu Bakar menjawab; “Saya, wahai baginda Rasul. “Siapa diantara kalian yang telah memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab; “Saya, Wahai Rasul.” “Siapa diantara kalian telah mendoakan dan menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab; “Saya, wahai baginda Rasul.” Setelah itu Rasulullah bersabda; “Sekiranya sifat dan perbuatan tersebut dilakukan oleh seseorang maka kelak dia akan masuk surga.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wasiat Abu Bakar kepada Umar sebelum ajal menjemputnya sebagaimana diceritakan Abdurrahman bin Abdullah bin Sabith “Pada waktu ajal hendak menjemputnya, beliau memangil Umar. Beliau berkata, “Wahai Umar, ingatlah bahwa ada amalan untuk Allah yang dilakukan siang hari yang Allah tidak akan menerima amalan itu di waktu malam. Dan ada amalan untuk Allah yang di malam hari yang tidak akan diterima di waktu siang. Allah tidak menerima amalan sunnah sehingga yang wajib dilaksanakan. Timbangan amal baik di akherat menjadi berat karena mengikuti jalan kebenaran di dunia hingga Allah beratkan timbangan atas mereka. Dan timbangan (baik) manusia berkurang di akherat karena manusia mengikuti jalan sesat/batil selama di dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika beliau wafat, Ali bin Tholib berkata; “&lt;i&gt;Semoga Allah memberikan rahmat kepada Abu Bakar, Kamu adalah saudara Rasulullah, kawan dekat, penghibur duka lara, dan kawan dalam bermusyawarah. Kamu adalah orang pertama yang berislam, yang paling ikhlas beriman kepada Allah dan Rasulul-Nya, yang paling baik dalam persahabatan dan paling mulia diantara kaum lainnya. Kamu juga yang paling serupa dengan Rasulullah ketika diam dan gerak. Allah telah angkat derajat namamu, wahai Abu bakar dalam tingkatan yang paling tinggi. Allah berfirman; “ Dan orang yang percaya dengan kenabian Muhammad.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam riwayat Asakir dari al-Ashma’y disebutkan bahwa Abu Bakar jika dipuji beliau berdo’a “Ya Allah Engkau lebih tahu tentang diriku dan saya lebih tahu dari mereka. Ya Allah berikan kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan. Ampunilah aku dari apa yang mereka tidak tahu dan jangan azab aku dari apa yang mereka katakan.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-5704561518867197314?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/5704561518867197314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/abu-bakar-as-sidiq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5704561518867197314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5704561518867197314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/abu-bakar-as-sidiq.html' title='Abu Bakar As Sidiq'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-4648193243516913974</id><published>2010-05-05T17:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:14:36.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Dzikir'/><title type='text'>Kalimat Tayyibah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="18" class="alignnone size-full wp-image-217" height="38" src="http://majelisalanwar.com/wp-content/uploads/2009/03/18.png" title="18" width="311" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Tiada Tuhan selain Allah, tiada Tuhan selain Allah.” (50 kali)&lt;br /&gt;Hendaknya kedua kalimat tahlil ini dibaca dengan satu nafas, paling sedikit dibaca sebanyak dua puluh lima kali agar jumlah kalimat tahlil yang dibaca genap lima puluh, dan dianjurkan tidak kurang dari lima puluh. Tidak mengapa jika seseorang ingin menambahnya, karena tidak ada batasan untuk membacanya lebih dari lima puluh kali, walaupun sebanyak ribuan. Setelah membaca kedua kalimat tahlil ini sebanyak lima puluh atau lebih, kemudian hendaknya ditutup dengan bacaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="18a" class="size-full wp-image-218 aligncenter" height="94" src="http://majelisalanwar.com/wp-content/uploads/2009/03/18a.png" title="18a" width="590" /&gt;&lt;/div&gt;Imam al-Qadhi `Iyadh berkata dalam kitabnya “asy-Syifa`” dari ibnu Abbas ra bahwa pada pintu surga terdapat tulisan yang mengatakan, “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, Muhammad adalah utusan-Ku. Barangsiapa mengucapkan kalimat itu, niscaya Aku tidak akan menyiksanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas ra disebutkan bahwa ia berkata, “Dalam sehari semalam itu ada dua puluh empat jam, dan kalimat la ilaha illallah Muhammad Rasulullah terdiri dari dua puluh empat huruf. Barangsiapa mengucapkan la ilaha illallah Muhammad Rasulullah maka setiap hurufnya akan menghapus dosanya selama satu jam, maka terhapuslah seluruh dosanya jika ia mengucapkannya setiap hari dan setiap malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan kalimat la ilaha illallah sangatlah banyak dan sudah tidak asing lagi. Dan cukuplah kiranya dari keutamaan tersebut sebagai salah satu dari rukun Islam, dan inti dari kalimat tauhid. Dan barangsiapa di akhir ucapannya sebelum ajal menjemputnya mengucapkan kalimat la ilaha illallah maka ia masuk ke dalam surga.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Para ahli la ilaha illallah tidak merasakan kesunyian di dalam kubur mereka dan ketika mereka dibangkitkan. Seakan-akan aku melihat mereka sedang membersihkan tanah yang ada di kepala mereka seraya berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang melenyapkan kesedihan pada diri kami, Tuhan kami Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw berkata kepada Abi Hurairah, “Wahai Abi Hurairah, sesungguhnya setiap kebaikan yang pernah dikerjakan seseorang akan ditimbang kelak di hari kiamat, kecuali kesaksian la ilaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) tidak akan ditimbang. Karena apabila seseorang mengucapkan kesaksian tersebut dengan sungguh-sungguh dan diletakkan pada salah satu sisi timbangan dan di letakkan pada sisi lain timbangan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, maka kalimat la ilaha illallah akan lebih berat dari semua itu.”&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Jika datang salah seorang yang mengucapkan kalimat la ilaha illallah dengan sungguh-sungguh ke hadapan Allah dengan membawa dosa sebesar bumi, niscaya Allah tetap akan mengampuninya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw berkata kepada Abi Hurairah, “ Wahai Abi Hurairah, talqinkanlah kepada orang yang sudah mati diantara kalian kalimat la ilaha illallah, karena kalimat tersebut dapat melebur dosa.” Seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Kalau itu bagi orang yang sudah mati, bagaimana dengan yang masih hidup?” Rasulullah menjawab, “Akan sangat lebih dalam melebur dosa mereka.”&lt;br /&gt;Shahibu ratib al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad berkata dalam salah satu nasehatnya, “Dan dari macam-macam dzikir bahkan yang paling mulia dan utama adalah kalimat la ilaha illallah. Nabi saw bersabda, ‘Kalimat yang paling utama yang pernah kuucapkan dan diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah la ilaha illallah’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa Allah swt berfirman, “La ilaha illallah adalah benteng-Ku, barangsiapa masuk ke dalam benteng-Ku maka ia aman dari siksa-Ku.”&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Perbaruilah iman kalian” para sahabat bertanya, “Bagaiimana caranya kami memperbarui iman kami?” Rasulullah menjawab, “Perbanyaklah mengucapkan kalimat la ilaha illallah.”&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Datang kepadaku utusan dari Tuhanku, dan ia mengabarkan kepadaku bahwa barangsiapa yang mati dan ia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya, maka ia akan masuk ke dalam surga.” Kemudian Abu Dzar bertanya, “Walau orang tersebut pernah mencuri dan berzina?” Rasulullah menjawab, “Walaupun ia pernah mencuri dan berzina.”&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa masuk ke dalam kubur dengan la ilaha illallah maka Allah akan menyelamatkannya dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Kunci surga adalah la ilaha illallah.”&lt;br /&gt;Dalam kitab “Ghayatul Qashd Wal Murad” disebutkan bahwa dari kebiasaan shahibu ratib al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad adalah membaca dzikir kalimat la ilaha illallah sebanyak seribu kali setiap selesai dari shalat zhuhur. Dan pada bulan Ramadhan beliau menambahnya menjadi dua ribu kali dan menggenapkannya menjadi tujuh puluh ribu pada hari keenam di bulan Syawal.&lt;br /&gt;Dalam kitab “Tatsbitul Fuad” disebutkan bahwa shahibu ratib al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad berkata, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu mengucapkan kalimat la ilaha illallah setiap saat, dan khususnya pada saat kesusahan dalam mencari rezeki. Sesungguhnya dzikir tersebut melapangkan rezeki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-4648193243516913974?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/4648193243516913974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/kalimat-tayyibah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4648193243516913974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/4648193243516913974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/kalimat-tayyibah.html' title='Kalimat Tayyibah'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-2761939273294708637</id><published>2010-05-05T17:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T17:24:29.470-07:00</updated><title type='text'>Fadilah Dzikir</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Zikir&lt;/b&gt; (atau Dzikir) artinya mengingat Allah di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah. Zikir adalah satu kewajiban. Dalilnya adalah:&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi." [QS Al Munaafiquun 63:9]&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Allah mengingat orang yang mengingatNya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Karena itu, ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” [Al Baqarah:152]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." [QS Ali 'Imran 3:190-191]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berzikir hati menjadi tenteram.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." [QS 13:28]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara zikir yang utama adalah Laa ilaaha illallahu (Tidak ada Tuhan selain Allah)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 'Zikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallahu" [HR Turmudzi]&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Rasulullah bersabda&amp;nbsp;: ‘Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat&amp;nbsp;: ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha Illallah, wallahu akbar’ (Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit.’ (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah SWT Berfirman Dalam surat Al – ahzab 41- 42 yang Artinya : &lt;i&gt;"Wahai Orang-oran gyang beriman sebut-sebutlah nama  &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt; sebanyak-banyaknya. Sucikanlah nama tuhannya pagi maupun sore hari. “&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ayat lain Q.S Al – Anfal 45 yang artinya : &lt;i&gt;"Maka sebutlah nama &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt; sebanyak – banyaknya demikian itu akan melembutkan dirimu. "&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Q.S Al – Imran 141 yang artinya : &lt;i&gt;" Dan mrk ygmenyebut² namaAllah dalam keadaan berdiri dan duduk mengharap ampunan dari &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt;."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;hadist Nabi Muhammad SAW Tentang Dzikir&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bersabda nabi &lt;b&gt;Muhammad SAW&lt;/b&gt; yang diwahyukan dari Abu Darda, berkata &lt;b&gt;Rasullah SAW&lt;/b&gt; : " &lt;i&gt;Maka Ketahuilah amalan yang paling terbaik dari amal kalian &amp;amp; mengangkat derajat kalian setelah kalian mendirikan solat, berzakat, berpuasa dan berhaji ada yang lebih dari pada itu. “&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Berkata Sahabat &lt;i&gt;:"Apa itu ya &lt;b&gt;Rasululla SAW&lt;/b&gt;..? "&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Maka &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt; bersabda : &lt;i&gt;"Ingat kepada Allah dalam keadaan terang-terangan maupun tersembunyi". &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari Abu Daut Al-Khudri bertanya kepada &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;"Apakah amalan yang lebih utama nanti di hari kiamat..?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bersabda &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;"memperbanyak menyebut-nyebut nama &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt;".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bertanya lagi Sahabat: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Bagai mana dengan jihad fi sabilillah ya Rasulullah…?".&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bersabda &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;"Walaupun mereka memukulkan pedangnya sehingga keluar darah kepada musuhnya lebih afdol berzikir kepada &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt; atas nya dan di angkat derajatnya oleh &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt;". &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Diriwayatkan dari Turmidzi dari Abdullah bin Umar radiallahuanhuma, sesunguhnya &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt; telah bersabda : &lt;i&gt;"Tidaklah seseorang menyebut di muka bumi &lt;b&gt;Allah SWT &lt;/b&gt;ini subahanallah walhamdulillah wa lailahailallah wallahuakbar, tanpa kecuali terleburlah semua kesalahanya walaupun dosanya seluas lautan".&lt;/i&gt; (riwayat Hakim shohih). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menyebut-nyebut nama &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt; dan memperbanyak menyebut nama-&lt;b&gt;Nya&lt;/b&gt; di dalam membaca Al-Qur'an maupun asmaul husna menjadikan orang tersebut dari kerugian di hari kiamat sebagai mana yang diriwayatkan dari Baihaqi dari Aisah radiallahanha bersabda &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;"Tidak lah semua anak cucu adam dalam keadaan rugi di hari kiamat kecuali orang yang mengingat-gingat &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt; di dalam dunia".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketahuilah hati itu bagaikan batu cincin maka gosoklah iya dengan berzikir ke pada &lt;b&gt;Alah SWT&lt;/b&gt; sehingga iya mengeluarkan cahaya/kilauan, maka orang yang meninggalkan zikir dia akan mendapatkan dua kegelapan hati : &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kegelapan gugurnya dosa &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerasnya hati&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Tidaklah keduanya akan sirna kecuali dengan berzikir kepada &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ayat  &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt; di dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Haj 46 yang artinya : &lt;i&gt;“Sesunguhnya mata-mata mereka tidak buta akan tetapi mata-mata mereka melihat”, apa yang menyebabkan mereka buta mengingat &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt;, yang menyebabkan mereka buta adalah mata hati mereka yang  ada di dalam dada mereka dalam mengingat &lt;b&gt;Allah SWT&lt;/b&gt;”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cahmil%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cahmil%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cahmil%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Hadist nabi Muhammad Yang lain :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nabi berkata: ”Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Para sahabat lalu menjawab, “Ya.” Nabi Saw berkata,”Zikrullah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Seorang sahabat berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan.” Nabi Saw berkata, “Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (zikrullah).” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nabi berkata: Sebaik-baik zikir dengan suara rendah dan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu Ya’la)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Di antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah : “Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak mati.” (HR. Ad-Dailami)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh  Allah yaitu kalimat: “Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Adzhim” (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nabi berkata: ”Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya “Laailaha illallah”. