Rabu, 05 Mei 2010

Kalimat Tayyibah

18

“Tiada Tuhan selain Allah, tiada Tuhan selain Allah.” (50 kali)
Hendaknya kedua kalimat tahlil ini dibaca dengan satu nafas, paling sedikit dibaca sebanyak dua puluh lima kali agar jumlah kalimat tahlil yang dibaca genap lima puluh, dan dianjurkan tidak kurang dari lima puluh. Tidak mengapa jika seseorang ingin menambahnya, karena tidak ada batasan untuk membacanya lebih dari lima puluh kali, walaupun sebanyak ribuan. Setelah membaca kedua kalimat tahlil ini sebanyak lima puluh atau lebih, kemudian hendaknya ditutup dengan bacaan sebagai berikut :

18a
Imam al-Qadhi `Iyadh berkata dalam kitabnya “asy-Syifa`” dari ibnu Abbas ra bahwa pada pintu surga terdapat tulisan yang mengatakan, “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, Muhammad adalah utusan-Ku. Barangsiapa mengucapkan kalimat itu, niscaya Aku tidak akan menyiksanya.”

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas ra disebutkan bahwa ia berkata, “Dalam sehari semalam itu ada dua puluh empat jam, dan kalimat la ilaha illallah Muhammad Rasulullah terdiri dari dua puluh empat huruf. Barangsiapa mengucapkan la ilaha illallah Muhammad Rasulullah maka setiap hurufnya akan menghapus dosanya selama satu jam, maka terhapuslah seluruh dosanya jika ia mengucapkannya setiap hari dan setiap malam.”

Keutamaan kalimat la ilaha illallah sangatlah banyak dan sudah tidak asing lagi. Dan cukuplah kiranya dari keutamaan tersebut sebagai salah satu dari rukun Islam, dan inti dari kalimat tauhid. Dan barangsiapa di akhir ucapannya sebelum ajal menjemputnya mengucapkan kalimat la ilaha illallah maka ia masuk ke dalam surga.
Rasulullah saw bersabda, “Para ahli la ilaha illallah tidak merasakan kesunyian di dalam kubur mereka dan ketika mereka dibangkitkan. Seakan-akan aku melihat mereka sedang membersihkan tanah yang ada di kepala mereka seraya berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang melenyapkan kesedihan pada diri kami, Tuhan kami Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri’.”

Rasulullah saw berkata kepada Abi Hurairah, “Wahai Abi Hurairah, sesungguhnya setiap kebaikan yang pernah dikerjakan seseorang akan ditimbang kelak di hari kiamat, kecuali kesaksian la ilaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) tidak akan ditimbang. Karena apabila seseorang mengucapkan kesaksian tersebut dengan sungguh-sungguh dan diletakkan pada salah satu sisi timbangan dan di letakkan pada sisi lain timbangan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, maka kalimat la ilaha illallah akan lebih berat dari semua itu.”
Rasulullah saw bersabda, “Jika datang salah seorang yang mengucapkan kalimat la ilaha illallah dengan sungguh-sungguh ke hadapan Allah dengan membawa dosa sebesar bumi, niscaya Allah tetap akan mengampuninya.”

Rasulullah saw berkata kepada Abi Hurairah, “ Wahai Abi Hurairah, talqinkanlah kepada orang yang sudah mati diantara kalian kalimat la ilaha illallah, karena kalimat tersebut dapat melebur dosa.” Seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Kalau itu bagi orang yang sudah mati, bagaimana dengan yang masih hidup?” Rasulullah menjawab, “Akan sangat lebih dalam melebur dosa mereka.”
Shahibu ratib al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad berkata dalam salah satu nasehatnya, “Dan dari macam-macam dzikir bahkan yang paling mulia dan utama adalah kalimat la ilaha illallah. Nabi saw bersabda, ‘Kalimat yang paling utama yang pernah kuucapkan dan diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah la ilaha illallah’.”

Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa Allah swt berfirman, “La ilaha illallah adalah benteng-Ku, barangsiapa masuk ke dalam benteng-Ku maka ia aman dari siksa-Ku.”
Rasulullah saw bersabda, “Perbaruilah iman kalian” para sahabat bertanya, “Bagaiimana caranya kami memperbarui iman kami?” Rasulullah menjawab, “Perbanyaklah mengucapkan kalimat la ilaha illallah.”
Rasulullah saw bersabda, “Datang kepadaku utusan dari Tuhanku, dan ia mengabarkan kepadaku bahwa barangsiapa yang mati dan ia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya, maka ia akan masuk ke dalam surga.” Kemudian Abu Dzar bertanya, “Walau orang tersebut pernah mencuri dan berzina?” Rasulullah menjawab, “Walaupun ia pernah mencuri dan berzina.”
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa masuk ke dalam kubur dengan la ilaha illallah maka Allah akan menyelamatkannya dari neraka.”

Rasulullah saw bersabda, “Kunci surga adalah la ilaha illallah.”
Dalam kitab “Ghayatul Qashd Wal Murad” disebutkan bahwa dari kebiasaan shahibu ratib al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad adalah membaca dzikir kalimat la ilaha illallah sebanyak seribu kali setiap selesai dari shalat zhuhur. Dan pada bulan Ramadhan beliau menambahnya menjadi dua ribu kali dan menggenapkannya menjadi tujuh puluh ribu pada hari keenam di bulan Syawal.
Dalam kitab “Tatsbitul Fuad” disebutkan bahwa shahibu ratib al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad berkata, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu mengucapkan kalimat la ilaha illallah setiap saat, dan khususnya pada saat kesusahan dalam mencari rezeki. Sesungguhnya dzikir tersebut melapangkan rezeki.”


0 komentar:

Posting Komentar

 

ALLAHUAKBAR Copyright © 2009 Template is Designed by Islamic Wallpers