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan “Alhamdulillah”, jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah dia berkata “Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.” (HR. Ad-Dailami)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nabi berkata: Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, “Ya.” Nabi berkata, “La haula wala Quwwata illa billah.” (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Di antara zikir yang utama adalah Laa ilaaha illallahu (Tidak ada Tuhan selain Allah)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;“Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: ‘DZikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallahu” [HR Turmudzi]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;‘Rasulullah bersabda : ‘Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat : ‘Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha Illallah, wallahu akbar’ (Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit.’ (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-2761939273294708637?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/2761939273294708637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/fadilah-dzikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2761939273294708637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2761939273294708637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/fadilah-dzikir.html' title='Fadilah Dzikir'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-3007916938171124673</id><published>2010-05-04T06:09:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:14:36.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Sholat'/><title type='text'>Pentingnya sholat</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan sholat &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Hadist Pertama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Ibnu Umar r.huma, ia berkata, Rasulullah saw bersabda,” Agama Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji dan shaum di bulan Ramadhan.” ( Bukhari, Muslim- At Targhib )&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima hal di atas adalah azas iman terbesar dan rukun yang terpenting. Agama Islam diibaratkan oleh Rasulullah saw seperti sebuah kemah yang disangga oleh lima buah tiang. Tiang tengahnya adalah kalimat syahadat dan empat tiang lainnya adalah tiang-tiang pendukung pada keempat penjuru kemah itu. Tanpa tiang tengah, kemah tersebut tidak akan dapat berdiri tegak. Apabila salah satu dari keempat tiang lainnya itu tidak ada, kemah masih tetap dapat berdiri, tetapi sudut yang tidak bertiang itu akan menjadi miring dan mungkin akan rubuh. Berdasarkan hadits di atas, marilah kita lihat diri kita sendiri, sejauh manakah kita telah menegakkan Islam ini? Benrkah kita telah menegakkan setiap tiangnya dengan sempurna?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kelima tiang dalam hadits di atas adalah sangat penting, sehingga ditetapkan sebagai azas-azas Islam. Oleh sebab itu, dengan kedudukannya sebagai seorang muslim, maka sangat penting bagi kita untuk memperhatikan urusan sholat, mengingat masalah yang terpenting setelah iman adalah masalah shalat. Abdullah bin Mas’ud r.huma berkata, “ Saya pernah bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah swt? Beliau menjawab,’ Shalat’. Saya bertanya lagi,’ Lalu apa?’ Beliau menjawab,’ Berbuat baik kepada kedua orang tua.’ Kemudian saya bertanya lagi,’ Lalu apa?’ Jawab Beliau,’ Jihad.’ “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mulla Ali Qari rah.a menyatakan bahwa alim ulama telah menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa shalat adalah kewajiban yang terpenting setelah iman. Hal ini diperkuat lagi dengan sabda Rasulullah saw&lt;br /&gt;“ Shalat adalah sebaik-baik ketetapan amal ( untuk hamba-Nya ).”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hadist Kedua &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Dzar r.a., sesungguhnya Rasulullah saw pernah keluar dari rumahnya ketika musim dingin dan daun-daun berguguran. Beliau mengambil setangkai ranting pohon, sehingga daun-daunnya mulai berguguran. Beliau bersabda, “Wahai Abu Dzar!” Abu Dzar menyahut,” Labbaik ya Rasulullah!” Sabda Beliau,” Sesungguhnya seorang muslim yang menunaikan shalatnya semata-mata karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran darinya sebagaimana daun-daun ini gugur dari rantingnya.” ( Ahmad- At Targhib )&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musim dingin, biasanya daun-daun berguguran dari pohonnya sehingga ada pohon yang daunnya tidak tersisa sedikitpun. Itulah perumpamaan hasil shalat yang dilakukan dengan ikhlas, yakni segala dosa akan diampuni tanpa satu dosa pun yang tertinggal. Menurut sebagian ulama, hanya dosa-dosa kecil saja yang dapat diampuni melalui shalat, sedangkan dosa-dosa besar tidak dapat diampuni tanpa bertaubat. Oleh sebab itu, di samping mengerjakan shalat, hendaknya kita selalu bertaubat dan beristighfar, jangan sampai kita melalaikannya. Sedangkan jika Allah swt mengampuni dosa-dosa besar karena kemurahannya, itu adalah perkara lain.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hadist Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Utsman ra, ia berkata,” Saya dan Salman r.a. berada di bawah sebatang pohon, lalu ia mengambil sebatang ranting kering dari pohon itu dan mengguncang-guncangkannya sehingga daun-daunnya berguguran. Ia berkata, ‘Hai Abu Utsman, mengapa engkau tidak bertanya kepada saya, mengapa saya berbuat begini?” Saya bertanya,’ Mengapa engkau berbuat demikian?’ Jawabnya,’ Beginilah Rasulullah saw melakukannya di hadapan saya ketika saya bersama Beliau di bawah sebatang pohon. Beliau mengambil ranting kering dan mengguncangkannya sehingga daun-daunnya berguguran. Lalu Beliau bersabda,’ Wahai Salman, mengapa kamu tidak bertanya kepadaku, mengapa aku berbuat begini?’ Saya bertanya,’ Mengapa Engkau berbuat demikian?’ Sabda Beliau,’ Sesungguhnya jika seorang muslim berwudhu dengan sempurna, kemudian shalat lima waktu, niscaya dosa-dosanya gugur sebagaimana daun-daun ini berguguran.’ Dan Beliau membacakan satu ayat yang artinya, “ Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang ( pagi dan petang ) dan pada sebagian permulaan malam, sesungguhnya amal kebaikan menghapuskan amal kejahatan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat ( kepada Allah ).” ( QS Hud: 114). ( HR Ahmad, Thabrani, Nasa’i ).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan Salman ra yang ia tunjukkan dalam hadits di atas merupakan sebagian kecil dari bukti rasa cinta para shahabat r.hum kepada Nabi saw. Siapapun yang mencintai orang lain, ia akan meniru tingkah laku orang yang dicintainya. Orang yang telah merasakan manisnya cinta, tentu memahami hakikat ini dengan baik. Begitu juga para shahabat, mereka sering mengulaingi sabda-sabda Nabi saw dengan menirukan perbuatan Beliau ketika Beliau menerangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits mengenai pentingnya shalat dan ampunan dosa bagi yang mengerjakannya tidak terhitung banyaknya, sehingga sulit untuk disebutkan semuanya di sini. Alim ulama telah membatasi pengampunan tersebut pada dosa-dosa kecil saja, sebagaimana kita telah ketahui sebelumnya. Padahal, di sini tidak ada pembatasan dosa kecil atau dosa besar, tetapi mutlak disebutkan dosa-dosa saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hadist Ke Empat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “ Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda,’ Apakah pendapat kalian jika ada sebuah sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian, lalu ia mandi di dalamnya lima kali sehari, apakah kotoran masih melekat di tubuhnya?’ Para shahabat menjawab,” Kotoran tidak akan melekat di tubuhnya.” Sabda beliau, “ Itulah perumpamaan sholat lima waktu. Dengan mengerjakannya, Allah akan menghapus dosa-dosanya.” ( Ibnu Majah- At Targhib )&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Jabir r.a., ia berkata, Rasulullah saw. Bersabda,” Perumpamaan sholat lima waktu adalah seperti sebuah sungai yang dalam, yang mengalir di depan pintu rumah seseorang dari kalian, ia mandi di dalamnya lima kali sehari.” ( Muslim At Targhib )&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, air yang mengalir itu bersih dari kotoran. Semakin dalam sebuah sungai, airnya semakin jernih dan bersih. Oleh sebab itu, hadits di atas telah mengumpamakan sholat dengan sungai yang dalam. Jika seseorang mandi di dalamnya, badannya akan bersih. Demikian pula sholat yang dilakukan dengan tertib, akan membersihkan segala dosa. Di samping itu masih banyak hadits lainnya yang menyebutkan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a., ia berkata,” Rasulullah saw. Bersabda,’ Di antara lima waktu sholat, terdapat kaffarah ( penghapus dosa ). Maksudnya, disebabkan keberkahan sholat, maka dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang terjadi di antara satu waktu sholat dengan waktu sholat lainnya. Selanjutnya Nabi saw bersabda,’ Sebagaimana seseorang yang bekerja di sebuah pabrik, maka dirinya akan kotor dan berdebu. Tetapi ada lima sungai yang mengalir di antara pabrik dan rumahnya. Setiap kali ia pulang, ia mandi di sungai tersebut. Itulah perumpamaan sholat lima kali sehari, semua kesalahan dan dosa yang dilakukan di antara waktu sholat itu akan diampuni oleh Allah SWT. Hal itu disebabkan oleh istighfar dan taubat yang terkandung di dalam bacaan sholat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hadist ke lima &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Hudzaifah r.a., ia berkata,” Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan, maka beliau segera mengerjakan sholat.” ( Hadits Riwayat Ahmad, Abu Dawud- dalam Kitab Durrul Mantsur )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah rahmat Allah swt yang besar. Mencari pertolongan dengan sholat ketika menghadapi kesulitan berarti menuju rahmat Allah swt. Dan jika rahmat Allah swt datang tidak akan ada lagi kesulitan. Banyak riwayat yang menyebutkan mengenai hal ini. Para shahabat yang selalu mengikuti langkah Nabi saw, juga sering melakukannya. Abu Darda r.a. berkata,” Jika terjadi angin topan, Rasulullah saw akan segera masuk ke masjid dan tidak akan keluar dari masjid jika angina belum reda.” Demikian juga ketika terjadi gerhana matahari atau bulan, Rasulullah saw akan segera mengerjakan sholat. Shuhaib r.a. telah diberitahu oleh Rasulullah saw bahwa para anbiya a.s., jika mendapatkan suatu masalah, mereka juga akan segera melaksanakan sholat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada suatu hari, ketika Ibnu Abbas r.huma sedang dalam perjalanan, ia mendapatkan kabar bahwa anaknya telah meninggal dunia. Ia segera turun dari untanya, kemudian sholat 2 rakaat dan membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;( Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Lalu berkata,” Aku telah melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah swt di dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ Carilah pertolongan ( Allah ) dengan sabar dan sholat.” ( QS Al Baqarah: 45 )&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terdapat kisah lain mengenai Ibnu Abbas r.a. . Ketika ia sedang dalam perjalanan, ia mendapatkan berita kematian saudaranya yang bernama Qutsam. Maka ia segera turun dari untanya dan mengerjakan sholat 2 roka’at di pinggir jalan. Ia berdoa cukup lama di dalam tasyahudnya. Kemudian ia berdiri untuk melanjutkan perjalanannya seraya membaca ayat Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Carilah pertolongan ( Allah ) dengan sabar dan sholat.” ( QS Al Baqarah: 45 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga disebutkan sebuah kisah lain mengenai Ibnu Abbas r.a., yaitu ketika ia mendengar berita wafatnya salah seorang Azwaajun Muthahharoh ( Istri-istri Rasulullah ). Ia segera bersujud. Ketika ada seseorang menanyakan perbuatannya itu, ia menjawab,” Beginilah yang diperintahkan oleh Rasulullah saw jika kita mendapatkan musibah. Hendaklah kita sibuk dengan sholat, dan tidak ada musibah yang lebih besar selain wafatnya Ummul Mukminin.” ( Hadits Riwayat Abu Dawud )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ubadah r.a. hampir wafat, ia berkata kepada orang-orang di sekitarnya,” Janganlah kalian menangisiku. Jika ruhku keluar, aku minta agar kalian berwudhu dengan sempurna dan pergi ke masjid. Sholatlah dan beristighfarlah untukku, karena Allah menuyuruh kita agar selalu memohon pertolongan dengan sabar dan sholat, kemudian baringkanlah aku dalam liang kubur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami Ummu Kultsum r.ha yaitu Abdurrahman r.a. telah ditimpa sakit parah. Sedemikian parah sakitnya sehingga semua orang menyangka ia telah wafat. Melihat hal itu, Ummu Kultsum r.ha. segera mendirikan sholat. Selesai shalat, Abdurrahman siuman. Ia bertanya kepada orang-orang di sekelilingnya,” Apakah aku tadi seperti orang mati?” Orang-orang menjawab,” Ya.”. Abdurrahman berkata,” Dua malaikat telah mendatangiku dan berkata,’ Pergilah menghadap Ahkamul Haakimiin. Dialah yang akan memutuskan perkaramu.’ Kedua malaikat itupun membawaku pergi. Lalu kami berjumpa dengan malaikat ketiga yang menghampiri kami dan berkata kepada dua orang malaikat yang membawaku tadi,” Kamu berdua pergilah! Dia ( Abdurrahman r.a. ) termasuk golongan orang-orang yang berbahagia dan beruntung yang tertulis sejak ia berada dalam kandungan ibunya. Dan sekarang anak-anaknya masih mendapatkan manfaat darinya.’” Setelah peristiwa itu, Abdurrahman r.a. masih hidup selama kurang lebih 1 bulan, lalu ia meninggal dunia. ( Dari Kitab Durrul Mantsur )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Salam r.a. berkata,” Apabila keluarga Nabi saw ditimpa suatu kesulitan, maka beliau akan menyuruh keluarganya mendirikan sholat seraya membaca Al Qur’an:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeqi kepadamu, tapi Kamilah yang memberi rezeqi kepadamu. Dan akibat ( yang baik ) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” ( QS Thaahaa: 132 )&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah hadits menyebutkan,” Barangsiapa menghadapi suatu keperluan dunia atau agama, atau mengenai hubungan dengan Allah atau hamba-Nya, hendaklah ia berwudhu dengan sempurna, lalu sholat 2 rakaat, memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah saw, lalu berdoa:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lalu berdoa: &lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_DZ0xasd1u_0/SvEZZVS-tJI/AAAAAAAAAmY/ErGTGFmMxeI/s1600-h/FS+BAB+I+PENTINGNYA+SHALAT-+Psl+Pertama+KEUTAMAAN+SHALAT+Doa+Hajat.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400125351198110866" src="http://3.bp.blogspot.com/_DZ0xasd1u_0/SvEZZVS-tJI/AAAAAAAAAmY/ErGTGFmMxeI/s400/FS+BAB+I+PENTINGNYA+SHALAT-+Psl+Pertama+KEUTAMAAN+SHALAT+Doa+Hajat.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 132px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“ Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah Rabb Yang Memelihara Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang menyampaikan kepada rahmat-Mu dan ampunan-Mu, keuntungan dari segala kebajikan, serta keselamatan dari segala dosa. Jangan Engkau biarkan bagiku suatu dosa tanpa Engkau mengampuninya, suatu kesempatan tanpa Engkau melapangkannya, dan suatu hajat yang Engkau ridhoi tanpa Engkau memenuhinya. Terimalah wahai Yang Maha Rahiim.” Insya Allah doanya akan terkabul.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-3007916938171124673?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/3007916938171124673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/pentingnya-sholat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3007916938171124673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3007916938171124673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/pentingnya-sholat.html' title='Pentingnya sholat'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DZ0xasd1u_0/SvEZZVS-tJI/AAAAAAAAAmY/ErGTGFmMxeI/s72-c/FS+BAB+I+PENTINGNYA+SHALAT-+Psl+Pertama+KEUTAMAAN+SHALAT+Doa+Hajat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-8112186761806082954</id><published>2010-05-03T15:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:14:36.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>Fadilah Membaca Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Al-Qur’ān&lt;/b&gt; : (&lt;b&gt;Alquran&lt;/b&gt;, Arab: &lt;big&gt;&lt;b&gt;القرآن&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam memercayai bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5&lt;sup&gt;(1)&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja &lt;i&gt;qara'a&lt;/i&gt; yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”&lt;/i&gt;.(75:17-75:18) &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;sup&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keutamaan membaca Al-Qur'an&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang yang mengajarkan Al-Qur an pada anaknya pada masa kecil dan selalu membacanya oada masa tuanya akan mendapat perlindungan arasy Allah swt dihari kiamat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanda – tanda kecintaan Allah swt adalah bahwa Allah swt memasukkan rasa cinta pada Al-Qur an dalam hati seseorang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seseorang yang benar-benar sibuk menghafal / mempelajari / memahami Al-Qur an sehingga tidak mempunyai waktu untuk berdo`a, maka Allah swt akan memberikan sesuatu yang lebih utama daripada yang diberikan pada orang yang berdo`a.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang beriman pada Al-Qur an dan mengamalkannya, maka Allah akan mengangkat derjadnya dan memuliakannya dunia dan akhirat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang ahli dalam Al-Qur an ( benar-benar menghafalnya, sering membacanya, memahami makna dan maksudnya ), di padang mahsyar akan berada bersama malaikat pencatat yang mulia dan benar. Dan orang yang terbata-bata dalam membaca Al-Qur an dan bersusah payah mempelajarinya mendapat pahala 2 X lipat ( satu dari bacaannya dan satu lagi dalam kesungguhannya dalam berusaha membetulkan bacaannya ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang sungguh-sungguh ingin menghafal Al-Qur an tapi tidak mampu, namun terus menerus membacanya, maka Allah akan membangkitkannya dihari kiamat dengan para hafidz Al-Qur an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang menghormati, menunaikan hak-haknya dan mengamalkan Al-Qur an maka al-Qur an akanmembelanya dihadapan Allah swt dan memberi syafaat serta menaikkan derjatnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang membaca Al-Qur an dan mengamalkan apa yang ada didalamnya, maka pada hari kiamat dia dan kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari walaupun dia berada dalam rumah, serta dipakaikan pakaian yang keindahannya tidak ada yang sanggup menandinginya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang membaca dan menghafal Al-Qur an serta menghalalkan apa yang dihalalkan Al-Qur an dan mengharamkan apa yang diharamkan oleh Al-Qur an, maka Allah swt akan memasukkannya ke dalam surga dan menjaminnya untuk dapat memberi syafaat kepada 10 orang ahli keluarganya yang wajib neraka bagi mereka karena dosa-dosa yang mereka lakukan ( kecuali bagi yang kafir – Al-Maidah :72 ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Banyak membaca Al-qur an dapat menguatkan ingtan, membersihkan bathin, menguatkan rohani dan mewangikan mulut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang mengajarkan anaknya membaca Al-Qur an, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca 1 huruf Al-Qur an pahalanya 10 kebaikan ( Al-An ~am : 160 )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang mendengarkan Al-Qur an akan dituliskan 1 kebaikan berlipat ganda dan yang membacanya akan diberi nur pada hari kiamat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suatu kaum yang berkumpul membaca al-Qur an dan saling mengajarkan akan diberi sakinah, disirami rahmat, dikerumuni malaikat dan Allah swt menyebut-nyebut mereka dihadapat majlis para malaikat..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumah rumh didalamnya dibacakan Al-qur an, ahli rumah akan diberikan berkah dan kebaikan, malaikat pun turun memenuhi rumah tersebut dan syetan akan keluar. Sebaliknya rumah yang didalamnya tidak dibacakan Al-qur an, maka kehidupannya kan dipenuhi dengan kesempitan, ketidak berkahan, malaikat akan keluar dan syetan akan memasuki rumah tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca Al-Qur an akan memberi nur di bumi dan simpanan bagi kita dilangit, dan rumah yang didalamnya dibacakan Al-Qur an akan menyinari ahli-ahli langit seperti bintang yang menyinari ahli bumi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang membaca 10 ayat pada malam hari, maka ia tidak akan ditulis sebagai orang-orang yang lalai. Membaca 100 ayat akan dicatat sebagai orang yang taat dan diselamatkan dari tuntutan Al-Qur an. Membaca 200 ayat mendapat pahala ibadah semalam suntuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barangsiapa yang membaca Al-Qur an yang dengannya ia mendapat makanan dari manusia ( untuk tujuan keduniaan ), maka ia akan datang pada hari kiamat dengan muka bertulang tanpa daging.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca / mempelajari beberapa ayat Al-Qur an adalah lebih berharga daripada kerajaan seluas 7 benua yang bersifat sementara dan pahalanya bermanfaat untuk selama-lamanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak ada derjat yang lebih baik daripada derjat orang yang suka membaca al-Qur an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca Al-Qur an tanpa melihat mushaf memdapat 1000 derjat dan dengan malihat mushaf akan mendapat 2000 derjat ( lebih afdhal ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan banyak membaca Al-Qur an dan banyak mengingat maut akan menyebabkan hati bersinar dan alam semakin memantulkan sifat ma`rifat yang terang ( pengkilat hati dan seperti besi berkarat dalam air ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bacaan Al-Qur an dalam shalat lebih baik dari bacaan Al-Qur an diluar shalat. Bacaan diluar shalat lebih baik dari membaca tasbih dan takbir, bacaan tasbih dan takbir lebih baik dari pada puasa dan puasa adalah perisai ( penghalang ) dari api neraka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setiap membaca huruf Al-Quran dalam shalat mendapat pahala 100 kebaikan, membaca tanpa wudhu mendapat 10 kebaikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebanggaan, kemuliaan dan kehormatan umat ini adalah dengan membaca Al-Qur an, menghafalnya, mengajarkannya dan beramal dengannya dan apa saja yang berhubungan dengan Al-Qur an.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak ada yang mendekatkan diri kepada Allah swt kecuali dengan perantaraan Al-Qur an dan membaca Al-Qur an akan menyebabkan kita lebih bertawajuh dan memberi kesan tersendiri pada diri pembacanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ahli Al-Qur an ( yang selalu menyibukkan diri dengan Al-Qur an ) adalah ahli Allah swt dimana setiap waktu Allah akan selalau mengirim kasih sayang-Nya dan mereka orang-orang istimewa Allah swt sehingga mendapat kemuliaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca Al-Qur an dengan suara keras adalah seperti memberi shadaqah dengan terang-terangan dan membaca dengan perlahan seperti memberi shadaqah dengan sembunyi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak ada penolong yang lebih utama kedudukannya disisi Allah swt pada hari kiamat daripada Al-Qur an, bukan nabi atau malaikat yang lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mempelajari 1 ayat Al-Qur an pada pagi hari lebih baik dari pada shalat 100 rakaat, mempelajari 1 bab dari ilmu pada pagi hari lebih baik daripada shalat 1000 rakaat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengamalkan kandungan Al-Qur an akan menghindarkan kita dari fitnah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seseorang yang mempelajari Al-Qur an memjaga dan membacanya pada tengah malam dalam shalat dimisalkan seperti mangkok terbuka tutupnya yang penuh dengan kasturi yang baunya menyebar keseluruh tempat, sedang seorang hafidz Al-Qur an yang tidur / tidak membaca Al-Qur an karena lalai tapi Al-Qur an berada dalam hatinya adalah seperti mangkok yang penuh kasturi tetapi nur berkah yang akan menyebar pada orang lain akan terhalang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;sup&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-8112186761806082954?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/8112186761806082954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/fadilah-membaca-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/8112186761806082954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/8112186761806082954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/fadilah-membaca-al-quran.html' title='Fadilah Membaca Al-Qur&apos;an'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-78418491406773183</id><published>2010-05-03T15:26:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:14:36.679-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Al-Qur&apos;an'/><title type='text'>kandungan Surat Al-Fatihah</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Nama Lain Surat Al Fatihah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Surat Al Fatihah memiliki banyak nama. Di antaranya; Fatihatul Kitab (pembuka kitab/Al Qur’an). Karena Al Qur’an, secara penulisan dibuka dengan surat ini. Demikian pula dalam shalat, Al Fatihah sebagai pembuka dari surat-surat lainnya.&lt;br /&gt;Al Fatihah dikenal juga dengan sebutan As Sab’ul Matsani (tujuh yang diulang-ulang). Disebabkan surat ini dibaca berulang-ulang pada setiap raka’at dalam shalat.&lt;br /&gt;Dinamakan juga dengan Ummul Kitab. Karena di dalamnya mencakup                  pokok-pokok Al Quran, seperti aqidah dan ibadah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;etiap kita melaksanakan shalat, kita diperintah untuk membaca surat Al Fatihah sebagai salah satu rukun shalat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: &lt;span style="font-family: Traditional Arabic,Arial; font-size: large;"&gt;لاَصَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-91"&gt;&lt;/span&gt;“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah)”. (HR. Abu Dawud no. 297 dan At Tirmidzi no. 230 dari shahabat Abu Hurairah dan ‘Aisyah)&lt;br /&gt;Surat ini termasuk deretan surat Makkiyah (yang turun sebelum hijrah) dan terdiri dari tujuh ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keutamaan surat Al Fatihah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al Fatihah memiliki berbagai macam keutamaan dan keistimewaan dibanding dengan surat-surat yang lain. Di antaranya adalah;&lt;br /&gt;Al Fatihah merupakan surat yang paling agung. Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dari shahabat Abu Sa’id Al Mu’alla, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya):&lt;br /&gt;“Sungguh aku akan ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al Quran sebelum engkau keluar dari masjid? Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memegang tanganku. Disaat Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam hendak keluar dari masjid, aku bertanya: “Ya Rasulullah! Bukankah engkau akan mengajariku tentang surat yang paling agung dalam Al Quran? Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata: Ya (yaitu surat)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic,Arial; font-size: large;"&gt;الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah As Sab’u Al Matsani dan Al Qur’anul ‘Azhim (Al Qur’an yang Agung) yang diwahyukan kepadaku.” (HR. Al Bukhari no. 4474)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Al Fatihah merupakan surat istimewa yang tidak ada pada kitab-kitab terdahulu selain Al Qur’an. Dari shahabat Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: “Maukah engkau aku beritahukan sebuah surat yang tidak ada dalam kitab Taurat, Injil, Zabur, dan demikian pula tidak ada dalam Al Furqan (Al Qur’an) surat yang semisalnya? Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberitakan surat itu adalah Al Fatihah”. (HR. At Tirmidzi no. 2800)&lt;br /&gt;Al Fatihah sebagai obat dengan izin Allah suhanahu wata’ala. Al Imam Al Bukhari meriiwayatkan dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu tentang kisah kepala kampung yang tersengat kalajengking. Lalu beberapa shahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam meruqyahnya dengan membacakan surat Al Fatihah kepadanya. Dengan sebab itu Allah suhanahu wata’ala menyembuhkan penyakit kepala kampung itu.&lt;br /&gt;Terkait dengan shalat sebagai rukun Islam yang kedua, Al Fatihah merupakan unsur terpenting dalam ibadah itu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic,Arial; font-size: large;"&gt;مَنْ صَلَّى وَلَمْ يَقْرَأْ فِيْهَا أُمَّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ – ثَلاَثاً – غَيْرُ تَمَامٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa shalat dalam keadaan tidak membaca Al Fatihah, maka shalatnya cacat (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengulanginya sampai tiga kali) tidak sempurna.” (HR. Muslim no. 395, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;Bahkan membaca Al Fatihah termasuk rukun dalam shalat, sebagaimana                  riwayat diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;&lt;b&gt;Abu Said ibnu Al-Mu'alla r.a.&lt;/b&gt; berkata;  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Ketika aku sedang sembahayang, tiba-tiba dipanggil oleh Nabi saw. maka aku tidak menyahutnya sehingga selesai sembahayang, lalu aku datang kepadanya, Nabi saw. bertanya: &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;"Apakah yang nenahan engkau daripada menyahut panggilan ku?". &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Jawabku (Abu Said), "Aku sedang sembahayang."&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda, &lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Tidakah Allah berfirman; "Hai orang yang  beriman, sambutlah panggilan Allah dan Rasulullah bila memanggil kalian untuk menghidupkan kalian". &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Kemudian Nabi saw. bersabda,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Aku akan ajarkan kepada mu satu surah yang terbesar di dalam  al-Quran sebelum keluar dari masjid ini". &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Berkata Abu Said, Lalu Rasulullah saw. memegang tangan ku,  kemudian ketika hendak keluar dari masjid aku berkata,&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Ya Rasulullah, tadi engkau berkata akan mengajar aku surah terbesar daripada al-Quran". &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Jawab Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Benar, &lt;i&gt;Alhamdu lillahi rabbil alamin&lt;/i&gt;, itulah Assab'ul Matsani dan al-Quran yang terbesar yang telah diturunkan Allah kepadaku". (HR: Ahmad, Bukhari, Abu Dawud, an-Nasa'i dan Ibn Majah)&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;b&gt;Abu Hurairah dari Jbay bin Ka'ab r.a&lt;/b&gt;. Rasulullah saw. bersabda: &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Allah tiada menurunkan dalam Taurat dan Injil yang  seperti (menyamai) Ummul Quran, ialab tujuh ayat pujian (assab'ul matsani), dan ia terbagi dua antara-Ku dengan hamba-ku.(HR. an-Nasa'i, at-Tirmidzi).&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;b&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.&lt;/b&gt; berkata: &lt;/dt&gt;&lt;/dl&gt;&lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Pada suatu hari, Nabi saw. keluar kepada Ubay bin Ka'ab, lalu memanggil,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Ya, Ubay". &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt; Ubay menoleh, tetapi tidak  menjawab (menyambutnya), lalu ia segerakan salatnya, kemudian (selesai salat) pergi kepada Nabi saw. sambil mengucap,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Assalamu alaika ya Rasulullah."  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Dijawab,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Wa araikassalam, apakah yang menahan anda untuk menyahut panggilanku ketika aku panggil?"  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Jawabnya,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Ya Rasulullah, saya sedang salat."  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Nabi saw. bersabda, &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Tidakkah anda mendapatkan dalam wahyu yang diturunkan Allah kepadaku, Sambutlah panggilan Allah dan Rasulullah  bila memanggil kalian untuk menghidupkan (mengajarkan apa-apa  untuk kepentingan kehidupanmu).  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Jawab Ubay,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Benar ya Rasulullah, tidak akan saya ulang."  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Lalu Nabi saw. bertanya, &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Sukakah saya ajarkan kepadamu surat yang tidak pernah  diturunkan di Taurat, Injil, Zabur dan Furqan yang menyamai itu?"  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Jawab Ubay,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;'Baiklah ya Rasulullah.'  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Nabi saw. bersabda, &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"saya harap semoga sebelum keluar dari pintu itu anda sudah mengetahuinya".  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Lalu abi saw. memegang tangan Ubay  sambil berbicara, tetapi Ubay memperlambat jalannya, kuatir  kalau-kalau sampai di pintu dan pembicaraan belum selesai, dan ketika telah dekat dengan pintu Ubay berkata,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;'Ya Rasulullah apakah surat yang engkau janjikan padaku itu?'  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Jawab Nabi saw.,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Apakah yang anda baca dalam salat?"  &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Lalu Ubay membaca Fatihah (Ummul Quran) lalu Nabi saw. bersabda,  &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;"Allah tiada menurunkan da1am Taurat, Injil, Zabur dan Furqan  yang menyamainya, itulah yang bernama Assab'ul Matsani". &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dt&gt;&lt;b&gt;Abu Said al-Khudri r.a.&lt;/b&gt; berkata,  &lt;/dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;Ketika kita dalam  bepergian dan berkemah, tiba-tiba datang budak perempuan dan  berkata, Sesungguhnya pimpinan suku ini digigit binatang berbisa, dan tidak ada orang, apakah ada di antara kalian yang dapat menjampi :faka berdirilah seorang di antara kami, kami tidak menyangka bahwa ia dapat menjampi. Tiba-tiba dijampinya dan sembuh. Maka diberinya dia hadiah berupa tiga puluh doinba dan diberinya kami susu. Ketika ia kembali kami  bertanya, Apakah anda pandai menjampi? Jawabnya, Tidak, aku  tidak menjampi, kecua!i dengan Ummul Kitab Fatihah. Maka kami pun memberitahu agar domba-domba itu jangan diganggu sehingga kami bertanya kepada Rasulullah saw. Kemudian  setelah kami kembali ke Madinahj kami ceriterakan kejadian itu kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. bertanya, "Dari mana ia mengetahui bahwa Fatihah itu sebagai jampi (untuk jampi? Bagilah domba-domba itu dan berilah aku bagian".&lt;br /&gt;(Bukhari,Muslim, Abu Dawud).   Di sebagian riwayat Muslim disebutkan bahawa yang menjampi itu Abu Said al-Khudri r.a.&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dt&gt;&lt;b&gt;Ibn Abbas r.a. berkata&lt;/b&gt;,  &lt;/dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;Rasulullah saw. duduk bersama Jibril, tiba-tiba mendengar  suara gemuruh di atasnya, maka Jibril melihat ke atas langit, lalu berkata, Itu pintu langit telah  terbuka, belum pernah dibuka sama sekali". dan telah turun seorang malaikat dari padanya. Maka datanglah Malaikat itu kepada Nabi saw. dan berkata, 'Terimalah kabar gembira, bahwa anda diberi dua cahaya yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelum anda, yaitu Fatihah dan penutup surat  al-Baqarah. Tiada engkau membaca satu huruf melainkan pasti  diberi (yakni apa yang terkandung di dalamnya'. &lt;br /&gt;(HR. Muslim, an-Nasa'i).  &lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dt&gt;Anas r.a. berkata, Nabi saw. bersabda:  &lt;/dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;Jika anda meletakkan pinggang di atas tempat tidur, lalu membaca Fatihah dan Qul Huwallahu Ahad, maka telah aman dari segala sesuatu kecuali maut (HR: Bazzar)&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-78418491406773183?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/78418491406773183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/kandungan-surat-al-fatihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/78418491406773183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/78418491406773183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/kandungan-surat-al-fatihah.html' title='kandungan Surat Al-Fatihah'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-6661611617097381382</id><published>2010-05-01T03:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T16:06:08.784-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fadilah Amal'/><title type='text'>Larangan Berbuat Zina</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Allah Ta'ala berfirman, "&lt;i&gt;Perempuan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; dan &lt;span class="josstylenull"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt;, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; beriman. &lt;span class="josstylenull"&gt;Laki-laki&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; tidak mengawini melainkan perempuan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt;, atau perempuan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; musyrik; dan perempuan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; tidak dikawini melainkan oleh &lt;span class="josstylenull"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; atau &lt;span class="josstylenull"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; musyrik, dan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; demikian itu diharamkan atas oran-orang &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; mukmin,"&lt;/i&gt; (an-Nuur: 2-3).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Allah Ta'ala juga berfirman, &lt;i&gt;"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; keji. Dan suatu jalan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; buruk,"&lt;/i&gt; (al-Israa': 32)/&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman, &lt;i&gt;"Dan orang-orang &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; tidak menyembah tuhan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; benar, dan tidak &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt;, barang siapa &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; melakukan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,"&lt;/i&gt; (al-Furqaa: 68-69).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman, "&lt;i&gt;Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt;, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penya&lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt;,"&lt;/i&gt; (al-Mumtahanah: 12).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;"Tiga jenis orang &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; pedih: Orang &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt;, penguasa &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; pendusta, dan orang miskin &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; sombong,"&lt;/i&gt; (HR Muslim [107]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rauslullah saw. bersabda, &lt;i&gt;"Tidaklah &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; seorang pezina saat &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; sedang ia dalam keadaan mukmin,"&lt;/i&gt; (telah ditakhrij pada bab sebelumnya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih diriwayatkan darinya dari Nabi saw. beliau bersabda, "&lt;i&gt;Jika seorang hamba &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; maka keluarlah darinya keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung. Jika ia meninggalkan zina maka kembalilah keimanan itu kepadanya,"&lt;/i&gt; (Shahih, HR Abu Dawud [4690]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari al-Miqdad bin al-Aswad r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabatnya, "&lt;i&gt;Bagaimana pandangan kalian &lt;span class="josstylenull"&gt;tentang&lt;/span&gt; zina?"&lt;/i&gt; Mereka berkata, "Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat." Beliau bersabda, "&lt;i&gt;Sekiranya seorang &lt;span class="josstylenull"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; dengan isteri tetangganya,"&lt;/i&gt; (Shahih, HR Bukhari dalam &lt;i&gt;Adabul Mufrad&lt;/i&gt; [103]).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penjelasan :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kerasnya pengharaman zina. Zina adalah seburuk-buruk jalan dan sejelek-jelek perbuatan. Terkumpul padanya seluruh bentuk kejelekan yakni kurangnya agama, tidak adanya wara', rusaknya muru'ah (kehormatan) dan tipisnya rasa cemburu. Hingga engkau tidak akan menjumpai seorang pezina itu memiliki sifat wara', menepati perjanjian, benar dalam ucapan, menjaga persahabatan, dan memiliki kecemburuan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; sempurna kepada keluarganya. &lt;span class="josstylenull"&gt;Yang&lt;/span&gt; ada tipu daya, kedustaan, khianat, tidak memiliki rasa malu, tidak muraqabah, tidak menjauhi perkara haram, dan telah hilang kecemburuan dalam hatinya dari cabang-cabang dan perkara-perkara &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; memperbaikinya. (lihat &lt;i&gt;Raudhatul Muhibbin&lt;/i&gt; [360]).&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="josstylenull"&gt;Ancaman&lt;/span&gt; &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; keras terhadap pelaku zina. Dan hukuman bagi pezina dikhususkan dengan beberapa perkara:     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kerasnya hukuman&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Diumumkannya hukuman&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Larangan menaruh rasa kasihan kepada pezina&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Hukuman bagi pezina &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; belum menikah adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan hukuman bagi pelaku zina &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; telah menikah adalah dirajam sampai mati. Rasulullah saw. telah merajam sebanyak enam orang di antaranya adalah Mu'iz, wanita al-Ghamidiyah dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Adapun &lt;span class="josstylenull"&gt;berzina&lt;/span&gt; dengan wanita &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; masih mahram mewajibkan hukuman &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; sangat keras, yakni dibunuh.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnul Qayyim berkata dalam &lt;i&gt;Raudhatul Muhibbin&lt;/i&gt; (374), "Adapun jika perbuatan keji itu dilakukan dengan orang &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; masih memiliki hubungan kekeluargaan dari para mahramnya, itu adalah perbuatan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; membinasakan. Dan wajib dibunuh pelakunya bagaimanapun keadaannya. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; lainnya."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zina ada beberapa cabang, seperti zina mata, zina lisan, dan zina anggota badan. Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;"Allah telah menetapkan atas setiap Bani Adam bagiannya dari zina &lt;span class="josstylenull"&gt;yang&lt;/span&gt; tidak bisa tidak pasti ia mendapatinya. Zina mata adalah melihat, zina lisan adalah berbicara, hati berangan-angan serta bernafsu dan kemaluan membenarkan atau mendustakannya."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali, &lt;i&gt;Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah,&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah,&lt;/i&gt; terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi'i, 2006), hlm. 3/453-461.&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-6661611617097381382?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/6661611617097381382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/larangan-berbuat-zina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/6661611617097381382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/6661611617097381382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/05/larangan-berbuat-zina.html' title='Larangan Berbuat Zina'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-8313167311221600040</id><published>2010-04-30T18:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:14:36.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit Dan Bumi'/><title type='text'>Tanda-tanda Kiamat Menurut Islam</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Ketahuilah bahwa kiamat itu sungguh akan terjadi dan pasti terjadi.Maka marilah kita siapkan diri kita dari sekarang, bukan besok,bukan tahun depan.Kapan lagi? Tetapi sesungguhnya Hari kiamat itu hanyalah Allah SWT yang Maha tau kapan akan terjadi wallahualam. Didalam agama Islam terlalu banyak kajian-kajian yang menjelaskan tentang datangnya hari kiamat, sebagaimana terdapat di dalam Al-quran :&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Allah SWT Berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Qaa'riah ayat 1-11 :&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Artinya : &lt;i&gt;Hari kiamat,apakah hari kiamat itu?, pada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran,dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.Dan adapun orang-orang yang berat timbangannya(kebaikan),maka diaberada dalam kehidupan yang memuaskan,dan adapun orang-orang yang ringan&amp;nbsp; timbangan(kebaikannya), maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah.Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? yaitu api yang sangat panas.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/S9uKY63oegI/AAAAAAAAAEs/SEKo7VUQ30Q/s1600/belief-in-hari-kiamat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/S9uKY63oegI/AAAAAAAAAEs/SEKo7VUQ30Q/s320/belief-in-hari-kiamat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Didalam Al-Quran Surat&amp;nbsp;  (Al-Hajj: 7).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Allah berfirman: &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;“Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.”&lt;/i&gt; (Al-Hajj: 7).&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Firman Allah,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;“Sesungguhnya Hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.”&lt;/i&gt; (Ghafir: 59).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Firman Allah,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.”&lt;/i&gt; (Al-Qamar: 1).&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Maka masih banyak penjelasan-penjelasan Tentang Datangnya hari kiamat dan kejadian-kejadiannya di dalam Al-qur'an. Selain itu banyak juga hadist-hadist yang menjelaskan tentang hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Tanda-tanda Kiamat ada dua macam yaitu tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;* Tanda-tanda Kiamat Kecil&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, &lt;i&gt;“Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s. Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.”&lt;/i&gt; Ibnu Hajar melanjutkan&lt;i&gt;, ”Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.”&lt;/i&gt; (Fathul Bari)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain. &lt;br /&gt;Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;1. Diutusnya Rasulullah saw&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jabir r.a. berkata, &lt;i&gt;”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. &lt;/i&gt;(HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2. Disia-siakannya amanat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, &lt;i&gt;“Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.”&lt;/i&gt; Berkata sebagian yang lain&lt;i&gt;, “Rasul saw. tidak mendengar.”&lt;/i&gt; Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, &lt;i&gt;“Mana yang bertanya tentang Kiamat?”&lt;/i&gt; Berkata lelaki Badui itu&lt;i&gt;, ”Saya, wahai Rasulullah saw.”&lt;/i&gt; Rasulullah saw. Berkata, &lt;i&gt;“Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.”&lt;/i&gt; Bertanya, &lt;i&gt;“Bagaimana menyia-nyiakannya?”&lt;/i&gt; Rasulullah saw. Menjawab, &lt;i&gt;“Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” &lt;/i&gt;(HR Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;3. Penggembala menjadi kaya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, &lt;i&gt;“Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.”&lt;/i&gt; (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;4. Sungai Efrat berubah menjadi emas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;“Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.”&lt;/i&gt; (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.”&lt;/i&gt; (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;6. Banyak terjadi pembunuhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;“Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” &lt;/i&gt;(HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;7. Munculnya kaum Khawarij&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda&lt;i&gt;, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.”&lt;/i&gt; (HR Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.”&lt;/i&gt; (HR At-Tabrani)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.”&lt;/i&gt; (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;10. Dominannya Fitnah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda&lt;i&gt;, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.”&lt;/i&gt; (HR Ahmad).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;11. Sedikitnya ilmu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;12. Merebaknya perzinahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;13. Banyaknya kaum wanita&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. &lt;i&gt;“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” &lt;/i&gt;(HR Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;“Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.”&lt;/i&gt; (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;15. Menyebarnya riba dan harta haram&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;“Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” &lt;/i&gt;(HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, &lt;i&gt;“Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.”&lt;/i&gt; (HR Ahmad dan Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;* &lt;b&gt;Tanda-Tanda Kiamat Besar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata:&lt;/i&gt; “&lt;i&gt;Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;H.R Muslimi&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/S9uJlFsIx9I/AAAAAAAAAEk/R39vtvQd6Rg/s1600/12.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/S9uJlFsIx9I/AAAAAAAAAEk/R39vtvQd6Rg/s320/12.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Dukhan (asap)&lt;/span&gt; yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Dajjal &lt;/span&gt;yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Dabbah&lt;/span&gt;-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya.&lt;/span&gt; Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini&lt;/span&gt;. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj&lt;/span&gt; yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Gempa bumi di Timur.&lt;/span&gt;. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Gempa bumi di Barat.&lt;/span&gt; Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Gempa bumi di Semenanjung Arab&lt;/span&gt;.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar&lt;/span&gt;. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”. &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-8313167311221600040?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/8313167311221600040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/tanda-tanda-kiamat-menurut-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/8313167311221600040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/8313167311221600040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/tanda-tanda-kiamat-menurut-islam.html' title='Tanda-tanda Kiamat Menurut Islam'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/S9uKY63oegI/AAAAAAAAAEs/SEKo7VUQ30Q/s72-c/belief-in-hari-kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-3023591671071402480</id><published>2010-04-29T16:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:14:36.696-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Misteri Terbelahnya Bulan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Allah SWT berfirman "Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun terbelah (QS.Al-Qamar : 1)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Mengenai ayat ini, Ada sebuah kisah Nabi Muhammad SAW.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Di masa sebelum hijrah dari Mekkah Al-Mukarramah ke Madinah, orang-orang musyrik berkata, " Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu ( mengejek dan mengolok-olok nabi)?" rasulullah SAW bertanya," Apa yang kalian inginkan?" Mereka menjawab: " Coba belahlah bulan..." Maka rasulullah saw pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjukknya ke bulan, rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrikpun berkata, " Muhammad, engkau benar-benar menyihir kami!" mereka tidak percaya dengan kejadian itu, tetapi Rasulullah tetap sabar.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Kemudian orang-orang kuraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang akan pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?". Mereka menjawab, Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali..!!!" Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Oleh karena itu Allah menurunkan Ayat-Nya : &lt;i&gt;Sungguh, telah dekat hari kiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata , "Ini adalah sihir yang terus menerus", dan mereka mendustakannya, bahkanmengikuti hawa nafsu mereka..( QS. Al-Qamar ayat 1)&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/S9oYc5-g5VI/AAAAAAAAAEU/DVGzUEBUnwg/s1600/bulan1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/S9oYc5-g5VI/AAAAAAAAAEU/DVGzUEBUnwg/s320/bulan1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Ini adalah bukti nyata dari Mukjijat Nabi Muhammad SAW. Menurut Para pakar ruang angkasa AS, Dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa dan ingin menginjakkan kakinya di bulan,dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Tujuan mereka adalah ingin menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan. Dan mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri. Setelah penelitian&amp;nbsp; mereka itu berhasil,tiga pakar ruang angkasa tadi berkesimpulan bahwa " Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!! mereka mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Penelitian ini terbukti di dalam &lt;i&gt;Al-Qur'an Surat Al-Qamar ayat 1 &lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-3023591671071402480?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/3023591671071402480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/misteri-terbelahnya-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3023591671071402480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/3023591671071402480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/misteri-terbelahnya-bulan.html' title='Misteri Terbelahnya Bulan'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/S9oYc5-g5VI/AAAAAAAAAEU/DVGzUEBUnwg/s72-c/bulan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-5846220739969690106</id><published>2010-04-29T15:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:14:36.702-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Hikayat Sang Maut</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Diriwayatkan dalam suatu hadist bahwa tatkala Malaikat Maut diciptakan oela Allah ta'la, Dihijab-Nya-lah dengan sejuta hijab. Tubuh sang Malaikat itu besarnya lebih besar daripada tujuh lapis langit dan bumi. Sebelum ia dirantai dengan 70.000 rantai. Jarakdari tiap-tiap rantanya berjarak sama dengan tujuh ratus perjalanan. Tidak ada seorang pun dari para malaikat yang mendekati dan mengetahui wujudnya. Hanya terkadang suaranya saja yang terdengar. Hingga ketika nabi Adam tercipta, Allah SWT menyerahkan pengurusan malaikat maut kepada Malaikat Izrail. Izrail bertanya mengenai malaikat maut it, " Ya Tuhanku, siapakah itu?"&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Kemidian Allah menyibakkan hijab Malaikat Maut itu, sehingga terlihatlah sang Malaikat Maut oleh Malaikat Izrail. Dan para Malaikat lainnya diperintahkan oleh Allah SWT untuk berdiri melihat Maut. malaikat Maut diperintahkan oleh Allah SWT untuk terbang agar dapat disaksikan oleh seluruh Malaikat. Subhanallah...para malaikat jatuh pingsan melihat wujud Maut itu. SEribu tahun kemudian batu siuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Malaikat bertanya kepada Allah SWT, " Ya Tuhanku, adalah Kau ciptakan makhluk-Mu yang lebih besar daripada Maut itu?" Allah menjawab, " Aku (Allah) yang menciptakan dan Aku (Allah) jugalah yang lebih besar daripada dia. sesungguhnya seluruh makhluk merasakan maut juga."&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman kepada Izrail, " Sesungguhnya Aku (Allah) menyerahkan pengurusan Maut itu kepada engkau." Sahut Izrail, " Ya Tuhan-Ku, dengan kekuatan yang mana hamba-Mu memegang sebab dia lebih besar daripada hamba." Allah pun mengkaruniai Izrail kekuatan yang lebih besar daripada Maut, sehingga Izrail dapat memegang Malaikat maut tadi. Malaikat itu pun pasrah terhadap pemeliharaan oleh Izrail tersebut, karena memang kehendak Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Pada suatu waktu, Izrail datang kepada Allah untuk mengajukan permohonan, katanya, " Ya Rabbi, karunialah kiranya kepada hamba-Mu suara lantang yang membahana ke seluruh langit ini.."&lt;br /&gt;Allah pun mangabulkannya. Mulailah malaikat maut menyeru-nyeru dengan sangat lantangnya. " Akulah Maut yang menceraikan antara seluruh kekasih dengan kekasihnya. Dan akulah yang menceraikan antara isteri dan suaminya. Dan akulah yang menceraikan seluruh anak dan Ibunya. Dan akulah yang menceraikan antara seluruh saudara laki-laknya dengan saudara perempuanyya,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketika didatangkan Malaikat Maut kepada seseorang, berdirilah sang maut dihadapannya seperti rupa orang yang hendak mati itu. Ditanyalah maut, " Siapakah engkau, dan apa keinginanmu?"&lt;br /&gt;Sahut malaikat Maut, " Akulah Maut yang mengeluarkan engkau dari dalam dunia ini, dan akulah yang menjadikan anakmu yatim dan menjadikan isterimu seorang janda,membuat seluruh harta warisanmu dipusakai oleh orang yang tidak engkau cintaisekalipun pada masa hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa malaikat Maut menetap dilangit ke tujuh, Allah SWt menciptakannya dari nur. Memiliki kaki. Dia(maut) memiliki sayap yang berjumlah 70.000 buah. Tubuhnya penuh oleh mata dan lidah. Tidak ada seorang pun makhluk yang bernyawa yang wajahnya tidak terdapat pada tubuh malaikat ini..Pada tubuh Malaikat Maut juga terdapat empat muka. pertama, diwajahnya; kedua di kepalanya; ketigadi lehernya; keempat, pada telapak kakinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-5846220739969690106?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/5846220739969690106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/hikayat-sang-maut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5846220739969690106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5846220739969690106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/hikayat-sang-maut.html' title='Hikayat Sang Maut'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-7087944728158483726</id><published>2010-04-28T16:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:14:36.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Ruh-ruh Anak Cucu Nabi adam</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Setelah Nabi Adam Di perintahkan Oleh Allah SWT untuk menunaikan Ibadah Haji,Beliau sngat rajin dalam menjalankan perintah Allah SWT. Suatu ketika Nabi Adam berada&amp;nbsp; di dekat Ka'bah,Malaikat Jibril mendekatinya.Jibaril mendapat perintah dari Allah SWT untuk membawa Adam as ke satu sungai. Dahulu dinamakan dengan sungai NA'MAL. Sesuai dengan perintah Allah SWT, Jibril menyapukan tanah dari dasar sungai itu ke bagian belakang tubuh Nabi Adam as. Adam as pun penasaran ingin bertanya," Hai Jibril, hikmah apakah ini?" jawab Jibril " Itulah anak cucumu uang kan dijadikan oleh Allah SWT."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah proses itu, mata Nabi ADam as. dibukakan hijabnya. Dilihatnya ruh yang begitu&amp;nbsp; banyak. memenuhi angkasa di atas Nabi Adam as. " Hai Jibril, apa yang datang begitu sangat banyaknya" tanya Nabi Adam as.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;" Itulah ruh seluruh anak cucumu," jawab Jibril. " Jika demikian banyaknya anak cucu hamba, dimanakah tempatnya di dalam dunia ini?" tanya Adam a.s. lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;" Hikmah Tuhanmu yang Mahakuasa terhadap ciptaan-Nya. Hai Ada, sebagian diciptakan-nya, sebagian lagi di dalam rahim ibunya, dan sebagian lagi di sulbi bapaknya. Dan mereka yang telah ada sebelumnya sebagian dimatikan," jelas Jibril.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Firman Allah SWT: " Sebagian kuciptakan anak cucu Adam, dan sebagian lagi tersebar pada tulang belakang Adam, dan sebagian pada rahim Hawa, dan sebagian lagi terhampar di dalam bumi."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;" Anak cucuku ini kulihat bermacam-macam perilakunya, sebagian Islam, sebagian Kafir, sebagian mukmin, sebagian perusak, sebagian bahagia, sebagian sengasara, sebagian kaya, dan sebagian miskin, ujar Nabi Adam a.s. " Hai Adam, Firman Allah SWT, "Lihatlah olehmu anak cucumu yang kaya itu, tidaklah ia mengatakan anugerah-Ku, dan yang miskin itu, tidaklah sabar dan bersyukur terhadap-Ku."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada seluruh arwah tersebut bershaf-shaf, teratur dari Masyrik hingga ke Maghrib. Berkat hikmah Allah, mereka yang berada pada shaf sbelah kanan itulah orang-orang&amp;nbsp; beriman, sedangkan yang disebelah kirinya adalah mereka yang munafiq, Zandiq, dan sombong. Mereka yang dihadapan Adam a.s itu adalah para Nabi,dan Wali (Ulama). Sedangkan yang berada dibagian belakang Adam a.s adalah orang-orang kafir dan musyrik. Allah SWT berfirman: : Alastu bi Rabbikum, (Bukankah Aku Tuhanmu)?" Arwah-arwah itu pun berkata, " Bahwasanya Engkaulah Tuhan Kami".&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Firman-Nya lagi, " Sujudlah kamu sekalian pada Tuhan kamu yang menciptakan kamu itu!"&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; maka shaf yang disebelah kanan Nabi Adam a.s itu seluruhnya bersujud. Sedangkan yang di sebelahkirinya tidak mau sujud.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; Datnglah firman Allah SWT lagi, " Sujudlah kamu sekalian sekali lagi!" Maka shaf yang sebelah kanan sepertiganya tidak mau sujud, dan dua pertiganya masih tetap sujud. Dan yang di sebelah kiri Adam a.s itu dua pertiga bagian merendahkan dirinya, lalu akhirnya mau sujud. Mereka yang kalipertama bersedia bersujud, kemudian menjadi tidak mau sujud, itulah mereka yang pada awalnya memeluk islam, kemudian di hari kematianyatelah menjadi kafir. Adpun mereka yang&amp;nbsp; tidak bersujud pada kali pertama, dan kemudian akhirnya bersedia bersujud, mereka adalah orang yang pada awalnya kafir, namun akhir hidupnya telah menjadi muslim. Sedangkan mereka yang pada awalnya sujud, kemudian bersujud lagi, mereka adalah orang yang pada awalnya beragama islam dan akhir hayatnya masih tetap beragama islam. Dan arwah-arwah yang tidak sujud sekalipin, merekalah yang selama hidupnya tetap dalam kekafiran.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;" Ya Asam, seluruh (ruh) yang berada di sebelah kanan itu adalah umat islam yang akan mengisi surga, dan seluruh (ruh) yang berada di sbelah kiri itulah yang kan mengisi neraka. Hai Adam, bahwasanya tidak ada artinya terhadap-ku segala kedurhakaan mereka itu," tegas Allah SWT Mendengar firman tersebut, menangislah nabi Adam a.s, seraya berucap, "ya Tuhanku, tidaklah Kau jadikan mereka seluruhnya juga satu beragama islam, dan seluruhnya menyembah Engkau."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Hai ADam, oleh karena itulah, Kuciptakan mereka itu. Barangsiapa yang percaya terhadap segala tanda(kebesaran-Ku)&lt;br /&gt;, dan Rasul-Ku, serta ismail dan Ishak pun tahu terhadap anaknya Ya'qub menjadi nabi, dan Ya'qub pun tahu terhadap anaknya Yusuf menjadi nabi, dan Yusuf pun tahu terhadap Musa menjadi nabi, dan Musa pun tahu terhadap saudaranya Harun menjadi nabi, dan Harun pun tahu terhadap Daud menjadi nabi, dan daud pun tahu terhadap Sulaiman yang menjadi nabi, dan Sulaiman pun tahu terhadapYunus menjadi nabi, dan Yunus pun tahu terhadapZakariya menjadi nabi, dan Zakariya pun tahu terhadap Yahya menjadi nabi, dan Yahya pun tahu terhadap Isa menjadi nabi, dan Isa pun tahu terhadap Muhammad SAW menjadi nabi serta&amp;nbsp; rasul, dan beliaulah akhir dari segala nabi."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-7087944728158483726?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/7087944728158483726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/ruh-ruh-anak-cucu-nabi-adam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/7087944728158483726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/7087944728158483726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/ruh-ruh-anak-cucu-nabi-adam.html' title='Ruh-ruh Anak Cucu Nabi adam'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-2098195993324367145</id><published>2010-04-25T17:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:13:40.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Alqur'an dan Hadist Tentang Nur Muhammad</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Sebelum membaca tentang Al-qur'an dan hadist yang menjelaskan Nur Nabi muhammad,baca dulu &lt;a href="http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/penciptaan-nur-nabi-muhammad.html"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dalam QS. Al- Maidah surat kelima ayat 15 Allah SWT berfirman :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"... Qad jaa akum min allahi nuurun wa kitaabun mubiin"&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;artinya : "&lt;/b&gt;..&lt;i&gt;. Sungguh telah datang padamu dari Allah, Nuur (cahaya) dan kitab yang jelas dan menerangkan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;cahaya maksudnya Nabi Muhammad dan Kitab maksudnya Al-Qur'an &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Kemudian dalam QS.An-Nuur 24 : 35 Allah berfirman :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"...Matsalu nuurihi kamisykaatin fiihaa mishbaab, al mishbaabu fii zujaajah; az zujaajatu kaannahaa kaukabun durriyyun yuuqadu min syajaratin mubaarakatin zaituunatin laa syarqiyyatin wa laa gharbiyyatin yakaadu zaituhaa yudhii-u wa lau tamsashu naarun; nuurun 'alaa nuurin..."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;artinya : &lt;i&gt;"...Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti suatu misykat (bundel) di mana di dalamnya ada suatu lampu, lampu itu ada dalam gelas, dan gelas itu seperti bintang yang berkelip, dinyalakan dari pohon yang terberkati, suatu zaitun yang tak terdapat di timur maupun di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir sudah menerangi(bercahaya) sekalipun api belum menyentuhnya; cahaya di atas cahaya(berlapis-lapis)..."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Dalam QS. AL- AHzab 33 ayat 45-46&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;Allah berfirman : &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;" Ya Ayyuhan Nabiyyu inna arsalnaaka Syahiidan wa Mubassyiriran wa Nadziiran(.45)"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Wa daa 'iyan ila Allahi bi idznihii wa Sirajan Muniiran."(46)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;artinya : " Hai Nabi, Sesungguhnya KAMI mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk&amp;nbsp; jadi cahaya yang meneranginya" ( lampu yang menebarkan cahaya).&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Dalam kitab&lt;b&gt; " Kashf al- Al-Khafa'wa Muzil al-Ilbas 'Amman Ishtahara min al- Ahadith 'Ala Alsinatin- Nas',&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Oleh Al-'Aljuni (men.1162 Hijrah): Hadist yang artinya: " Yang pertama dijadikan Allah ialah nur Nabi engkaumwahai Jabir". Diriwayatkan oleh 'Abd al-Razzaq dengan sanadnya dari Jabir bin 'Abd Allah dengan lafaz : Katanya: Aku berkata : Wahai Rasulullah,Kedua orang tua hamba menjadi tebusan, beritahu kepada hamba tentang perkara terawal yang dijadikan Allah sebelum segala sesuatu. Jawab Baginda : Wahai jabir, sesungguhnya Allah jadikan sebelum segala sesuatu nur Nabi engkau dari Nur-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Dan dari " Irbad bin sariyah dari Nabi saw 'Sesungguhnya aku( NABI) di sisi Allah sebagai Khatam al-Nabiyyin penutup sekalian nabi- Walhal Adam masih terbujur dalam tanahnya(sebelum roh ditiupkan ke dalamnya); "Riwayat Ahmad dan baihaqi serta al-hakim. Seterusnya kata beliau: Dari Maisarah al-dabbi katanya, bahwa katanya :'Aku berkata, wahai rasullullah, bilakah tuan menjadi nabi? jawabnya nabi saw bersabda : "waktu Adam masih antara ruh dan jasad.' Ini lafaz riwayat Ahmad dan al-Bukhari dalam '; Tarikh'nya serta Abu Nu'aim dalam "al-Hilyah", al-Hakim menyatakan ia sahih.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-2098195993324367145?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/2098195993324367145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/alquran-dan-hadist-tentang-nur-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2098195993324367145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2098195993324367145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/alquran-dan-hadist-tentang-nur-muhammad.html' title='Alqur&apos;an dan Hadist Tentang Nur Muhammad'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1653289854170809179</id><published>2010-04-25T16:51:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:13:40.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Penciptaan Nur Nabi Muhammad</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;S&lt;span style="font-size: small;"&gt;uatu hari Sayidina Ali, karam Allahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya, " Wahai ( Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan mrnjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah ta'la sebelum makhluk ciptaan? Beliau menjawab : Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya nur Nabimu."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di Hadist yang lain, yang diriwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, " Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan? Rasulullah menjawab : " Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya." Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad dianugerahi tujuh lautan : Lautan Ilmu, Lautan Latif, Laut Pikir, Laut Sabar, laut Akal, Laut Rahman, dan laut Cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama, Dia (Allah) menciptakan &lt;i&gt;Pena, &lt;/i&gt;dari bagian kedua &lt;i&gt;Lauh al- Mahfudz, &lt;/i&gt;dari bagian ketiga&lt;i&gt; 'Arsy. &lt;/i&gt;Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan&lt;i&gt; lauh al-mahfusz dan Pena&lt;/i&gt; itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua sampul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, " Ya Allah, apa yang harus saya tulis?" Allah berfirman, Tulislah : LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADAN RASULULLAH.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atas itu Pena berseru, "oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma-Mu yang suci, ya Allah". Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu! Nama ini adalah nama Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan 'Arsy dan Pena dan Lauh al-mahfudz; kamu juga diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/ terhalang, sehingga sampai saat ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai&amp;nbsp; tanda dari rahasia Ilahiah yang Agung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudia Allah memerintahkan Pena untuk menulis " Apa yang harus saya tulis, Ya Allah? bertanya Pena. Kemudian Rabb al Amin berkata, " Tulislah semua yang kan terjadi sampai hari Pengadilan! Berkata Pena, " Ya Allah, apa yang harus saya mulai?" Berfirman Alah, " Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : &lt;i&gt;Bismillah al- Rahman al-Rahim. &lt;/i&gt;Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lauh al-Mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman, " Telah memakan waktu 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. Tiga kata-kata yang penuh barokah ini Aku( ALLah) buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang Bagian keempat dari NUR itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat PEnyangga Singgasana (hamalat al- 'Arsy), dan bagian kedua Aku telah ciptakan KUrsi, majelis Ilahiah ( Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah,'Arsy); dan bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat(makhluk) langit lainnya; dan bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Allah membuat semua langit, dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Allah membuat JINN dari api. Bagian keempat Allah bagi lagi&amp;nbsp; menjadi empat bagian: dari bagian pertama Allah membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Allah membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tauhid ( Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Allah membuat berbagai cahaya dari Muhammad SAW. Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia, dan itu terbentuk sangat cantik dan terbuat dari bahan yang tak terbandingkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari keendahan hati. Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, pipinya dari sinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus, dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman. Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan &lt;i&gt;Syajaratul Yaqin&lt;/i&gt;. Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakkan Nur Muhammad pada pohon tersebut. Namun, kehadiranNur Muhamad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah menjadi permata putih. Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih kehadirat Allah Ta'la 70.000 tahun lamanya.Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin. Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian bersujud lima kali. Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringatdari kepalanya.dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan Nyawa malaikat. Dari keringat wajahnya, diciptakanlah 'Arsy, matahari,bulan, bintang,dan apa-apa yang ada di langit. Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi,wali, ulama, dan orang-orang shaleh. Adapun keringat yang muncul dari keningnya, diciptakanlah nyawa orang-orang mukmin dari ummat nabi Muhammad saw.dari keringat kedua telinganya, diciptakanlah oleh Allah SWt nyawa orang-orang Yahudi, nasrani, dan orang-orang kafir, dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi. Kemudian Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahanya menembus kedalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera tersebut. Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah tercipta berada di luar. seluruhnya membaca, " SUBHANALLAH WAL HAMDULILLAHI WA LAA ILAAH ILLALLAAHU WALLAHU AKBAR." 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT untuk melihat ke diri Nur Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1653289854170809179?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1653289854170809179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/penciptaan-nur-nabi-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1653289854170809179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1653289854170809179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/penciptaan-nur-nabi-muhammad.html' title='Penciptaan Nur Nabi Muhammad'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-1346864538200994949</id><published>2010-04-24T21:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:13:40.580-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Adam dan Hawa Diturunkan ke Bumi</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Setelah kejadian Adam dan Hawa memakan buah khuldi itu (&lt;a href="http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/iblis-dapat-masuk-ke-dalam-surga.html"&gt;Disini&lt;/a&gt;),Allah SWT kemudian memerintahkan kepada Jibril untuk mengeluarkan Adam dan istrinya(Hawa) merak,Ular,dan Iblis yang masih berada di dalam sorga ke dunia. Mengetahui akan dikeluarkan dari sorga, Adam berdiri dan menyeru-nyeru sambil menangis, karena akan berpisah dengan tempat yang dicintainya itu. Namun pa mau dikata takdir berbicara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berjalanlah mereka keluar dari sorga. Adam paling depan, menyusul Hawa, kemudian merak serta ular di belakangnya, dan terakhir iblis. Adam diturunkan di Sarandeep ( India), Hawa di Jeddah, merak di laut,ular di Isafahan, dan Iblis di Basrah (Irak). Dengan diturunkannya ke bumi,Adam selalu menangis, karena penyesalannya telah melanggar perintah Allah SWT..Konon sampai dua ratus tahun lamanya ia menangis, seraya mengucapkan do'a pengampunan :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" Robbanaa zolamnaa an fuusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khoosiriin".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Begitu banyak air matanya yang mengalir, terbentuklah menjadi aliran-aliran sungai. Dari tebing-tebing sungai itu terbentuk pula kurma, delima, gahru, ababar, cendana, kayu mansi, dan qarnafal.Seekor binatang yang bernama Tha'irun-nasar melihat Adam menangis, ia ikut pula menangis. Binatang-binatang lain yang mengetahuinya ikut pula menangis. Sementara itu, Hawa pun sama pula menangis. Dari air matanya, jadilah celak dan hinai. Sedangkan yang mengalir ke laut menjadi mutiara yang nantinya menjadi perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu hari, Jibril datang kepada Nabi Adam as, dan berjata : &lt;i&gt;" Hai nabi Allah&amp;nbsp; Adam, " Hajja qobla minal maut," &lt;/i&gt;artinya Naik hajilah engkau terlebih dahulu sebelum wafat." Begitu mendengar kata mati, Nabi Adam as bergetar ketakutan. " Ke mana jalanku Jibril?" tanya nabi Adam. " Ka'bah Allah ta'ala" jawab Jibril. Menerima perintah itu, Nabi Adam as pun berangkat menunaikan ibadah haji. Konon, wilayah yang menjadi tempat pemberhentian nabi Adam as kelak akan menjadi negeri yang makmur dan besar.Berapa waktunya Adam as mengadakan perjalanan. Akhirnya sampai juga di Baitul makmur. Di sana Adam as berjumpa dengan banyak Malaikat.Mereka berkata kepada Adam as, " Ya Nabi Alah, Adam dua ribu tahun lamanya kami thawaf pada Baitul Makmur ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang pula ke Padang Arafah, lalu ke Jabal Rahmah. Di sini dia duduk seraya melihat ke Padang Arafah. Dari kejauhan terlihat ada seorang yang tengah berjalan ke arahnya. Semakin dekat wajahnya semakin di kenal. Ternyata yang dilihatnya dalah Hawa, istrinya. Digandengnya Hawa ke sampingnya. Keduanya pun menangis haru, takut terhadap Alah SWT, dan sedih telah meninggalkan sorga. Para Malaikat di langit yang menyaksikan kejadian tersebut, turut pula menangis haru. Allah SWT pun berkenan menyingkapkan hijab dari penglihatan Adam as, untuk melihat 'Arsy Allah. Di tiang 'Arsy itu Nabi Adam as melihat tertera kalimat &lt;i&gt;"LAA ILAHA ILLALLAAH MUHAMMADAN RASUULULLAH."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sembah Nabi Adam as, " Ya Tuhanku, demi kemuliaan nama-Mu yang tersurat pada tiang 'Arsy itu, hamba bertobat kepada-Mu, dan bukakan pintu tobat kepada hamba-Mu ini;"&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Firman Allah SWT melalui Jibril, " Ya Adam, telah deiperkenankan oleh Tuhanmu terhadap tobatmu itu.Hai Adam, jika tatkala engkaudi dalam sorga itu minta syafaat kepada yang empunya nama itu, niscaya tidaklah engkau akan dikeluarkan dari dalam sorga. Ketika dikerjakan oleh mereka amal saleh, maka mereka itu Kumasukkan ke dalam sorga. Dan barangsiapa tidak percaya terhadap Aku, dan rasul-Ku, di samping itu menyembah kepada selain Aku, maka sesungguhnya akan Kumasukkan dia ke dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Adam, tidakkah dahulu telah Kularang terhadap engkau bahwa hendaklah jangan kau dekati pohon khuldi itu, dan hendaklah kau ambil iblis itu sebagai musuh bagi kamu berdua? Namun, kamu tidak ikut terhadap perkataan-Ku, maka jadilah engkau sekarang bersama-sama dengan dia di dalam duni ini.&lt;br /&gt;" Hai Adam, tidakkah Aku akan mencegah seseorang tatkala ia berbuat durhaka kepada-Ku, karena telah Kularang kepada dia sebelumnya. Hai Adam, sekarang pun Kuingatkan engkau, jangan diperdayajan oleh iblis sebagaimana halnya diperdayakannya engkau tatkala ada di dalam sorga,dan lagi akan diperdayakannya anak cucumu seperti diperdayakannya engkau."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bergetarketakutan Nabi Adam as dan Hawa mendengar firman Allah SWT tersebut.Bersujudlah mereka kehadirat Allah SWT seraya menangis. "Ya Tuhanku,Engkau juga Tuhan Yang Maha Pengampun terhadap dosa kami, dan mengasihi kami, maka peliharalah oleh-Mu kami dari bencana iblis 'alay laknat' itu. Dan jauhkanlah kami darinya." Lalu Allah SWT memanggil Malaikat0-Nya, yaitu Hajarul Aswad "Mana Hajarul Aswad?" Mendengar perkataan itu, Hajarul Aswad pun datang bersembah kepada Allah SWT." Pergilah engkau berjanji setia dengan Adam ke bumi, dan tuliskan olehmu seluruh janji-Ku Adam da anak cucunya," perintah Allah SWT. Hajarul Aswad pun turun ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dituliskan seluruh anak cucu Adam yang kemungkinan akan mengisi sorga dan neraka. Setealah selesai, surat itu diperintahkan oleh Allah SWt kepada malaikat-Nya untuk dimasukkan ke dalam mulut Hajarul Aswad. Selanjutnya, Hajarul Aswad dikehendaki oleh Allah SWT menjadi batu. Pada awalnya batu itu berwarna putih. Oleh karena proses alamiah ( seprti terkena hujan dan panas matahari), maka beberapa lama kemudian batu itu berubah warna menjadi hitam. Yang kelak, di hari akhirat, Hajarul Aswad akan kembali menjadi Malaikat, dan memberitahukan apa yang ada di tulisannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-1346864538200994949?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/1346864538200994949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/adam-dan-hawa-diturunkan-ke-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1346864538200994949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/1346864538200994949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/adam-dan-hawa-diturunkan-ke-bumi.html' title='Adam dan Hawa Diturunkan ke Bumi'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-7428637162590284431</id><published>2010-04-24T19:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:13:40.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Iblis Dapat masuk ke Dalam Surga</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;Adam berfikir bahwa seluruh pintu sorga begitu kokohnya; tidak mungkin dapat dimasuki oleh iblis. Di samping itu, katanya dalam hati, bahwa apa kesalahannya terhadap iblis, lagi pula iblis bertempat sangat jauh dengan dirinya, yakni di bumi, dan Adam a.s di surga. Iblis senantiasa mencari jalan ingin memperdayakan Adam a.s hingga membinasakannya. Iblis mulai memcari kesempatan untuk menyesatkannya. Iblis pun pergi dari bumi lapis pertama, menuju surga yang melalui tujuh lapis langit.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Singkat cerita, Iblis telah tiba di depan pintu surga. Dengan sabar ia menanti terbukanya pintu itu. Tiba-tiba datang ke dekat pintu surga seekor burung merak. Merak melihat keluar melalui celah-celah dinding surga, karena didengarnya ada suara suatu tangisan di sana. " Siapa engkau ini?" tanya merak. " Aku ini seorang malaikat di antara para malaikatyang banyak. Dan aku sangat ingin bertemu dengan engkau,"jawab iblis.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;" Mengapa engkau duduk di sini.Apa dayamu hendak bertemu dengan aku ini?"tanya merak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;kemudian engkau berdiri di depan pintu surga ini, agar diajari padamu suatu do'a yang hendak kuajarkan ini tiga hal khasiatnyaakan dianugerahkan oleh Allah SWT kepada siapapun yang mengamalkannya. Pertama, muda selama-lamanya; kedua, tidak mati selama-lamnay; dan ketiga, ia tidak akan keluar dari surga selama-lamanya.," ujar Iblis.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Aku tidak dapat membuka sorga, pintu sorga ini dikunci oleh malaikat selam Adam di dalam sorga," tandas merak. "Bicarakan juga olehmu mengenai (caranya)membuka pintu sorga," kata IBlis lagi.Kemudian burung merak itu berlalu untuk memberitahukan kepada penghuni sorga yang lain mengenai kejadian yang telah dialaminya itu. Kebetulan makhluk pertama yang ditemuinya ular. Setelah diberitahu, ular pun segera menghampiri ke dekat pintu sorga. Ternyata di luar, iblis tenga menangis, maka ular pun menengokkan kepalanya melalui celah-celah dinding.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Melihat ada yang memperhatikan tingkah iblis, ia pun bicara, "Hai ular, pelajarilah olehmu apa-apa yang berasal dari aku (berupa) do'a ini,agar engkau terhindar dari bahaya kejahatan, serta aku minta janji darimu untuk membawaku ke dalam sorga ini." Ular menegaskan ," Aku tidak dapat membuka pintu sorga ini selama Adam berada di dalamnya, karena sorga ii dikunci oleh Malaikat, dan kuncinya berada pada dia."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;" Aku tidak bisa menjejakkan kakiku (ke dalam) sorga, melainkan hanya pada pintu sorga ii. Tetapi bukalah mulutmu supaya aku dapat masuk ke dalam mulutmu," kata Iblis.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Gumam ular dalam hatinya, "ia tidak akan dapat masuk ke dalam mulutku." Ular pun akhirnya mau membuka mulutnya. Iblis segera melompat masuk ke dalam mulut ular. " Hai ular, bawalah aku olehmu ke pohon khuldi itu." Setelah&amp;nbsp; sampai di tujuan, Iblis segera ke luar, dan duduk di pohon itu. untuk menarik perhatian penghuni sorga, ia menangis dengan kerasnya. terkejutlah para penghuni sorga yang mendengar suara tangisan tersebut. Disebabkan tidak ada sebelumnya yang menangis di dalam sorga. Para Bidadari yang mendengarnya segera mendekati ke arah suara tangisan tersebut.Hawa, dari kejauhan melihat Bidadari tengah berkerumun, ia pu mendekati mereka, seraya berkata, "Ada apa dengan kalian berkerumun seperti ini?" Sahut Bidadari itu, Pada ular ini terdapat seseorang di dalam mulutnya. Siapakah ia, tidak ada seorang pun dari kami yang mengetahui."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Mengetahui ada Hawa di depannya, iblis memalingkan wajahnya ke arah Hawa. " Hawa bertanya kepada iblis, " Hai Orang Tua, siapa Engkau, dan dari mana datangmu, dan apa yang engkau tangiskan itu?"&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Jawahb iblis, " Hai Orang Muda, sesunggguhnya aku ini ( berasal) dari malaikat, dan aku tangiskan itu karena engkau akan dikeluarkan oleh Allah Ta'ala dari daldm sorga ini. Jika engkau hendak kekal di dalam sorga ini, makanlah olehmu buah pohon ini, niscaya tidak lah engkau akan keluar lagi di daldm sorga ini selama-lamanya." Lanjutnya, " Aku yang menunjukkan tempat pohon itu. Makanlah olehmu buahnya. Sesungguhnya jika engkau makn itu, niscaya kekallah engkau di dalam sorga ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Tidaklah engkau ke luar dari dalamnya."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Tegas hawa, " Aku dilarang oleh Allah Ta'ala dari memakan buah pohom itu.Bagaimana engkau ini, menyuruh aku untuk memakan buah pohon itu?"&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Ketahuilah olehmu bahwa itulah hikmah Allah hendak mengeluarkan engkau ke dunia lagi. Engkau akan dijadikan tua oleh-Nya, jadi buruklah rupamu. Jika kau makan buah pohon itu,tiadalah engkau akan merasakan kejahatan lagi," bujuk iblis mulai berupaya menyesatkan bangsa manusia. Seraya bersumpah dengan nama Allah dan beberapa sumpah yang besar-besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Hawa mulai luntur keyakinannya terhadap perintah Allah untuk&amp;nbsp; tidak memakan buah khuldi. Ia mulai berfikir bahwa orang ini telah bersumpah dengan nama Allah Ta'ala yang Mahabesar, tentunya karena ingin menunjukkan jalan kebaikan kepadanya. &lt;i&gt;Dan dialah (iblis) bersumpah kepada keduanya,Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua." (QS.7 :21)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Akhirnya, Hawa pun berhasil dibujuk oleh iblis.Diambilnya tiga buah pohon khuldi yang dilarang itu. Satu telah dimakannya, sedangkan sisanya akan diberikan kepada suaminya, Adam a.s. Tatkala diberikan kepada Adam as, ia pun bertanya : buah apa ini? "sahut Hawa, Inilah buah dari pohon yang dilarang oleah Allah Ta'ala itu. Tuan, makanlah satu saja. Saya makan sebuah". Adam bertanya lagi, " Bagaimana rasanya buah ini?"&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Amat baik cita rasanya," jawab Hawa.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;"Aku tidak mau memakannya," ujar Nabi Adam as..Saya sudah makan itu. Mengapa Tuan tidak mau memakannya," bujuk Hawa. " Karena aku sudah berjanji setia dengan tuhanku, tidak boleh, bahwa aku dilarang memakan buah itu, maka tidaklah aku mau mengabaikan perintah Tuhanku," tegas Nabi Adam as.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Dan Sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa atas perintah itu, dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat (QS. 20 : 115).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Hawa mencari akal agar nabi Adam as dapat memakan buah khuldi. Dicobanya satu cara yang dianggapnya bakal berhasil, yaitu dengan memberi khamar kepada nabi Adam as. Setelah diminum oleh Adam as, membuatnya menjadi lupa terhadap janji setianya kepada Allah SWT mengenai larangan memakan buah khuldi. Hatinya pun tertutup. Adam as pun memakannya. Namun, baru saja sampai di kerongkongannya, maka terlepaslah mahkota yang dikenakan di kepalanya; jath terbang. Seluruh perhiasan Adam dan Hawa pun tiba-tiba terlepas dari tubuh keduanya, lenyap tidak berbekas. kursi kebesaran Adam yang terbuat dari emas dengan bertahtakan ratna-mutumanikam pun lenyap. Lalu tubuh mereka kini tanpa busana sama sekali.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Disebutkan dalam alqur'an artinya:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di sorga),dan durhakalah Adam kepada tuhan dan sesatlah ia (QS.20:121)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Lalu keduanya berlari-lari melihat kepada satu pohon yang karnya terbuat Zamrud, dan seluruh cabangnya dari emas, dedaunannya terbuat dari SUNSUDIN dan ASTABRAQIN. Adam pun berdoa " Ya Allah, baik sekali pohon ini, indah nian rupanya. Kau anugerahkan kiranya kepada hamba-Mu ini."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Namun Allah SWT belum memperkenankan permintaannya itu. Lalu Adam mencari pohon lagi. kali ini ia menjumpai sebuah pohon yang bernama Al-Jabbar. Namun, pada saat akan mengambil daunnya, si pohon tersebut tiba-tiba&amp;nbsp; meninggikan dirinya. Ada lagi pohon yang bernama Ud. Adam meminta kepada pohon itu dedaunannya. Namun, terdengar suara : hai pohon-Ku, Ud, prtolonganmu itu akan sia-sia, karena yang kau toling itu (telah) mengabaikan perintah-Ku."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Pohon Ud pun meninggikan dirinya. Sedangkan Adam dan Hawa berlari- lari di dalam sorga karena sangat kalutnya. Ketika adam dan istrinya tengah berlari-lari&amp;nbsp; ketakutan, terdengarlah suara menyahutnya, hai Adam."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Namun Adam tidak menanggapinya.Dua kali lagi sahutan suara itu muncul.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Lalu Jibril menyeru kepada Adam, " hai Adam, Tuhanmu memberi firman kepadamu. Mengapa engkau tidak menyahut." Lalu muncul lagi suara lain: " Larilah engkau dari-Ku." Adam memelas sedih, " malu sekali hamba ke hadirat-Mu, ya Tuhanku." Allah berfirman, " Adam, tidaklah sudah kutegaskan padamu bahwa jangan kau makan buah dari pohon itu. Tidakkah Kuajari kepadamu bahwa iblis itu musuhmu yang nyata. Maka Adam berucap lirih :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kam, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" ( QS. 7 : 23)&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-7428637162590284431?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/7428637162590284431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/iblis-dapat-masuk-ke-dalam-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/7428637162590284431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/7428637162590284431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/iblis-dapat-masuk-ke-dalam-surga.html' title='Iblis Dapat masuk ke Dalam Surga'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-5406346450418774148</id><published>2010-04-24T17:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:13:40.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Penciptaan Hawa</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Dalam satu kesempatan, Allah SWT Berfirman kepada para Malaikat, " Kau bawalah Adam ke langit untuk menghadap Aku, Tuhan Yang Mahamulia lagi Mahabesar." Seluruh isi langit memuji Allah SWT. Kemudian Tuhan melihat rupa Adam. Setelah Adam dinobatkan sebagai khalifah, beliau kemudian diarak ke dalam sorga &lt;i&gt;Janntul Fiedaus&lt;/i&gt;. Namun, di dalam sorga tak seorang pun dia melihat yang serupa dengannya sebagai seorang manusia. Adam a.s ingin beristrahat. Dia berbaring di atas lambung kanannya. Rasa kantuk membuatnya tertidur. Allah SWT Maha Mengetahui isi hati setiap makhluk-Nya. Demikian pula dengan keadaan Nabi Adam a.s, Allah SWT mengetahui Adam a.s berduka, karena tidak memiliki seorang teman yang sejenis dengannya. Lalu diciptakanlah seorang manusia lain saat ia masih tertidur. Ciptaan yang baru itu adalah Hawa.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tatkala ciptaan itu sudah berwujud, Adam a.s terjaga. Dia terpesona ketika melihat seorang yang begitu indahnya telah berada di sisinya. Adam a.s pun ingin menjabat tangan Hawa. Allah SWT&amp;nbsp; segera melarangnya, " Hai Adam, jangan engkau jabat dia dulu.Aku akan nikahkan saja engkau dengan dia." Adam berkata," Bahwa seluruhnya itu adalah anugerah dari Allah SWT juga, dan hamba-Mu menjunjung apa-apa yang menjadi perintah-Mu."&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; " Allah SWT memrintahkan para Malaikat, " Hai para Malaikat, bawalah oleh kamu baki yang berisi emas, perak, mutiara, intan, maniakam yang indah-indah ke hadapan Adam dan Hawa. Bahwasanya Aku hendak menikahkan Adam dan Hawa." Kemudian Allah SWT mengucapkan prakata menjelang pernikahan Adam dan Hawa :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;" Segala puji bagi Allah Ta'ala yang sangat besar Kebesaran-Nya. bahwa seluruhnya itu tealh percaya terhadap-Ku. Dan segala pujian-pujian bagi kekasih-Ku dan pesuruh-Ku telah bersaksi seluruh Malaikat-Ku dan seluruh idi langit-Ku, dan seluruh malaikat yang menanggung 'Arsy-Ku, bahwasanya telah Kunikahkan hamba-Ku Adam dan Hawa dia atas langit-Ku dengan kudrat-Ku. Bahwa Adam a.s mengucap tasbih terhadap-Ku, dan membesarkan Aku, dan memuji&amp;nbsp; terhadap Aku, dan yaitu dengan kemuliaan ayat Kursi. Dan bersaksilah Aku bahwasanya Tiada Tuhan yang menjadikan segala sesuatu, hanya Aku juga yang Maha Kuasa. Bahwasanya Adam khalifah-Ku dan Hawa itu istrinya, dan berkenanlah ia (Hawa) untuk mengasihinya (Adam), dan mereka seluruhnya beribadah kepada-Ku. Dan telah membawa imanlah mereka itu terhadap MUhammad kekasih-Ku dan rasul-ku yang Kubesarkan atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pernikahan&amp;nbsp; Adam dan Hawa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT Yang Maha Pengasih untuk menyempurnakan nikmatnya lahir dan batin kepada kedua hamnba-Nya yang saling memerlukan itu, segera memerintahkan gadis-gadis bidadari penghuni sorgauntuk menghiasi dan menghibur mempelai perempuan itu serta membawanya kepadanya hantaran-hantaran berupa perhiasan-perhiasan sorga. Sementara itu diperintahkan pula kepada malaikat langit untuk berkumpul bersama-sama di bawah pohon &lt;i&gt;"Sayjarah Thuba", &lt;/i&gt;menjadi saksi atas pernikahan Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;Peristiwa pernikahan Adam dan Hawa terjadi pada hari Jum'at. Entah berapa lama keduanya berdiam di sorga, hanya Allah SWT yang tahu. lalu kelak keduanya diperintahkan turun ke bumi. Turun ke bumi untuk menyebarluaskan keturunan yang kan mengabdi kepada Allah SWT dengan janji bahwa sorga itu tetap tersedia di hari kemudian bagi hamba-hamba yang beriman dan beramal soleh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-5406346450418774148?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/5406346450418774148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/penciptaan-hawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5406346450418774148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/5406346450418774148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/penciptaan-hawa.html' title='Penciptaan Hawa'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-8175192523783953746</id><published>2010-04-24T03:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:13:40.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Kisah Pembangkangan Iblis Azazil</title><content type='html'>Dikisahkan tatkala&amp;nbsp; nabi Adam a.s. sudah di arak mengelilingi langit, kemudian diarak pula menuju bumi. Di bumi, pada waktu itu terdapat para Malaikat bersama iblis. Allah SWT memerintahkan kepada para Malaikat dan iblis untuk bersujud hormat, "&lt;i&gt; Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para Malaikat : Sujudlah kamu kepada Adam, ' maka sujudlah mereka kecuali Iblis (QS.Albaqorah ayat 34).&lt;/i&gt; Para Malaikat yang melihat Iblis tidak bersujud, bergumam di dalam hatinya: "Siapa yang telah tidak mau bersujud, itulah iblis, dan ialah (akan) menjadi iblis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Para Malaikat sekali lagi bersujud, sujud syukur kali ini, yaitu memuji karunia Tuhan terhadap Nabi Adam a.s. Para malaikat akan selalu menjunjung tinggi dan menuruti segala apa yang di firmankan-Nya, serta tidak akan mengikuti segala apa yang tidak diperintahkannya. Oleh karena itu, para malaikat hingga kini selalu taat terhadap perintah Allah&amp;nbsp; SWT. Perilaku Iblis yang tidak menuruti&amp;nbsp; perintah Allah SWT menjadi pertanyaan Allah SWT, &lt;i&gt;"Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku? (QS.38:75). Jawab Iblis, " Aku lebih baik darinya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia( Adam) Engkau ciptakan dari tanah".(QS.38 :76).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hai Iblis&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; keluarlah engkau di bawah langit-Ku dan dari atas bumi-Ku, dan keluarlah engkau dari rupa malaikat-Ku, masuklah engkau pada rupa iblis, dan engkau kaku tiada berkesudahan." Maka Azazil pun berubah menjadi rupa iblis. Matanya menjadi menonjol keluar.Allah SWT menghardiknya," Ikrarkanlah terhadap diri engkau ,hai iblis!". Iblis menyanggupinya. Lalu berucap : "Karena Adamlah maka aku Engkau murkai, dan nikmat dari-Mu Engkau ambil dari hamba-Mu, ya Tuhanku,perkenankan pinta hamba-Mu, maka beranilah hamba-Mu datang sembah ke hadirat-Mu, ya Tuhanku". Jawab Allah SWT, " Telah- Ku perkenankan pintamu itu.Berdatang sembahlah engkau ,hai iblis."&lt;br /&gt;Iblis menjawab, " Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka."( QS.38:82 sampai 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : " Maka yang benar ( adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan".(QS.38 : 84) dan " Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (QS 38 :84)&lt;br /&gt;Sejak kejadian itu, dendam mulai merasuki hati Iblis terhadap nabi Adam a.s dan anak cucunya. Iblis berupaya dengan segala cara untuk menyesatkan mereka semua. Dan itulah pekerjaan tetapnya hinga hari kiamat datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-8175192523783953746?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/8175192523783953746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/kisah-pembangkangan-iblis-azazil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/8175192523783953746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/8175192523783953746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/kisah-pembangkangan-iblis-azazil.html' title='Kisah Pembangkangan Iblis Azazil'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-2285596308258048030</id><published>2010-04-23T18:26:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:13:40.592-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Menyingkap Penciptaan Adam</title><content type='html'>Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Albaqorah ayat 30 :&lt;br /&gt;Artinya: Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat : " sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ". Mereka berkata :"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman :"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui " (QS.2:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proses penciptaan Adam &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman kepada Jibril, " Hai Jibril,turunlah engkau ke bumi. Ambillah Aku segenggam tanah. Aku hendak menciptakan Adam!". Jibril pun turun ke bumi Saat hendak diambil, tanah itu bergoncang hebat. Dengan ijin-Nya, Jibril dapat mendengar perkataan bumi. " Demi Allah,Tuhan Yang Maha Tinggi. Hai Jibril, jangan engkau ambil, aku takut (diriku) dijadikan sebagai khalifah, karena aku takut berbuat durhaka kepada Tuhan seru seluruh alam. Dan aku sangat takut terhadap siksa neraka".&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jibril pun kembali kepada Allah SWT.Ia melaporkan sikap bumi yang menolaknya untuk dijadikan sebagai bahan penciptaan Adam. Jibril bersedia diperintahkan sekali lagi, namun Allah SWT memerintahkan Malaikat Mikail harus mengambil tanah di bumi. Mikail pun mengalami perlakuan yang sama seperti halnya Jibril.&lt;br /&gt;Seperti juga Jibril, Mikail pun melaporkan hasil kerjanya kepada Allah SWT, dan siap pula menjalankan perintah-Nya sekali lagi.Namun,Allah tidak memerintahkan lagi Mikail, melainkan Malaikat Israfil yang akan mengambilnya.&lt;a href="http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/menyingkap-penciptaan-adam.html"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Israfil juga disumpahi oleh bumi agar tidak mengambil bagian dirinya. Setelah melaporkan kepada Allah SWT, Dia memerintahkan Malaikat Izrail. Sebagaimana ketiga Malaikat tadi,Izrail pun disumpahi agar tidak mengambil tanah, namun Izrail mengatakan, "Hai bumi, bahwa engkau menyumpahiku ini telah kuketahui. Akan tetapi ini bukan kehendakku, melainkan atas firman Allah Tuhan semesta alam pula. Luruhlah hati bumi mendengar perkataan dari Izrail itu. Izrail kemudian mengambil tanah di muka bumi. Tangannya menembus sampai ke lapisan bumi ketujuh untuk mengambil tanah. Bekas tempat pengambilan tanah itukonon menjadi Lautan QULZUM. Tanah itu pun kemudian dibawa menghadap kepada Allah SWT. Tanah yang diambil berwarna-warni : hitam, putih, biru, hijau, dan kuning. Oleh karena itulah, anak cucu Adam kelak akan beragam warnawarna kulitnya pada tiap bangsa atau etnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" &lt;i&gt;Ya Rabbi, ya Saidi, Ya Ilahil 'aalamin, &lt;/i&gt;bahwa Engkau jugalah Tuhan yang amat mengetahui bahwa hamba-Mu disumpahi oleh bumi," ucap Izrail. Allah SWT berfirman, " Bahwasanya sumpah bumi kepadamu telah aku tolak, hai Izrail. Bahwasanya Aku hendak menciptakan Adam. Maka mereka (Adam dan Hawa) dan anak cucunya, terserah (kehendak-Ku,akan) Kusuruh Izrail untuk mengambil nyawanya."&lt;br /&gt;" Ya tuhanku, jika demikian, mereka (akan) bermusuhan dengan hamba-Mu ini." &lt;br /&gt;&amp;nbsp; Firman Allah SWT," Hai Izrail, Aku amat kuasa berbuat sekehendak-Ku. Jika Aku perintahkan seorang hamba-Ku untuk mengerjakan suatu pekerjaan, di mana halnya engkau akan dibawanya (untuk) bermusuhan. lebih khusus pula terhadap seorang yang Kumatikan yang disebabkan karena demam, atau sakit yang parah, atau tenggelam di dalam air,atau disebabkan dimakan oleh binatang, atau disebabkan karena berkelahi melawan sesamanya, atau sebab terbakar dilahap api, atau sebab jatuh tertimpa kayu. Maka semua itu (hanyalah) namanya tersebabkan. Dengan demikian tidak ada siapapun dapat berdalih kepadamu lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah SWT memerintahkan Izrail untuk mencampurkan tanah di atas bumi dengan air. Dicampurkanlah dengan empat jenis air, yaitu air tawar, air asin, air anyir dan air pahit. Kemudian Allah resapkan Nur kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam "sifat". Air tawar itu yang nantinya akan menjadi air liur. Air asin menjadi air mata. Air anyir menjadi lendir di hidung. Air pahit menjadi kotoran telinga.Proses pencampuran itu dilakukan selama empat puluh tahun.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kata Ibnu Abbas r.a bahwa Allah SWT menciptakan Adam 'alaihis salam dari tujuh lapisan bumi. Di antaranya : kepalanya dari tanah Baitul Maqdis; dadanya berasal dari tanah Dahna; tulangnya dari tanah bukit Qof ; Zakarnya dari tanah Babil ; hatinya dari tanah Sorga Jannatul Firdaus ; kedua matanya dari tanah Hud ; lidahnya dari tanah Thaif ; kakinya dari tanah Hindi ; dan bagian belakangnya dari tanah Arafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah menjadikan di dalam tubuh anak Adam sembilan pintu, yaitu di kepalanya terletak pada kedua lubang&amp;nbsp; hidung, kedua lubang telinga,kedua mata,mulut, dubur, dan kemaluan. Diciptakannya pula panca indra. Penciptaan ini dilakukan pada hari Jum'at. Panjang tubuhnya enam puluh hasta. Bidang dadanya tujuh hasta. Setelah semua organ tubuhnya sudah lengkap, Allah SWT membaringkannya di antara Mekah dan Thaif. Kemudian oleh beberapa Malaikat, atas perintah Allah, tubuh tersebut diangkat kelangit. Meliaht keberadaan tubuh adam itu, para Malaikat bertanya : " Ya Tuhanku, hikmah apakah pada yang demikian ini?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; " Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi," jawab Allah SWT.&lt;br /&gt;"Siapak yang akan Engaku Jadikan Khalifah itu, ialah yang akan berbuat kerusakan di muka bumi&amp;nbsp; ini, dan mengucurkan darah sesamanya. Sejak semla kami senantiasa mengucap tasbih kepada Engkau dengan mensucikan-Mu" ujar para Malaikat. " Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui," firman Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah SWT menurunkan air hujan duka cita mengguyur tubuh Adam selama empat puluh tahun lamanya. Kemudian hujan suka cita mengguyurnya selama setahun. Sehingga segala kesedihan dan kebahagiaan telah menyatu ke dalam jasad Adam. hal itu mengisyaratkan bahwa kelak anak cucu Adam akan lebih banyak menerima keadaan duka cita daripada suka citanya.Kini Allah SWT hendak memasukkan nyawa ke dalam jasad Adam. Sebelumnya Allah telah menciptakan nyawa dua ribu tahun sebelum menciptakan tubuh Adam. Sebagaimana terdapat di dalam sebuah&amp;nbsp; hadist, yang artinya "bahwasanya Allah Ta'ala menciptakan nyawa terlebih dahulu daripada jasad kira-kira selama dua ribu tahun".&lt;br /&gt;Di dalam riwayat yang lain ada yang menyatakan selama empat ribu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Nyawa itulah cahaya ( nur) Muhammad saw. Maka rahasia cahaya itu pun dicampurkan dengan sebagian dari tubuh Adam. Allah SWt berfirman kepada Jibril :" bawalah tanah yang bercampur denagn ruh (nur) itu dengan kasturi, ambar, Za'faran,&amp;nbsp; kapur, dan khalembak." Jibril pun menurutinya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;" Bawalah tanah cahaya itu, kenakanlah pada dahi tubuh itu" Jibril melakukan seperti apa yang diperintahkan.&lt;br /&gt;lalu tubuh Adam itu digenggaman &lt;b&gt;"Jabarut"&lt;/b&gt; kemudian diletakkan di dalam " Alam Malakut".&lt;br /&gt;kemudiantubuh itu dibenamkan di dalam air "Kudral Izzah-Nya" yaitu sifat " jalal dan Jammal". lalu diciptakan menjadi tubuh Adam yang sempurna. Allah SWT memerintahkan kepada jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail, "Setiapdari kalian bersama dengan ( masing-masing) tujuh ribu Malaikat, maka bawalah olehmu baki yang berisi nyawa Adam itu."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lalu nyawa itu pun dibawa oleh para malaikat menuju tubuh Adam.Nyawa kemudian dihantarkan di kepalanya. "Masuklah engkau ke dalam jasad ini," perintah Allah SWT kepada nyawa, " bahwa badan inilah tempatmu diam." Namun sang nyawa tidak langsung masuk, melainkan mengelilinginya terlebih dahulu tujuh kali. Para Malaikat yang tengah menyaksikan kejadian itu, sangat menantikan sang nyawa segera masuk ke dalam tubuh Adam. "Ya Tuhanku, bahwasanya aku ini adalah ruh yang amat lembut dengan cahayaku. Maka betapakah aku masuk ke rumah yang kelam ini," ujar nyawa. " Masuk dipaksa, dan tatkala engkau keluar pun dipaksa juga," firman Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan awal penciptaan hingga nyawa masuk ke dalam tubuh Adam, memakan waktu selama 120 tahun. Akhirnya nyawa itu pun masuk melalui mulut. Setelah itu menuju otak, dan di bagian ini ia berkeliling seraya memuji Allah SWT, dua ratus tahun lamanya. Kehadiran nyawa itu mulai memunculkan kesadaran kepada tubuh Adam. Kata Adam kepada Allah SWT, " Ya Ilahi, Kau segerakanlah kiranya penciptaanku ini sebelum tenggelamnya matahari. Firman Allah SWT yang artinya, " Diciptakan Adam dengan tergesa-gesa."&lt;br /&gt;Kemudian nyawa berada di bagian mata, maka terbukalah mata Adam. Dilihatnya tubuhnya yang terbuat dari tanah itu, dan dilihatnya pula buah-buahan yang ada di surga. ketika nyawa berada di telinganya, terdengarlah ucapan-ucapan&amp;nbsp; tasbih dari para Malaikat. Saat nyawa telah masuk ke bagian hidung, Adam mulai dapat bersin. Allah SWT mengilhamkan kepada Adam untuk mengucapkan tahmid, setelah nyawa sampai di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allah membalas ucapannya dengan ucapan&amp;nbsp; "yarhamukallahu' artinya ' semoga Allah mengasihimu, hai Adam. inilah anugerah- Ku kepadamu sebagai balasan terhadap pujianmu tadi, hai Adam." Nyawa berangsur menuju ke kerongkongan, terus ke dada,dan ke pusar Adam. Adam mulai ingat makan tatkala nyawa sudah berada di perut. Tangan Adam mulai dapat digerakkan. Adam pun berusaha duduk, namun masih belum mampu. Malaikat berkomentar :" (karena) setengah badannya masih tanah, bahwa hendak duduk pun&amp;nbsp; tidak bisa. Perangai ini amat tergesa-gesa". Allah SWT berfirman :&lt;i&gt;" Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa".(QS.17:11).&amp;nbsp; &lt;/i&gt;Akhirnya, sampailah nyawa itu pada rongga tubuh Adam, dan lengkaplah nyawa itu pada setiap organ tubuhnya. Daging dan darah pun mulai tumbuh. Lalu hiduplah Adam a.s.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6429735545190629284-2285596308258048030?l=ahmiltelkom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/feeds/2285596308258048030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/menyingkap-penciptaan-adam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2285596308258048030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6429735545190629284/posts/default/2285596308258048030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/menyingkap-penciptaan-adam.html' title='Menyingkap Penciptaan Adam'/><author><name>amirkhan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16428003954450982156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_T6xGzdiScz4/SaVDZSSLKmI/AAAAAAAAAAM/o-TATs08FKQ/S220/ahmil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6429735545190629284.post-4279217762150899402</id><published>2010-04-23T17:24:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T16:13:40.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rahasia Langit dan Bumi'/><title type='text'>Awal Mula Alam Semesta</title><content type='html'>Alam semesta sudah menjadi perhatian manusia semenjak dulu kala.Beberapa pertanyaaan yang sering ditanyakan oleh orang-orang terdahulu hadir : Dari mana dunia ini datang ? dari apa bumi di buat?dari mana dan kapan permulaanya? prtanyaan ini sudah saya jelaskan pada postingan sebelumnya &lt;a href="http://ahmiltelkom.blogspot.com/2010/04/rahasia-penciptaan-langit-dan-bumi.html"&gt;Rahasia Penciptaan Langit dan Bumi..&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jawaban-jawaban berkembang pada masing-masing bangsa dan peradaban.Jawaban itu menjadi cerita, cerita menjadi legenda dan legenda menjadi mitos. Seiring berkembangnya ilmu pengetahua, orang mulai melakukan pengamatan lebih rasional terhadap alam semesta. Astronomi berkembang, dari pengamatan bintang dan planet melebar ke studi struktur dan evolusi alam semesta. Sehingga lahirlah Kosmologi, sains yang mencari pemahaman fundamental alam semesta.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala yang hidup, maka mengapa mereka tiada juga beriman ? ( QS. Al Anbiya : 30 )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;b&gt;"ratq"&lt;/b&gt; yang ada dalam Qur'an Surat Al Anbiya diatas diterjemahkan sebagai " suatu yang padu" di gunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan " Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata arab &lt;b&gt;" fataqa"&lt;/b&gt;, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau struktur dari " RATQ".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan kita. Dalam Qura'n surat AL Anbiya tadi: langit dan bumi adalah subyek dari kata&amp;nbsp; sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah&amp;nbsp; ( "fataqa") satu sama lain.&lt;br /&gt;Mari kita kembali mengingat tahap-tahap awal peristiwa &lt;b&gt;Big Bang, &lt;/b&gt;kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak dengan dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita membandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa kedua-duanya bersesuaian satu sama lain.Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Yang jelas Allah SWT berfirman :
